Perayaan 140 tahun Mercedes-Benz tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi dibawa ke jalan dalam bentuk ekspedisi lintas benua. Tiga unit The New S-Class Facelift menjadi penggerak utama perjalanan bertema “140 Years. 140 Places.” yang menempuh lebih dari 50.000 kilometer dan singgah di 140 destinasi ikonik di enam benua.
Langkah ini memperlihatkan bagaimana Mercedes-Benz ingin menautkan sejarah panjangnya dengan dunia modern. Ekspedisi tersebut berangkat dari Mercedes-Benz Museum di Stuttgart, Jerman, dan dijadwalkan kembali ke titik yang sama pada Oktober mendatang.
Jejak sejarah dibawa ke rute perjalanan
Pemilihan jalur ekspedisi ini punya bobot historis yang kuat. Mercedes-Benz merangkainya untuk menghubungkan lokasi-lokasi penting dalam perkembangan merek, sekaligus mengingatkan pada 140 tahun sejak Carl Benz mendaftarkan paten Benz Patent-Motorwagen pada 1886.
Di Jerman, rombongan singgah ke halaman belakang rumah dinas Daimler di Bad Cannstatt. Tempat itu memiliki nilai khusus karena di sanalah Gottlieb Daimler dan Wilhelm Maybach menciptakan mesin pembakaran dalam bertenaga tinggi pertama pada akhir abad ke-19.
Konvoi juga berhenti di Wiesloch, tepat di depan bangunan apotek bersejarah. Lokasi ini dikenal sebagai tempat Bertha Benz membeli alkohol pelarut yang digunakan sebagai bahan bakar untuk perjalanan jarak jauhnya pada 1888.
Dari Eropa ke Amerika dan Asia
Setelah melewati titik-titik sejarah di Jerman, perjalanan berlanjut ke lokasi-lokasi ikonik di Eropa. Rombongan melintasi rute bersalju St. Moritz di Swiss dan Route Napoleon di Nice, Prancis, lalu menampilkan replika mobil balap Mercedes 35 PS.
Di Belgia, konvoi juga menjajal lintasan Spa-Francorchamps bersama AMG 300 SEL 6.8 “Rote Sau”. Dua ikon itu memberi sentuhan motorsport pada ekspedisi yang sejak awal memang dirancang sebagai penghormatan terhadap warisan Mercedes-Benz.
Lintasan lintas benua ini kemudian bergerak ke belahan bumi barat. Rombongan menelusuri Amerika Selatan sebelum melaju ke Sirkuit Sebring di Florida, Amerika Serikat, dan berlanjut ke Route 66 yang tahun ini genap berusia 100 tahun.
Asia ikut mengisi rangkaian 140 destinasi
Rute di Asia juga menjadi bagian penting dari perjalanan panjang ini. Konvoi singgah di Seoul, hadir di pameran Auto China di Beijing bersama Chairman Ola Källenius, lalu menjelajahi Suzhou Garden sebelum melintasi Sapa dan Hanoi di Vietnam.
Kehadiran berbagai kota dan lokasi itu memperluas makna ekspedisi, karena perjalanan ini tidak hanya merayakan usia merek, tetapi juga menunjukkan bagaimana Mercedes-Benz menempatkan sejarahnya di tengah lanskap global masa kini. Setiap pemberhentian dirancang sebagai penghubung antara ingatan otomotif klasik dan perjalanan merek yang masih terus berjalan.
S-Class dipilih sebagai wajah perjalanan
Mercedes-Benz tidak memilih model sembarangan untuk membawa cerita ini. S-Class sudah lama dikenal sebagai model yang melahirkan banyak teknologi keselamatan dan kenyamanan yang kemudian menjadi standar industri.
Sejumlah teknologi penting yang terkait dengan S-Class antara lain zona crumple, ABS, ESP, airbag, hingga sistem perlindungan PRE-SAFE®. Dengan warisan seperti itu, S-Class diposisikan sebagai model yang paling pas untuk mewakili perjalanan 140 tahun Mercedes-Benz.
Pada versi penyegarannya, Mercedes-Benz memperbarui lebih dari setengah komponen struktural S-Class. Mobil ini juga mendapat gril bercahaya baru, teknologi pencahayaan DIGITAL LIGHT generasi terkini, suspensi udara AIRMATIC, dan sistem kemudi roda belakang untuk membantu kelincahan saat bermanuver di area perkotaan.
Kabin modern, posisi kuat di Indonesia
Di dalam kabin, S-Class membawa arsitektur digital yang terintegrasi penuh melalui Mercedes-Benz Operating System atau MB.OS. Dasbornya memakai layar besar MBUX Superscreen dengan asisten virtual berbasis kecerdasan buatan, sementara baris kedua dirancang seperti lounge bisnis pribadi dengan filosofi kabin “Welcome Home”.
Di Indonesia, S-Class juga memiliki posisi penting sebagai salah satu model ikonik Mercedes-Benz. Mobil ini dirakit secara lokal di pabrik PT Inchcape Indomobil Manufacturing Indonesia di Wanaherang, Bogor, Jawa Barat, di atas lahan seluas 42 hektar.
Dengan perjalanan yang menjangkau enam benua, ratusan titik ikonik, dan warisan teknik otomotif yang dibawa ke era modern, Mercedes-Benz menjadikan peringatan 140 tahun ini sebagai panggung besar bagi S-Class. Ekspedisi tersebut mempertemukan sejarah, teknologi, dan identitas merek dalam satu rangkaian perjalanan yang masih terus berlanjut menuju Stuttgart.
Source: carvaganza.com




