Sertifikat Kompetensi Menjadi Langkah Lanjutan Magang Nasional, Bekal Peserta Masuk Pasar Kerja

Bagi peserta Magang Nasional, pengalaman kerja di lapangan kini diposisikan sebagai awal dari proses yang lebih panjang, bukan akhir dari pembelajaran. Setelah masa magang selesai, peserta yang memenuhi syarat akan diarahkan untuk mengikuti sertifikasi kompetensi agar kemampuan yang diperoleh mendapat pengakuan resmi.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menekankan bahwa sertifikasi bukan sekadar pelengkap, melainkan kelanjutan dari pembentukan keterampilan selama magang. Dengan pengakuan kompetensi yang terstandar, bekal peserta dinilai akan lebih kuat saat memasuki pasar kerja.

Sertifikasi jadi penguat hasil magang

Kemnaker menempatkan sertifikasi kompetensi sebagai langkah lanjutan yang menyatu dengan proses pemagangan. Artinya, hubungan dengan peserta tidak berhenti ketika program berakhir, karena masih ada tahapan yang menegaskan kemampuan mereka secara formal.

Skema ini dijalankan melalui kerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi atau BNSP. Melalui mekanisme tersebut, keterampilan yang sebelumnya diperoleh dari praktik kerja dapat diuji dengan standar yang lebih resmi dan terukur.

Yassierli juga meminta peserta mempersiapkan diri dengan belajar sebelum mengikuti uji kompetensi. Ujian tersebut akan dilaksanakan di balai pelatihan Kemnaker maupun di Lembaga Sertifikasi Profesi yang bermitra dengan BNSP.

Nilai tambah saat bersaing di dunia kerja

Bagi lulusan magang, sertifikat kompetensi dapat menjadi modal tambahan ketika menghadapi persaingan kerja. Koordinator Nasional Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi sekaligus Kepala Barenbang Kemnaker, Anwar Sanusi, menilai sertifikat ini bisa memperkuat langkah peserta untuk meniti karier.

Anwar juga menyampaikan bahwa proses sertifikasi akan dimulai pada awal Mei 2026. Ia berharap seluruh peserta Magang Nasional Tahap I bisa mengikuti program sertifikasi gratis tersebut.

Program tanpa biaya tambahan ini memberi kesempatan bagi peserta untuk memperoleh pengakuan resmi atas kemampuan mereka. Dalam situasi pasar kerja yang kompetitif, dokumen kompetensi seperti ini kerap menjadi pembeda di antara pelamar dengan pengalaman yang mirip.

SiapKerja dan KarirHub diperluas

Di luar sertifikasi, Kemnaker juga memperkuat akses pencarian kerja lewat platform SiapKerja. Salah satu fitur yang mendapat perhatian adalah KarirHub, yang memuat lowongan kerja dari berbagai sektor.

Yassierli mengatakan Kemnaker terus mengintegrasikan SiapKerja dengan portal swasta agar informasi lowongan dari dalam dan luar negeri bisa terkonsolidasi dalam satu platform. Langkah ini diarahkan supaya proses mencari kerja menjadi lebih mudah dan terpusat bagi pengguna.

Peserta Magang Nasional didorong memanfaatkan KarirHub untuk mencari peluang yang sesuai dengan kompetensi yang sudah dibangun selama magang. Dengan begitu, pengalaman praktik tidak berhenti sebagai catatan pelatihan, tetapi terhubung langsung dengan kesempatan kerja yang lebih nyata.

Perusahaan juga didorong lebih aktif

Kemnaker tidak hanya memberi perhatian pada peserta, tetapi juga mendorong perusahaan agar lebih terbuka dalam menyediakan lowongan. Dorongan ini penting agar akses kerja semakin luas bagi para pencari kerja, termasuk mereka yang baru menyelesaikan program magang.

Dari rangkaian langkah tersebut terlihat bahwa penguatan tenaga kerja tidak hanya bergantung pada pelatihan. Ada kebutuhan untuk membangun ekosistem yang saling terhubung, mulai dari peningkatan kemampuan, sertifikasi, hingga peluang kerja yang benar-benar tersedia di pasar.

Dalam kerangka itu, sertifikasi kompetensi menjadi jembatan penting setelah magang selesai. Peserta tidak hanya membawa pengalaman langsung di tempat kerja, tetapi juga bukti formal atas keterampilan yang sudah ditempa dan diakui melalui standar yang lebih resmi.

Source: jatim.antaranews.com
Exit mobile version