Konsumen muda menjadi sasaran utama dari langkah baru Seres Group melalui merek mobil bernama Saidou. Alih-alih sekadar melahirkan lini kendaraan baru, grup otomotif asal China itu menempatkan kecerdasan buatan sebagai pembeda utama sejak awal pengembangan.
Saidou Technology dibangun bersama Volcano Engine, platform cloud dan AI milik ByteDance, induk TikTok. Melalui kerja sama ini, Seres ingin menghadirkan merek mobil yang kuat di pengalaman pengguna berbasis AI dan tidak hanya bergantung pada pendekatan kendaraan pintar yang sudah umum di pasar.
Model perdana Saidou disebut sedang dipersiapkan untuk meluncur dalam tahun ini. Kendaraan tersebut diperkirakan hadir dalam format crossover, yakni model yang berada di antara SUV dan sedan, dengan opsi powertrain listrik murni hingga EREV.
Fokus utama merek ini bukan semata pada tenaga penggerak, melainkan pada kokpit AI canggih dan kemampuan model bahasa besar dari Volcano Engine. Arah tersebut membuat Saidou tampil berbeda dari pemain lain, termasuk Aito yang mengandalkan solusi mengemudi cerdas Qiankun dari Huawei.
Pabrik Seres Phoenix jadi tempat produksi awal
Rencana produksi model pertama Saidou diarahkan ke pabrik Seres Phoenix. Fasilitas itu saat ini sedang menjalani perbaikan, sehingga persiapan peluncuran berjalan seiring dengan pembenahan sisi manufaktur.
Selain menyiapkan produk, Saidou juga disusun dengan jalur distribusi yang lebih terpisah. Merek ini disebut akan memiliki saluran penjualan khusus untuk pasar domestik dan internasional.
Strategi itu menunjukkan bahwa Seres tidak hanya menargetkan pasar dalam negeri. Dengan saluran penjualan yang berbeda, merek baru ini disiapkan untuk bergerak lebih fleksibel saat masuk ke pasar luar China.
Restrukturisasi besar di balik lahirnya Saidou
Kelahiran Saidou tidak berdiri sendiri karena ada perubahan besar pada struktur bisnis yang melatarbelakanginya. Pada 29 Mei, Chongqing Landian Technology resmi berganti nama menjadi Chongqing Saidou Technology.
Pada saat yang sama, Seres juga melepas kepemilikan saham pengendali di entitas tersebut. Porsi kepemilikannya turun menjadi sekitar 32,96 persen, sementara platform Shapingba yang didukung pemerintah menjadi pemegang saham terbesar dengan porsi 34,50 persen.
Perubahan ini ditujukan untuk mengoptimalkan aset Seres. Langkah tersebut juga diarahkan untuk menghapus bisnis lama yang merugi dari laporan keuangan konsolidasinya.
Peluang ekspansi ke luar China
Arah baru Saidou ikut membuka ruang bagi ekspansi internasional. Indonesia disebut berpeluang menjadi salah satu destinasi, terutama karena merek Seres sendiri sudah lebih dulu hadir di Tanah Air dengan satu model.
Seres juga berencana memperluas lini produknya di Indonesia. Kehadiran merek baru berbasis AI ini dapat menjadi lapisan strategi tambahan bagi perusahaan saat memperkuat posisi di pasar luar negeri.
Dengan kombinasi teknologi ByteDance, fokus pada kendaraan listrik, dan saluran penjualan terpisah, Saidou disiapkan sebagai identitas baru yang lebih segar. Targetnya tetap jelas: konsumen yang lebih muda, aktif, dan terbiasa dengan pengalaman digital yang lebih canggih.
Source: voi.id




