Serangan besar Rusia ke Kyiv tidak hanya soal jumlah rudal dan drone yang dilepaskan, tetapi juga soal dampak yang merembet ke wilayah sipil. Dalam satu malam, ibu kota Ukraina diguncang ledakan di banyak titik, kebakaran meluas, dan sedikitnya dua orang dilaporkan tewas.
Pemerintah Ukraina menyebut gelombang serangan itu sebagai salah satu yang paling berat sejak perang dimulai. Warga yang berada di lapangan menggambarkan situasi yang kacau dan menegangkan, sementara kerusakan tersebar di permukiman, sekolah, pasar, hingga area dekat gedung pemerintahan.
Serangan menyebar ke banyak lokasi
Angkatan Udara Ukraina mengatakan serangan tersebut melibatkan sekitar 600 drone serang dan 90 rudal yang ditembakkan dari udara, laut, dan darat. Dari jumlah itu, militer Ukraina menyebut 549 drone dan 55 rudal berhasil dijatuhkan atau diganggu oleh pertahanan udara.
Meski begitu, serangan tetap menimbulkan kerusakan besar di Kyiv. Sekitar 19 rudal lain dilaporkan tidak mencapai sasaran, tetapi ledakan dan kebakaran tetap terjadi di sejumlah titik kota.
Ledakan dilaporkan muncul di area yang sangat beragam, termasuk dekat gedung pemerintahan, permukiman warga, sekolah, dan pasar. Serangan itu juga memicu kebakaran besar yang masih berlangsung hingga pagi hari setelah serangan.
Oreshnik kembali digunakan
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut Rusia kembali memakai rudal balistik hipersonik Oreshnik dalam serangan itu. Menurutnya, ini menjadi penggunaan ketiga sejak perang berlangsung selama empat tahun terakhir.
Zelenskyy mengatakan rudal yang dapat membawa hulu ledak nuklir maupun konvensional itu menghantam wilayah Bila Tserkva di kawasan Kyiv. Kementerian Pertahanan Rusia kemudian mengonfirmasi penggunaan Oreshnik dan menyatakan sasaran serangan adalah fasilitas militer Ukraina.
Moskow juga menyebut aksi tersebut sebagai balasan atas serangan sebelumnya. Pernyataan itu menambah ketegangan di tengah gelombang serangan yang langsung terasa di ibu kota Ukraina.
Dampak terasa di kawasan sipil
Kerusakan dilaporkan terjadi di sedikitnya 50 titik di Kyiv. Bangunan perumahan, pusat perbelanjaan, sekolah, dan sejumlah fasilitas umum termasuk di antara lokasi yang terdampak.
Situasi ini menunjukkan bahwa serangan tidak hanya menjangkau objek militer. Kawasan sipil yang padat penduduk ikut terkena dampak, dan banyak warga harus bertahan di tengah suara ledakan dan api yang menyebar.
Sejumlah saksi mata memberi gambaran betapa kerasnya malam itu. Svitlana Onofryichuk menyebutnya sebagai malam yang mengerikan dan mengatakan belum pernah mengalami hal seperti itu sepanjang perang.
Warga lain, Yevhen Zosin, mengatakan ledakan beruntun membuat dirinya dan anjingnya terpental. Ia menyebut apartemennya hancur setelah ledakan kedua mengguncang area tempat tinggalnya.
Kecaman datang dari Eropa
Serangan besar ke Kyiv juga memicu reaksi keras dari negara-negara Eropa yang menjadi sekutu Ukraina. Mereka mengecam tindakan tersebut dan menyerukan tekanan internasional yang lebih kuat terhadap Rusia.
Pemerintah Albania bahkan melaporkan bahwa kediaman duta besarnya di Ukraina ikut terkena dampak. Otoritas negara itu menyebut insiden tersebut sebagai eskalasi serius.
Rangkaian serangan ini kembali menyoroti besarnya ancaman rudal dan drone dalam perang yang masih berlangsung. Di Kyiv, dampaknya tidak berhenti pada fasilitas strategis, tetapi juga merusak rumah, sekolah, dan ruang hidup warga sipil di jantung ibu kota Ukraina.
Source: www.beritasatu.com




