Rp147 Miliar Diusulkan Tegal, Lima Kebutuhan Kota Ini Masuk Meja Jateng

Lima usulan strategis dari Pemerintah Kota Tegal kini mengarah ke meja Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp147 miliar. Dalam usulan yang dibawa ke Musyawarah Perencanaan Pembangunan Provinsi Jawa Tengah untuk penyusunan RKPD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2027 di Semarang itu, Tegal menempatkan persoalan ekonomi, persampahan, sanitasi, dan akses infrastruktur sebagai kebutuhan yang harus segera ditangani.

Daftar program yang diajukan tidak berdiri sendiri, melainkan saling terkait dengan kebutuhan dasar warga dan aktivitas kota. Mulai dari revitalisasi Pasar Sumurpanggang hingga pembangunan atau pengembangan IPAL komunal domestik beserta jaringan perpipaan Rusunawa Kraton, seluruhnya diarahkan untuk memperkuat layanan publik sekaligus menopang gerak ekonomi daerah.

Di sektor ekonomi, revitalisasi Pasar Sumurpanggang menjadi salah satu fokus utama. Pasar tradisional masih dianggap penting karena menjadi ruang transaksi yang dekat dengan kebutuhan warga, sehingga pembenahan fasilitasnya dinilai bisa menjaga denyut ekonomi lokal tetap hidup.

Selain itu, Pemkot Tegal juga mendorong pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu di TPA Bokong Semar. Usulan ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah masih menjadi kebutuhan mendasar yang tidak bisa ditunda, terutama ketika kota membutuhkan sistem yang lebih kuat untuk menangani persoalan lingkungan.

Dua usulan lainnya menyangkut penguatan tebing Sungai Jetty Muara saluran pembuangan Gajahmada di Kelurahan Tegalsari serta rekonstruksi jalan pada Jl. Inspeksi akses menuju IPLT Muarareja. Keduanya berkaitan langsung dengan perlindungan infrastruktur dan kelancaran akses, dua hal yang berpengaruh pada keamanan kawasan sekaligus pelayanan dasar.

Di sisi sanitasi, pembangunan atau pengembangan IPAL komunal domestik beserta jaringan perpipaan Rusunawa Kraton juga masuk dalam daftar prioritas. Program ini memperlihatkan bahwa kebutuhan pengolahan limbah domestik tetap menjadi perhatian penting, sejajar dengan kebutuhan persampahan dan akses jalan.

Kepala Bapperida Kota Tegal, M. Ismail Fahmi, menyebut usulan tersebut disusun agar selaras dengan tema pokok RKPD 2027. Ia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu perhatian utama, termasuk ekonomi syariah yang dipandang sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi.

Ismail juga menyoroti bahwa persoalan infrastruktur masih menjadi tekanan besar bagi daerah. Menurut dia, kebutuhan itu paling terasa pada aspek ekonomi, persampahan, IPAL, dan sanitasi komunal, sehingga dukungan dari provinsi dinilai lebih realistis untuk memperkuat pelaksanaan program.

Langkah Pemkot Tegal mencari Bantuan Keuangan dari Pemprov Jawa Tengah muncul karena besarnya kebutuhan dana. Dengan skema ini, pemerintah kota berharap lima program prioritas tersebut bisa dijalankan secara lebih terukur dan memiliki dasar pendanaan yang lebih kuat.

Forum Musrenbang Provinsi Jawa Tengah sendiri digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang. Kegiatan itu dihadiri Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, unsur Forkopimda Jateng, serta bupati dan wali kota se-Jawa Tengah.

Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, hadir bersama Kepala Bapperida Kota Tegal, M. Ismail Fahmi. Dalam forum tersebut, Taj Yasin menilai Musrenbang sebagai ruang strategis untuk menyelaraskan aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui DPRD maupun yang langsung diterima Pemprov Jateng.

Taj Yasin juga mendorong kabupaten dan kota di Jawa Tengah memperkuat sinergi dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah. Ia menilai kerja bersama antardaerah penting untuk mendukung program prioritas nasional, memperkuat fiskal daerah, dan mendorong collaborative funding.

Dari pemerintah pusat, Rachmat Pambudy menekankan pentingnya sinergi pusat dan daerah agar perencanaan pembangunan berjalan baik. Ia menyoroti perlunya peningkatan kualitas perencanaan dengan memperhatikan pendidikan, kesehatan, inovasi, perlindungan sosial yang tepat sasaran, serta infrastruktur dan konektivitas ekonomi.

Dengan masuknya lima usulan itu ke proses penyusunan prioritas pembangunan Jawa Tengah untuk 2027, Tegal menempatkan revitalisasi pasar, pengolahan sampah, penguatan tebing, perbaikan jalan, dan sanitasi komunal sebagai kebutuhan yang dinilai mendesak. Seluruhnya diarahkan untuk menjaga aktivitas warga tetap berjalan dan memberi ruang lebih besar bagi pertumbuhan kota.

Source: jateng.antaranews.com
Exit mobile version