Laga kandang terakhir RSCA di Lotto Park datang dengan beban yang lebih besar dari sekadar tiga poin. Di depan mereka ada Sint-Truiden yang sudah mengamankan tiket Eropa, sementara tuan rumah masih mengejar satu langkah penting untuk memastikan posisi empat dan tempat di Eropa musim depan.
Situasi itu membuat peran suporter dipandang sebagai faktor yang bisa mengubah jalannya pertandingan. Taravel menilai atmosfer kandang akan sangat berarti, terutama karena tim tidak tampil dalam kondisi ideal dan sedang memikul kekecewaan setelah kehilangan final piala.
Bagi RSCA, pertandingan ini juga menjadi ujian mental. Taravel menyebut sudah ada pembahasan secara kolektif dan individual untuk membantu tim segera bangkit, karena target besar masih tersisa dan profesionalisme menuntut fokus penuh pada laga berikutnya.
Kekalahan di final piala memang meninggalkan dampak berat bagi pemain maupun pendukung. Namun, Taravel menegaskan bahwa rasa kecewa itu tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, sebab tim masih memiliki kesempatan untuk menutup musim dengan pencapaian penting.
Nilai emosional laga ini juga cukup besar bagi sejumlah pemain. Pertandingan tersebut bisa menjadi penampilan terakhir mereka di Lotto Park, sehingga ada dorongan tambahan untuk memberi hasil positif di depan publik sendiri.
Semangat itu disebut sudah terlihat di ruang ganti. Taravel menggambarkan para pemain ingin memberikan semuanya sampai menit akhir, dengan tekad kuat untuk mengakhiri musim dengan cara yang lebih baik.
Di sisi lain, STVV datang dengan status yang berbeda. Tim tamu diperkirakan bermain tanpa beban karena sudah memastikan tiket Eropa, kondisi yang membuat mereka bisa tampil lebih lepas dan percaya diri di markas RSCA.
Taravel juga mengingat bahwa pertemuan tandang sebelumnya di Sint-Truiden tidak berjalan mudah bagi RSCA. Ia menilai STVV punya banyak pergerakan dan kualitas, sehingga tuan rumah harus disiplin sejak awal dan memaksakan permainan sendiri.
Dalam beberapa laga terakhir, RSCA sebenarnya dinilai sudah cukup baik dalam permainan. Masalahnya, hasil belum sejalan karena tim gagal mencetak gol dan sempat melakukan kesalahan mahal di Champions’ Play-offs.
Kondisi skuad pun belum utuh. Moussa Diarra absen karena gangguan otot glute, Mario Stroeykens masih cedera, dan Mihajlo Cvetković menjalani laga kedua dari sanksi larangan bermain.
Kick-off dijadwalkan pukul 20:30 di Lotto Park. Dalam situasi seperti ini, RSCA membutuhkan dukungan penuh dari tribun untuk membantu menuntaskan satu target besar yang masih tersisa.
Source: www.rsca.be




