Samsung sedang menyiapkan langkah baru di pasar perangkat wearable dengan kacamata AI yang ditujukan bukan hanya untuk dipakai, tetapi juga untuk menunjang aktivitas harian. Produk ini diberi label “intelligent eyewear” dan dijadwalkan meluncur pada akhir tahun ini.
Arah pengembangannya cukup jelas sejak awal. Samsung ingin kacamata ini terasa seperti aksesori yang menyatu dengan gaya, sambil tetap membawa fungsi AI yang terhubung erat dengan ekosistem Galaxy.
Fokusnya bukan sekadar teknologi
Di perangkat ini, AI menjadi inti utama, bukan fitur tambahan. Samsung menegaskan kacamata tersebut dirancang agar pengalaman AI bisa hadir secara lebih alami saat pengguna bergerak, bukan hanya ketika berada di depan layar.
Jay Kim, Executive Vice President and Head of Customer Experience Office in Mobile eXperience Business Samsung, menyebut perangkat ini sebagai bagian penting dari visi AI Samsung. Ia juga menjelaskan bahwa tiap perangkat akan dioptimalkan sesuai bentuknya masing-masing agar pengalaman AI yang dihadirkan tetap relevan.
Pendekatan itu menunjukkan Samsung tidak ingin membuat produk yang hanya menonjolkan spesifikasi. Perusahaan justru menempatkan kenyamanan pakai dan kegunaan sehari-hari sebagai bagian dari identitas produk.
Dua desain, dua karakter
Samsung sudah memperlihatkan dua rancangan berbeda lewat kerja sama dengan Warby Parker dan Gentle Monster. Langkah ini menegaskan bahwa perusahaan ingin masuk ke wilayah yang sama pentingnya antara perangkat teknologi dan fesyen.
Model dari Warby Parker belum memiliki nama resmi. Dari gambar awal yang dibagikan Samsung, desainnya terlihat mirip bingkai Dominic milik Warby Parker, dengan rim tebal, bridge keyhole, dan kamera di salah satu sudut frame.
Warna yang ditampilkan untuk model tersebut adalah hitam mengilap. Secara visual, desain ini terasa aman dan dekat dengan bentuk kacamata klasik yang mudah diterima banyak pengguna.
Sementara itu, rancangan Gentle Monster tampil lebih berani. Bingkainya lebar, berbentuk oval, dan juga menggunakan warna hitam mengilap yang memberi kesan modis sekaligus tegas.
Fitur yang sudah diumumkan
Samsung sudah mengungkap sejumlah kemampuan yang akan dibawa kacamata ini. Daftarnya mencakup kamera, terjemahan AI secara real-time, ringkasan teks, akses ke Gemini saat bepergian, integrasi dengan ekosistem Galaxy, serta navigasi heads-up.
Ada satu hal penting yang perlu dicatat dari generasi pertamanya. Samsung tampaknya belum memasang layar di lensa, sehingga pengalaman yang disediakan lebih bergantung pada audio dibanding tampilan visual langsung.
Pilihan itu membuat produk ini tetap dekat dengan konsep kacamata harian. Di saat yang sama, Samsung tetap menyematkan fitur-fitur yang terasa ambisius untuk ukuran perangkat yang dipakai ringan.
Peluncuran bertahap dan pasar awal terbatas
Samsung berencana memperkenalkan perangkat ini lebih luas bertepatan dengan Google I/O 2026. Momen tersebut dipandang strategis karena Google juga diperkirakan akan memaparkan perkembangan lanjutan soal Android XR dan kacamata pintarnya sendiri.
Informasi tambahan mengenai produk ini disebut akan diumumkan dalam beberapa bulan ke depan. Setelah itu, perangkat ini akan masuk toko pada musim gugur, meski tahap awalnya hanya tersedia di pasar tertentu yang belum disebutkan.
Strategi tersebut memberi kesan Samsung ingin membaca respons pasar terlebih dahulu. Dengan dua desain sekaligus, perusahaan juga memiliki ruang untuk melihat pendekatan mana yang paling menarik bagi pengguna.
Menuju persaingan yang lebih ketat
Masuknya Samsung ke kategori ini langsung menempatkannya berhadapan dengan Ray-Ban Meta. Produk Meta sudah lebih dulu dikenal karena memadukan desain yang familier dengan kamera dan fungsi AI.
Samsung mencoba membangun pembeda lewat kombinasi ekosistem Galaxy, akses ke Gemini, dan kerja sama desain dengan dua nama besar di dunia kacamata. Dengan begitu, “intelligent eyewear” ini tidak hanya diposisikan sebagai perangkat pintar, tetapi juga sebagai aksesori yang punya nilai gaya.
Walau detailnya belum lengkap, arah produk ini sudah cukup terbaca. Samsung tampak ingin membawa AI ke format yang lebih personal, praktis, dan tetap layak dipakai sehari-hari.
Source: www.androidpolice.com




