Samsung Dan Google Makin Dekat, AI Di Perangkat Kita Siap Naik Kelas Lagi

Korea Selatan sedang menjadi panggung penting bagi strategi AI Google, dan Samsung tampak berada di pusatnya. Pertemuan tertutup antara petinggi Google DeepMind dan jajaran Samsung memunculkan sinyal bahwa kerja sama kedua perusahaan ini tidak lagi sebatas urusan komponen, melainkan bisa meluas ke arah yang jauh lebih strategis.

Yang membuat pertemuan itu menarik adalah konteksnya yang datang berdekatan dengan langkah Google memperdalam pijakan AI di Korea Selatan. Di saat industri AI bergerak cepat, kehadiran Demis Hassabis bersama para petinggi Samsung memunculkan pertanyaan besar tentang seberapa jauh hubungan keduanya akan berkembang di perangkat konsumen, Android XR, dan teknologi pendukungnya.

Samsung berada di titik temu yang penting

Dalam lawatan tersebut, Hassabis bertemu chairman Samsung Lee Jae-yong. Ia juga berdiskusi dengan Presiden dan Kepala Device Experience Samsung Roh Tae-moon serta VP Mobile Experience Kim Jung-hyun.

Isi pembicaraan memang tidak dibuka ke publik. Namun, laporan lokal menyebut salah satu topik yang ikut dibahas adalah pasokan high-bandwidth memory untuk prosesor Tensor milik Google.

Topik ini penting karena Tensor menjadi fondasi berbagai pengalaman AI Google di perangkat konsumen. Jika jalur pasokan memori canggih ikut masuk ke pembahasan, peran Samsung dalam rantai teknologi AI Google bisa menjadi lebih besar dari sekadar mitra perangkat keras biasa.

Isyarat kemitraan yang lebih luas

Selain isu komponen, perhatian terbesar justru tertuju pada kemungkinan kerja sama yang lebih lebar. Sumber lokal lain menyebut agenda pertemuan itu bisa mencakup kemitraan yang lebih luas dengan Samsung, dan ini dinilai sangat mungkin terkait dengan kerja sama Google dan Samsung di Android XR.

Kaitannya terlihat masuk akal karena Samsung disebut sedang menuju pengumuman smartglasses pertamanya. Perangkat itu diperkirakan menggunakan platform Android XR, sehingga pertemuan dengan Hassabis sulit dipisahkan dari arah strategi AI dan komputasi imersif yang sedang dibangun Google.

Dengan posisi Samsung di perangkat konsumen, platform Android, dan semikonduktor, pertemuan itu memberi kesan bahwa Google sedang merangkai ekosistem yang lebih rapat untuk fase berikutnya. Di titik ini, Samsung tampak bukan hanya sebagai pemasok, tetapi juga mitra yang bisa ikut membentuk pengalaman perangkat AI baru.

Langkah Google memperkuat fondasi di Korea

Sebelum bertemu jajaran Samsung, Hassabis lebih dulu menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Sains Korea Selatan atas nama Google. Kesepakatan itu membentuk kemitraan untuk memajukan inisiatif AI dan membuka Google AI campus di dekat Seoul.

Fasilitas tersebut akan menjadi basis operasional bagi kemitraan yang baru dibangun. Dalam acara penandatanganan, Hassabis menekankan bahwa perkembangan AI berlangsung sangat cepat, bahkan menurutnya era agentic AI datang lima tahun lebih cepat dari perkiraannya.

Ia juga menggambarkan fase saat ini sebagai masa transformasi besar. Menurut Hassabis, dampaknya akan 10 kali lebih besar dari Revolusi Industri dan bergerak 10 kali lebih cepat.

Pertemuan yang tak berhenti di Samsung

Lawatan ini tidak hanya menyentuh Samsung. Hassabis juga bertemu LG, Hyundai, dan SK Hynix, yang memperlihatkan bahwa Google ingin merangkul ekosistem Korea Selatan secara lebih luas.

Dengan Hyundai, pembahasannya mencakup rencana penyediaan mobil listrik Ioniq 5 untuk Waymo, perusahaan robotaxi milik Alphabet, induk Google. Dengan LG, pembicaraan menyentuh kerja sama pada model AI ExaOne, sementara pertemuan dengan SK Hynix menegaskan pentingnya infrastruktur komputasi AI dan komponen memori dalam agenda Google.

Rangkaian pertemuan itu menunjukkan bahwa Google tidak datang hanya untuk satu jalur kerja sama. Yang terlihat justru upaya membangun jaringan industri yang mencakup model AI, kendaraan, perangkat pintar, dan memori berperforma tinggi sekaligus.

Simbol kuat dari kunjungan yang jarang terjadi

Hassabis disebut melakukan kunjungan ke Korea Selatan untuk pertama kalinya dalam satu dekade. Momen ini juga punya lapisan simbolis karena berdekatan dengan sejarah penting AI modern.

Pada pertengahan Maret 2016, AI buatan DeepMind mengalahkan juara dunia Lee Se-dol dalam permainan Go. Dalam unggahan LinkedIn, Hassabis menyebut pertandingan itu “legendary” dan mengatakan kemenangan tersebut menandai awal era AI modern yang kini diakui luas.

Penandatanganan nota kesepahaman dengan pemerintah Korea Selatan juga dilakukan di Four Seasons Hotel, lokasi pertandingan bersejarah itu digelar. Hassabis dijadwalkan bertemu Lee lagi dalam acara Google for Korea 2026 pada 29 April.

Semua rangkaian tersebut membuat Korea Selatan tampak mendapat posisi khusus dalam peta ekspansi AI Google. Di tengah pembicaraan dengan Samsung, penguatan kerja sama pemerintah, dan dialog dengan perusahaan teknologi besar lain, arah besarnya terlihat semakin jelas: Google sedang menyiapkan fondasi yang dapat memengaruhi chip, perangkat AI, dan platform XR secara bersamaan.

Source: www.androidpolice.com

Baca Juga

Back to top button