Saling Tawar Iran Dan AS Kian Buntu, Gencatan Senjata Disebut Tinggal Seumur Jagung

Tekanan terhadap gencatan senjata Iran dan Amerika Serikat kian terasa setelah kedua pihak kembali saling mengajukan syarat yang sulit dipertemukan. Di tengah jalur diplomasi yang masih terbuka, Tehran sudah menyampaikan balasan atas proposal damai terbaru Washington melalui Pakistan, tetapi tanda-tanda terobosan belum terlihat.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan balasan itu telah diteruskan kepada pihak Amerika lewat mediator Pakistan. Ia juga menegaskan Iran tetap siap menghadapi segala kemungkinan bila konflik kembali memanas.

Tuntutan Tehran dan Washington belum bertemu

Masalah utama tetap sama, yakni jarak yang lebar antara tuntutan masing-masing pihak. Iran masih menuntut pembebasan aset yang dibekukan di luar negeri dan pencabutan sanksi, dua poin yang disebut Baghaei terus dipertahankan tim negosiasi Iran dalam setiap putaran pembicaraan.

Tehran juga meminta kompensasi atas kerusakan akibat perang, penghentian blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, serta berakhirnya pertempuran di semua front, termasuk Lebanon. Di sisi lain, Washington mendesak Iran membongkar program nuklirnya dan mencabut pembatasan efektif atas Selat Hormuz.

Sebelum perang, Selat Hormuz menjadi jalur yang mengalirkan seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia. Karena itu, posisi jalur strategis tersebut ikut menjadi salah satu titik paling sensitif dalam pembicaraan yang masih berlangsung.

Perundingan makin tersendat di tengah gencatan senjata rapuh

Dalam beberapa pekan terakhir, Washington dan Tehran saling bertukar sejumlah proposal saat gencatan senjata yang rapuh sempat menghentikan pertempuran selama enam minggu. Namun, pembahasan yang dimediasi Pakistan itu kini dilaporkan tersendat, dan Presiden Donald Trump bahkan menyebut gencatan senjata berada dalam kondisi “on life support”.

Menurut Fars, Washington pada Minggu mengajukan lima poin yang menegaskan AS hanya akan menghentikan permusuhan bila Tehran masuk ke negosiasi damai formal. Daftar itu juga memuat tuntutan agar Iran hanya mempertahankan satu fasilitas nuklir yang beroperasi dan memindahkan stok uranium yang sangat diperkaya ke AS.

Pada saat yang sama, proposal sebelumnya dari Iran menekankan penghentian perang di semua front, termasuk kampanye Israel di Lebanon. Tehran juga menuntut agar blokade laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran yang sudah berlaku sejak 13 April dihentikan.

Fars melaporkan bahwa proposal Iran itu menegaskan Tehran akan tetap mengelola Selat Hormuz. Jalur energi strategis tersebut disebut Iran pertahankan tetap tertutup secara luas sejak perang dimulai.

Tekanan politik dan militer ikut meningkat

Selain perbedaan tuntutan, tekanan politik dan militer juga terus bertambah. Fars menyebut AS menolak melepas “bahkan 25 persen” dari aset Iran yang dibekukan atau membayar reparasi atas kerusakan perang.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Senin mengatakan ia akan mendesak para menteri keuangan G7 mengikuti rezim sanksi AS. Langkah itu ditujukan untuk menjauhkan pendanaan dari apa yang ia sebut sebagai “mesin perang” Iran.

Tekanan dari Gedung Putih juga terlihat lewat unggahan Trump di Truth Social pada akhir pekan. Ia menulis bahwa “the Clock is Ticking” bagi Iran dan memperingatkan Tehran harus bergerak cepat, “atau tidak akan ada yang tersisa dari mereka”.

Axios melaporkan Trump dijadwalkan bertemu para penasihat keamanan nasional utama pada Selasa untuk membahas opsi melanjutkan aksi militer. Mohamad Elmasry, profesor studi media di Doha Institute of Graduate Studies, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa ia meyakini AS akan melanjutkan perang terhadap Iran dalam satu atau dua hari ke depan.

Elmasry menilai Trump berada di bawah tekanan dari berbagai arah, termasuk dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan dari pihak-pihak yang sangat hawkish di dalam pemerintahannya. Baghaei sendiri menegaskan Iran siap merespons dengan tepat terhadap “bahkan kesalahan sekecil apa pun” dari pihak lawan.

Exit mobile version