Rubystone dan Angka 77 Membuat Porsche 911 Targa 4 GTS Ini Terasa Sangat Personal

Afzal Kahn membangun Porsche 911 Targa 4 GTS ini sebagai pernyataan visual yang sangat personal. Mobil tersebut diposisikan sebagai perayaan 77 tahun warisan mobil sport Porsche, sehingga setiap detailnya membawa hubungan langsung antara sejarah merek dan tafsir modern.

Yang paling cepat menarik perhatian tentu warna Rubystone. Rona Paint to Sample itu memberi mobil ini nuansa kuat dari era 90-an, tetapi tetap terasa relevan di jalanan masa kini.

Di atas basis 911 Targa 4 GTS, karakter mobil langsung terbaca dari siluet Targa yang khas. Roll hoop berwarna perak yang disikat juga tetap dipertahankan sebagai elemen identitas, sebuah ciri yang pertama kali hadir pada dekade 1960-an.

Grafis yang menegaskan tema perayaan

Agar tampilannya tidak berhenti pada warna bodi, bagian samping mobil mendapat grafis hitam satin. Detail itu memanjang di sisi kendaraan dan ikut membawa garis kap mesin Porsche di bagian tengah.

Di area samping, ada juga roundel outline dengan angka 77. Simbol ini membuat mobil tersebut tidak sekadar mencolok, melainkan terasa seperti proyek yang sengaja dirancang untuk menandai tonggak sejarah tertentu.

Angka 77 sendiri merujuk pada perjalanan Porsche sejak 8 Juni 1948, ketika Porsche 356 diperkenalkan. Momen itu menjadi dasar perayaan yang kemudian dituangkan ke dalam proyek pesanan khusus ini.

Pelek dan proporsi yang tetap menjaga karakter 911

Bagian kaki-kaki memakai pelek Kahn Design forged Cup1. Ukurannya dibuat berbeda di depan dan belakang, yaitu 8,5 x 20 inci di depan dan 11,5 x 21 inci di belakang.

Finishing Hyper Silver Gloss memberi sentuhan yang lebih kontemporer. Di sisi lain, bentuk pelek itu tetap membawa referensi visual ke Cup asli, sehingga kesan klasik dan modern berjalan bersamaan.

Konfigurasi ukuran yang lebih besar di belakang juga membantu menegaskan proporsi Targa 4 GTS. Secara keseluruhan, tampilan mobil jadi terlihat padat dan tetap menyampaikan karakter performa khas 911.

Kabin yang dibuat sangat personal

Pendekatan personalisasi berlanjut ke interior. Kabin dilapisi kulit slate grey dan dipadukan dengan sisipan kain lembut bermotif houndstooth.

Motif kain itu tidak dipilih sebagai ornamen biasa. Polanya dirancang dari interpretasi ulang warna Rubystone, sehingga hubungan antara eksterior dan interior tetap terasa menyatu.

Di dalam motif tersebut, elemen merah dan biru digabungkan secara visual untuk mencerminkan warna bodi. Hasilnya bukan pengulangan sederhana, melainkan lapisan interpretasi baru dari tema yang sama.

Sentuhan buatan tangan juga hadir melalui beberapa detail tambahan. Ada aksen cat Rubystone di area interior serta setir Kahn berbahan serat karbon dengan jahitan tangan.

Mesin tetap mempertahankan identitas Porsche

Di balik tampilan yang sangat menonjol, mobil ini tetap mempertahankan ciri teknis khas Porsche. Unit penggeraknya memakai mesin boxer flat-six, konfigurasi yang sudah lama menjadi identitas utama mobil sport Porsche.

Kehadiran mesin itu menjaga hubungan antara warisan dan performa. Proyek ini pun tidak hanya bermain di ranah estetika, tetapi juga tetap menempel pada karakter mekanis yang membesarkan nama 911.

Perpaduan Rubystone, angka 77, roll hoop khas Targa, pelek Kahn Design, dan detail kabin yang sangat terkurasi membuat mobil ini berdiri sebagai perayaan yang utuh. Afzal Kahn merangkainya sebagai penghormatan yang menonjolkan garis keturunan Porsche tanpa melepaskan bahasa kustom yang kuat.

Source: kabaroto.com

Baca Juga

Back to top button