Banyak game PS3 memang sudah bisa dijalankan di PS5 yang dipasangi Linux, tetapi hasil uji coba terbaru menunjukkan bahwa “bisa dibuka” belum tentu berarti nyaman dimainkan. Dari pengujian RPCS3 di perangkat itu, batas terbesar justru muncul saat game mulai menuntut perilaku khas hardware PS3 yang sulit ditiru secara utuh.
Eksploit Linux di PS5 membuka akses penuh ke RPCS3 pada unit dengan firmware 6.02 atau lebih lama. Proses pemasangannya disebut cukup mudah, namun temuan setelahnya memperlihatkan bahwa emulasi PS3 masih belum siap menjadi jalan pintas untuk membawa katalog lawas Sony ke hardware modern secara massal.
Game yang ringan di prosesor lebih mudah ditangani
Pengujian Digital Foundry memperlihatkan pola yang cukup tegas. Judul yang tidak terlalu membebani prosesor Cell PS3 cenderung berjalan lebih stabil di PS5, terutama ketika emulator diberi ruang untuk memanfaatkan perangkat keras yang lebih modern.
Ridge Racer 7 menjadi contoh paling kuat dari sisi performa. Game itu bisa berjalan pada 4K dan 60 fps dengan stuttering yang sangat minim, sehingga tampak jauh lebih meyakinkan dibanding banyak judul lain.
Resistance: Fall of Man juga menunjukkan hasil yang cukup baik. Meski begitu, masalah frame pacing masih tetap terlihat dan mengganggu konsistensi pengalaman bermain.
Saat SPU mulai menjadi hambatan
Gambaran berubah ketika game bergantung lebih besar pada SPU, atau Synergistic Processing Units, yang menjadi ciri penting PS3. Di titik ini, emulasi tidak lagi sesederhana menambah tenaga grafis atau menaikkan resolusi.
GTA 4 menjadi contoh paling ekstrem karena performanya nyaris seperti slideshow. Kondisi itu tetap muncul meski pengaturan resolusi di RPCS3 diubah, yang menunjukkan bahwa hambatannya bukan sekadar pada tampilan, melainkan pada cara emulator meniru beban kerja SPU.
God of War: Ascension dan Killzone juga tidak memberi hasil yang mengesankan di PS5 dengan exploit Linux. Pada beberapa target, performa memang membaik ketika MLAA dimatikan, tetapi fitur itu sendiri memang memberi tekanan besar pada delapan SPU di mesin aslinya.
Kenapa porting game PS3 tetap rumit
Temuan tersebut membantu menjelaskan kenapa lebih banyak game PS3 belum hadir di ekosistem konsol Sony yang lebih baru. Banyak judul lama masih bergantung pada perilaku hardware yang sangat spesifik, sehingga emulasi penuh menuntut akurasi tinggi sekaligus kompromi besar di performa dan kompatibilitas.
Kondisi ini juga membuat angka kompatibilitas tidak otomatis berarti pengalaman bermain yang siap pakai. RPCS3 memang kini mencatat lebih dari 73% game PS3 berstatus playable, tetapi sebagian besar masih sebatas dapat dibuka, bukan selalu berjalan mulus dari awal sampai akhir.
Bagi pemilik PS5 biasa, pilihan yang tersedia tetap terbatas. PlayStation Plus Premium hanya menawarkan streaming cloud untuk katalog kecil, dan layanan itu masih membawa latensi yang bisa terasa dalam game tertentu.
Karena itu, pengujian RPCS3 di PS5 bukan hanya soal apakah game PS3 dapat dijalankan di konsol baru. Tes ini menunjukkan bahwa memindahkan katalog lama Sony ke platform modern berarti harus meniru arsitektur yang sangat tidak biasa, dan itu masih jauh lebih sulit daripada sekadar mengandalkan kekuatan perangkat keras yang lebih besar.
Source: www.notebookcheck.net