Polisi Yakin Weston Pergi Sendiri, Keluarga Auburn Tetap Berharap Ia Ditemukan

Pencarian terhadap James “Weston” Higginbotham terus menarik perhatian karena keluarga masih yakin mahasiswa Auburn University itu belum tentu benar-benar hilang tanpa jejak. Di sisi lain, polisi Jepang melihat ada kemungkinan kuat Weston pergi dengan sengaja setelah sempat berada bersama keluarganya di Jepang.

Weston, yang berusia 20 tahun dan menempuh jurusan biosystems engineering, terakhir terlihat pada 29 Mei saat bepergian bersama keluarganya. Sejak 25 Mei, ia memang sedang berada dalam perjalanan keluarga sebelum kemudian dilaporkan hilang.

Keluarga menyebut Weston terakhir terlihat di kamar hotel setelah sempat terlibat pertengkaran kecil. Ibunya, Nancy, mengatakan Weston hanya membutuhkan waktu sendiri, dan keluarga juga sempat merasa perlu memberinya jarak sejenak.

Menurut CNN, perselisihan itu berkaitan dengan penggunaan ChatGPT untuk membantu navigasi selama perjalanan. Setelah itu, Weston terlihat di Kyoto train station pada 29 Mei sekitar pukul 20.15 waktu setempat, sebelum polisi setempat mengonfirmasi bahwa ia turun di stasiun Yamashina pada malam yang sama.

Nancy mengatakan Weston tidak memberi tahu orang tuanya hendak pergi ke mana. Namun, keluarga sempat menduga ia bergerak ke area perbukitan karena Weston memang suka mendaki dan ada jalur hiking di dekat lokasi tersebut.

“Tidak biasa bagi Weston untuk menenangkan diri dengan pergi ke hutan dan sekadar menjelajah,” kata Nancy kepada CNN. Ia juga menambahkan bahwa putranya mungkin tersesat di area hutan.

Setelah itu, ponsel Weston kehilangan jaringan pada pukul 20.29, menurut Nancy. Keluarga berulang kali mengirim pesan, tetapi pesan itu tidak terkirim, dan lokasi ponselnya juga dimatikan.

Ayahnya, Keith, menduga Weston sengaja mematikan ponselnya. Ia menilai putranya mungkin ingin sendiri setelah merasa terlalu banyak menerima pesan pertanyaan dari keluarga.

Sejak saat itu, Weston belum terlihat atau terdengar lagi. Pada unggahan Facebook 2 Juni, Nancy mengatakan ia dan suaminya terus aktif mencari Weston meski badai topan yang melintas di wilayah itu menghambat upaya pencarian.

Polisi setempat menyebut kasus ini sebagai orang hilang, bukan kasus kriminal. Mereka mengakui keberadaan Weston di pegunungan saat badai memang menimbulkan kekhawatiran, tetapi juga menilai ada kemungkinan ia tidak berada di sana saat itu.

Kyoto Prefectural Police mengatakan kepada ABC News bahwa mereka menilai sangat mungkin Weston pergi dari keluarganya secara sengaja. Meski begitu, mereka tetap khawatir karena Weston tidak bisa berbahasa Jepang, dan sejauh ini belum ada bukti yang mengarah pada tindak kriminal.

Pencarian di lapangan terus dilakukan dengan tim K-9 dan helikopter yang menyisir pegunungan serta jalur pendakian di Kyoto. Upaya itu dijadwalkan berlanjut pada Jumat, 5 Juni.

Auburn University menyatakan pihaknya mengetahui mahasiswanya dilaporkan hilang saat bepergian di Jepang bersama keluarga. Kampus menyampaikan simpati kepada Weston dan keluarganya, serta mengatakan pejabat universitas telah menghubungi keluarga dan menawarkan bantuan.

Universitas itu juga menegaskan tidak memiliki komentar lebih lanjut demi menghormati privasi keluarga dan proses pencarian yang masih berlangsung. Weston digambarkan memiliki tinggi 6 kaki 1 inci, rambut pirang panjang, dan mata biru.

Saat terakhir terlihat, ia mengenakan kaus putih bertuliskan “Save the Bees” di bagian belakang serta celana korduroi warna lavender. Pada 4 Juni, Nancy menulis bahwa keluarga percaya “masih ada harapan.”

Ia juga mengatakan area yang diyakini menjadi lokasi hilangnya Weston memiliki banyak air dan sedikit buah beri. Dalam wawancara dengan Fox News, Nancy mengatakan putranya cukup kuat untuk bertahan enam hari di alam liar, sambil menegaskan keyakinannya bahwa Weston masih bisa ditemukan.

Baca Juga

Back to top button