Di antara deretan pelabuhan yang disinggahi dalam misi Southern Seas 2026, Port of Kingston, Jamaika, menempati posisi yang paling menyita perhatian. USS Nimitz datang dengan status yang tidak biasa: kapal induk nuklir ini semakin dekat ke akhir masa tugasnya, dan sandar di ibu kota Jamaika dapat menjadi port of call luar negeri terakhir sebelum dipensiunkan.
Kapal bernomor lambung CVN-68 itu sudah berlayar sejak diresmikan pada Mei 1975. Dengan usia hampir 52 tahun, USS Nimitz telah lama menyandang status sebagai kapal induk aktif tertua milik Angkatan Laut AS.
Perjalanan menuju Karibia menandai fase penutup yang makin jelas bagi kapal tersebut. USS Nimitz meninggalkan Naval Base Kitsap di Bremerton, Washington, pada Maret, seiring perpindahan home port ke Naval Station Norfolk, Virginia, yang menandai tahap akhir perjalanan operasionalnya.
Rute yang ditempuh juga menunjukkan besarnya skala operasi kapal induk ini. Karena terlalu besar untuk melewati Terusan Panama dari Pasifik ke Atlantik, Nimitz harus mengitari Amerika Selatan lewat Selat Magellan pada akhir April.
Selama berada di bawah tanggung jawab U.S. Southern Command, USS Nimitz telah singgah di sejumlah negara Amerika Latin. Kapal ini juga terlibat dalam latihan maritim gabungan bersama mitra Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Kedutaan Besar AS di Jamaika menyebut Kingston kemungkinan menjadi pelabuhan asing terakhir dalam rangkaian tur yang digambarkan sebagai misi “multinational goodwill.” Karena itu, kunjungan ke Jamaika terasa sebagai penutup yang hening bagi kapal yang sudah puluhan tahun mengelilingi berbagai teater operasi.
Di Kingston, pejabat pemerintah, anggota Jamaica Defense Force, dan mahasiswa dari universitas setempat dijadwalkan naik ke kapal untuk melihat langsung operasi kapal induk. Awak kapal juga akan mendapat kesempatan turun ke darat selama masa sandar di ibu kota Jamaika.
Chargé d’Affaires Scott Renner menyebut kunjungan kapal induk AS ke Jamaika sebagai tonggak penting dalam kemitraan lama kedua negara. Ia menilai kunjungan itu bukan hanya menyangkut kerja sama maritim dan keamanan regional, tetapi juga membuka peluang hubungan antarmanusia dan manfaat ekonomi bagi komunitas lokal.
Dalam sepekan terakhir, USS Nimitz juga menerima delegasi dari Trinidad dan Tobago, Suriname, Guyana, dan Grenada. Pertemuan itu disebut sebagai salah satu kemungkinan dialog terakhir dengan pejabat asing ketika kapal masih berada di laut.
Menteri Pertahanan Trinidad dan Tobago Wayne Sturge menggambarkan kunjungan ke kapal tersebut sebagai pengalaman yang sangat berkesan. Ia mengatakan tur itu membantu negaranya memahami lebih baik apa yang dilakukan AS sekaligus memperdalam hubungan antara Trinidad dan Tobago dengan Amerika Serikat.
Kehadiran USS Nimitz di Laut Karibia juga beriringan dengan pengumuman Departemen Kehakiman AS yang menjerat mantan Presiden Kuba Raúl Castro dan pejabat Kuba lainnya atas peran mereka dalam insiden 24 Februari 1996. Insiden itu menewaskan dua pesawat sipil AS tak bersenjata dari Brothers to the Rescue.
USS Nimitz menjadi kapal induk Angkatan Laut AS pertama yang beroperasi di kawasan itu sejak USS Gerald R. Ford dikerahkan ke Timur Tengah pada Februari. Penugasan rekor USS Gerald R. Ford berakhir dua pekan lalu saat kapal induk terbaru dan terbesar itu kembali ke Norfolk.
Angkatan Laut AS belum mengumumkan berapa lama USS Nimitz akan tetap berada di Karibia, dan belum ada jadwal port call lanjutan. Namun kehadiran militer AS di kawasan itu masih dipertahankan lewat Operation Southern Spear, misi interdiksi narkotika di Karibia dan Pasifik timur.
Jumlah kehadiran Angkatan Laut AS di kawasan itu diperkirakan sedikit berkurang pada Juni. Sebelumnya diumumkan bahwa USS Iwo Jima, USS Fort Lauderdale, dan 22nd Marine Expeditionary Unit juga akan kembali ke Naval Station Norfolk setelah penugasan 10 bulan.
Di sisi lain, USS Kearsarge yang sedang mempersiapkan pengerahan pada 2026 diperkirakan dapat segera menggantikan USS Iwo Jima dan kelompok amfibi yang menyertainya. Jika ketegangan dengan Kuba meningkat, USS Nimitz bisa tetap berada di Karibia setidaknya sampai LHD-3 tiba dalam beberapa minggu mendatang.





