Saat Investor Tak Bisa Keluar, Keluarga Trump Tetap Raup Dana Dari Token WLFI

Di tengah pasar kripto yang melemah, proyek World Liberty Financial milik keluarga Trump justru menjadi sorotan bukan karena inovasi produknya, melainkan karena aliran nilai yang mengarah ke lingkar pendirinya. Di saat banyak pembeli token WLFI tidak memiliki jalan keluar yang jelas, proyek itu tetap melanjutkan penjualan dan mengarahkan hasilnya ke entitas yang terhubung dengan keluarga Trump.

Struktur ini memunculkan pertanyaan yang lebih besar tentang siapa yang sebenarnya diuntungkan dari proyek tersebut. World Liberty Financial mengumpulkan lebih dari $550 juta melalui dua putaran pendanaan, namun langkah setelah penutupan putaran itu tidak dijelaskan secara memadai kepada publik.

Token yang terkunci, dana yang tetap bergerak

Bagi investor awal, masalah terbesar justru datang dari aturan pembatasan yang membuat kepemilikan mereka sulit diuangkan. Tahun lalu, mereka hanya diberi kesempatan menjual 20% dari token yang dimiliki, padahal token itu dibeli dengan harga serendah 5 sen.

Sisa token tetap terkunci tanpa jadwal pembukaan yang jelas sejak awal. Kondisi itu berbeda dari banyak penjualan token lain yang biasanya memberi gambaran kapan investor bisa mulai keluar dari posisi mereka.

Sementara investor menunggu kepastian, harga WLFI di pasar terbuka justru melemah. Token itu diperdagangkan di bawah 6 sen pada pekan ini dan mencatat posisi terendah baru dalam perdagangan terbuka.

Eswar Prasad, profesor di Cornell University, menilai situasi ini janggal. Ia menyebutnya terasa “surreal” karena keluarga Trump meraup keuntungan dari kendaraan keuangan yang memuat konflik kepentingan mencolok, sementara investor lain justru diblokir dari peluang menikmati kenaikan nilai.

Penjualan tambahan ke pembeli privat

Di luar dua putaran pendanaan awal, proyek ini juga menjual tambahan 5,9 miliar token kepada investor privat terakreditasi. Transaksi bernilai ratusan juta dolar itu disebut sebagai penjualan “white glove”, tetapi perusahaan tidak mengungkap siapa pembelinya.

World Liberty juga tidak menjelaskan ke mana dana dari transaksi tersebut mengalir. Padahal, sebagian besar hasil penjualan diarahkan ke entitas yang berafiliasi dengan para pendiri proyek.

Di situsnya, World Liberty menyebut DT Marks DEFI LLC, entitas yang terkait dengan Donald Trump dan sejumlah anggota keluarganya, berhak atas 75% hasil penjualan token WLFI setelah dikurangi cadangan dan biaya yang disepakati. DT Marks dan sejumlah anggota keluarga Trump juga memegang 22,5 miliar token WLFI.

Data tata kelola yang memicu pertanyaan

Kekhawatiran atas struktur itu menguat setelah pemeriksaan data tata kelola oleh Tokenomist.ai atas permintaan Bloomberg. Platform tersebut menemukan jumlah token yang tercatat untuk alokasi pendiri, tim, penasihat, dan mitra naik tanpa penjelasan yang jelas.

Ketiadaan penjelasan publik soal alokasi dan penjualan tambahan memperbesar kritik terhadap transparansi proyek. Di saat investor biasa terikat pembatasan, aliran nilai ke entitas pendiri justru terus berjalan.

World Liberty Financial sendiri didirikan bersama anggota keluarga Trump, keluarga Witkoff, dan mitra bisnis lain, dengan Zach Witkoff sebagai kepala eksekutif. Donald Trump dan Steve Witkoff, yang menjabat utusan khusus presiden untuk Timur Tengah, sebelumnya tercantum sebagai co-founder emeritus di situs proyek, meski halaman daftar pendiri itu kemudian dihapus.

Sengketa, pinjaman, dan tekanan yang meluas

Di luar masalah pembatasan token, proyek ini juga menghadapi perlawanan dari Justin Sun, pendukung eksternal paling menonjol. Pendiri Tron itu menggugat proyek di pengadilan federal San Francisco pada April, dengan tuduhan pemerasan dan skema ilegal untuk menyita token miliknya, tuduhan yang dibantah para co-founder proyek.

Sun mengatakan ia menanamkan $45 juta ke WLFI dan tidak diizinkan menjual satu token pun. Syed Sameer, CEO Sameer Group yang berbasis di Dubai, kemudian menawarkan bantuan untuk menengahi penyelesaian melalui perantara netral.

World Liberty juga menempatkan 5 miliar token WLFI miliknya sendiri ke Dolomite, protokol pinjam-meminjam terdesentralisasi yang salah satu co-founder-nya memegang peran di World Liberty. Dari posisi itu, proyek meminjam sekitar $75 juta dalam stablecoin.

Kritik menyebut struktur seperti itu berpotensi memberi jalan bagi orang dalam untuk mengubah kepemilikan menjadi uang tunai tanpa menunggu jadwal pembukaan token yang mungkin baru terjadi bertahun-tahun kemudian. World Liberty mengatakan posisi itu “nowhere near liquidation” dan telah membayar kembali $25 juta dari pinjaman, dengan $50 juta masih terutang pada pertengahan April.

Dampak ke orbit bisnis Trump

Tekanan dari proyek ini juga merembet ke lingkar bisnis yang lebih luas di sekitar keluarga Trump. Alt5 Sigma, perusahaan yang tercatat di Nasdaq dan mengumpulkan $1,5 miliar pada Agustus 2025 untuk membeli token WLFI, kemudian mengumumkan pergeseran ke kecerdasan buatan.

Dalam pengajuan terbaru, Alt5 menyebut mungkin akan “redeem or monetize a portion of its token holdings” untuk membiayai operasi, memenuhi kewajiban, atau mengejar inisiatif strategis. Tony Isaac, CEO Alt5, mengatakan kepada Bloomberg bahwa perusahaan tidak berencana menjual token itu dan bahkan mungkin terus menambah kepemilikan.

Zach Witkoff memimpin dewan Alt5, sementara Zak Folkman, salah satu co-founder World Liberty, juga duduk di dewan perusahaan itu. Di saat yang sama, aset kripto lain yang terkait dengan keluarga Trump juga melemah, termasuk memecoin yang turun lebih dari 40% tahun ini dan 93% dari puncaknya setelah pelantikan, serta usaha penambangan Bitcoin yang sahamnya kehilangan banyak nilai.

Trump Media & Technology Group, induk Truth Social, juga mencatat tekanan besar. Investor yang membeli sahamnya pada akhir pekan pelantikan 2025 disebut telah kehilangan sekitar tiga perempat uang mereka, sementara pembeli token World Liberty tetap menghadapi pasar yang jatuh dan kepemilikan yang tidak bisa mereka jual.

Baca Juga

Back to top button