Seribuan Juru Sembelih Disiapkan DMI Jatim, Standar Kurban Halal Dan Aman Diperketat Se-Jatim

Persiapan kurban di masjid-masjid Jawa Timur tahun ini tidak hanya menunggu hari pelaksanaan. Dewan Masjid Indonesia Jawa Timur memilih menguatkan kesiapan sejak awal dengan menyiagakan 1.000 jagal hewan kurban agar proses penyembelihan berjalan halal, aman, bersih, dan sehat.

Langkah itu dibuat untuk menjawab kebutuhan panitia kurban di banyak masjid sekaligus menjaga keseragaman pemahaman di lapangan. Karena itu, DMI Jatim menggabungkan edukasi, deklarasi, dan apel dalam satu rangkaian kegiatan di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya.

Penguatan untuk panitia masjid

Rangkaian kegiatan tersebut melibatkan perwakilan lebih dari 200 masjid se-Jawa Timur yang hadir secara online dan offline. DMI Jatim memandang bekal pengetahuan yang sama penting agar panitia kurban tidak bekerja dengan cara yang berbeda-beda saat Idul Adha tiba.

Direktur Halal Center DMI Jatim, DR Hj Siti Nur Husnul Yusmiati STP., M.Kes, menjelaskan bahwa kegiatan itu tidak berhenti pada apel dan deklarasi. Para peserta juga menerima pemahaman tentang prinsip sembelihan halal thoyyib, adab penyembelihan, serta manajemen kesejahteraan hewan.

Materi yang diberikan juga disertai simulasi dan pembahasan pencegahan risiko bahaya dalam pelaksanaan kurban. Hal ini mencakup antisipasi kejadian seperti hewan lepas dan tali putus yang dibahas bersama para pakar dari Dinas Peternakan Jawa Timur, DMI Jatim, dan DPW Juleha Jatim.

Dalam sudut pandang syariah, penyembelihan harus dilakukan dengan hati-hati dan tidak kasar terhadap hewan. Alat yang dipakai juga harus tajam supaya proses berlangsung cepat dan hewan tidak tersiksa.

Deklarasi kesiapan pengawasan kurban

Di tengah rangkaian kegiatan yang menggandeng Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur itu, DPW Juru Sembelih Halal Jatim membacakan deklarasi kesiapan mengawal penyembelihan hewan kurban 1447 H. Isi deklarasi menegaskan komitmen untuk menjaga proses kurban agar tetap halal, aman, bersih, dan sehat.

Siti Nur Husnul menegaskan bahwa edukasi ini diarahkan kepada pemuda masjid dan pengurus DMI se-Jawa Timur. Menurut dia, pemahaman tentang penyembelihan hewan yang sesuai syariah dan benar perlu terus diperkuat agar menjadi kegiatan rutin tahunan di lingkungan masjid.

Penguatan kapasitas juru sembelih menjadi bagian penting dalam menjaga mutu pelaksanaan kurban di Jawa Timur. Dengan bekal yang lebih seragam, panitia masjid diharapkan bisa menjalankan penyembelihan dengan lebih tertib dan terukur.

Dukungan dari pemerintah daerah

Dari sisi pemerintah daerah, perwakilan Biro Perekonomian Pemprov Jatim, Widodo, memberi apresiasi terhadap kegiatan yang digagas Halal Center PW DMI sebagai inisiator. Ia menilai penyembelihan Idul Adha memang memerlukan kesungguhan dalam persiapan supaya pelaksanaannya berjalan baik dan selamat.

Poin teknis juga mendapat perhatian dalam agenda ini. Pemateri dari Dinas Peternakan, drh Iswahyudi dan drh Rinna, menekankan pentingnya tata laksana kesejahteraan hewan serta handling daging.

Penekanan tersebut melengkapi edukasi yang sudah diberikan kepada peserta. Tujuannya agar kurban tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga tertib dan higienis untuk dikonsumsi.

Dengan keterlibatan unsur masjid, pemerintah daerah, dan komunitas juru sembelih halal, DMI Jatim mendorong standar penyembelihan yang lebih rapi dan aman di masjid-masjid Jawa Timur. Persiapan itu menjadi langkah awal agar pelaksanaan kurban di tingkat masjid dapat berjalan sesuai tuntutan syariah dan kebutuhan kesehatan masyarakat.

Source: redaksi.duta.co

Baca Juga

Back to top button