Aplikasi Aadhaar Baru Mulai Menggantikan mAadhaar, Verifikasi Kini Lebih Selektif dan Privat

Pengguna mAadhaar tidak lagi hanya berurusan dengan aplikasi lama, karena pemerintah mulai mendorong perpindahan ke platform Aadhaar yang baru. Arah barunya jelas: proses verifikasi identitas dibuat lebih ketat, lebih privat, dan hanya membagikan data yang benar-benar diperlukan.

Perubahan ini juga menandai pergeseran cara Aadhaar dipakai dalam kebutuhan harian. Untuk keperluan seperti check-in hotel, kunjungan ke rumah sakit, verifikasi usia, atau pemeriksaan oleh mitra layanan, pengguna tidak lagi diarahkan untuk terus menyerahkan salinan fisik atau fotokopi Aadhaar secara penuh.

Verifikasi tidak lagi terbuka lebar

UIDAI memperkenalkan aplikasi Aadhaar baru pada Januari 2026 dengan pendekatan yang mengacu pada Digital Personal Data Protection Act. Prinsip utamanya adalah data minimisation, sehingga informasi yang dibagikan dibatasi sesuai kebutuhan verifikasi.

Dalam praktiknya, sistem baru lebih menekankan verifikasi digital lewat QR dan autentikasi wajah. Cara ini membuat identitas bisa diperiksa tanpa membuka seluruh detail Aadhaar setiap kali dibutuhkan.

Proses aktivasi dibuat berlapis

Aplikasi Aadhaar terbaru tersedia untuk Android dan Apple iOS, dan bisa diunduh melalui Google Play Store atau Apple App Store. Setelah dipasang, pengguna perlu memilih bahasa, memasukkan nomor ponsel yang terhubung ke akun Aadhaar, lalu memverifikasi OTP yang dikirim ke nomor terdaftar.

Setelah itu, pengguna harus menyelesaikan Face Authentication sebagai bagian dari pengaturan awal. Langkah berikutnya adalah membuat PIN keamanan enam digit, dengan opsi tambahan untuk membuka akses lewat biometrik.

Tahap akhir setup meminta pengguna menambahkan detail Aadhaar yang diminta aplikasi. Aktivasi kemudian diselesaikan dengan satu putaran verifikasi OTP lagi sebelum akun aktif sepenuhnya.

Fitur yang paling membedakan aplikasi baru

Salah satu fitur utamanya adalah selective sharing, yaitu kemampuan membagikan data secara selektif. Pengguna dapat memilih hanya nama, usia, alamat, atau foto sesuai kebutuhan verifikasi.

Aplikasi ini juga mengandalkan verifikasi Aadhaar berbasis QR yang membuat proses pengecekan identitas tetap digital, tetapi lebih terkendali. Face Authentication terintegrasi langsung ke dalam proses verifikasi untuk menambah lapisan keamanan.

Dari ponsel, pengguna juga bisa mengunci dan membuka biometrik Aadhaar. Kontrol ini mencakup sidik jari, iris, dan autentikasi wajah.

Selain itu, ada fitur pelacakan penggunaan Aadhaar yang membantu pengguna melihat kapan dan di mana autentikasi pernah dilakukan. Dengan begitu, aktivitas yang tidak biasa lebih mudah dipantau dari perangkat pribadi.

Aplikasi baru juga mendukung pengelolaan hingga lima profil Aadhaar dalam satu perangkat. Fitur ini relevan bagi keluarga yang mengurus Aadhaar anak-anak atau anggota keluarga lansia dengan nomor ponsel yang sama.

Pengelolaan data ikut dibuat lebih praktis

Di luar verifikasi, aplikasi ini juga membuka peluang pembaruan data tertentu langsung dari ponsel. Pengguna disebut bisa memperbarui nomor ponsel dan alamat tanpa harus selalu datang ke pusat layanan Aadhaar.

UIDAI juga memberi sinyal bahwa pembaruan tambahan bisa hadir pada versi berikutnya. Karena itu, aplikasi baru tidak hanya diposisikan sebagai pengganti mAadhaar, tetapi juga sebagai pusat pengelolaan identitas digital yang lebih lengkap.

Meski mAadhaar lama masih bisa digunakan untuk sementara, arah layanan sudah bergerak ke platform baru. Bagi pengguna, masa transisi ini menjadi waktu yang tepat untuk mulai beralih agar bisa memakai sistem verifikasi yang lebih privat dan lebih aman dalam kebutuhan sehari-hari.

Source: www.indiatoday.in
Exit mobile version