Risqki Empat Gol, Persela Pesta 7-1 di Malam Ulang Tahun Ke-59 Surajaya

Kemenangan besar Persela Lamongan atas Persipal Palu bukan hanya soal skor mencolok 7-1, tetapi juga tentang momen yang datang pada waktu sangat spesial. Laga di Stadion Surajaya itu terasa lebih hangat karena bertepatan dengan ulang tahun Persela yang ke-59, sehingga hasil tersebut langsung berubah menjadi perayaan bagi tim dan para pendukungnya.

Di tengah suasana yang penuh emosi, sorakan tribun ikut menguatkan makna kemenangan itu. Dukungan dari LA Mania dan Curva Boys membuat malam di Surajaya semakin hidup, sementara Persela mendapat hadiah yang pas untuk menandai hari jadinya.

Boski Jadi Pembeda Utama

Nama yang paling menonjol dalam pertandingan ini adalah Risqki Putra Utomo, atau Boski. Penyerang Persela itu tampil sangat tajam dan mencetak empat gol ke gawang Persipal, termasuk saat menghadapi mantan klubnya sendiri.

Risqki membuka keunggulan Persela pada menit ke-16. Setelah itu, ia kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-49, 76, dan 84, sehingga kontribusinya benar-benar menjadi faktor paling menentukan dalam laga tersebut.

Selepas pertandingan, Risqki mengakui duel itu tidak terasa mudah karena lawan yang dihadapi punya keterikatan dengannya pada musim ini. Namun, ia menyebut semua peluang yang datang berhasil dimanfaatkan dengan baik, dan hasilnya dianggap sebagai rezeki baginya.

Persela Lebih Efektif Setelah Jeda

Pelatih Persela Lamongan, Bima Sakti, menilai permainan timnya sempat terburu-buru pada babak pertama. Meski begitu, ia melihat para pemain tampil lebih rapi dan efektif setelah turun minum, terutama dalam penyelesaian serangan.

Bima Sakti menyampaikan rasa syukur atas kemenangan telak tersebut dan menilai hasil itu layak menjadi kado ulang tahun klub. Ia juga memberi apresiasi kepada para suporter yang terus mendorong tim sepanjang laga di Surajaya.

Menurutnya, ada kebanggaan tambahan ketika pemain lokal ikut memberi kontribusi besar. Selain empat gol dari Risqki, Persela juga mendapat gol dari Titan Agung Bagus Fawwaz, Hendro Siswanto, dan Muhammad Affani Ubaidillah.

Persipal Tetap Menghargai Perjuangan Pemain

Di kubu Persipal Palu, pelatih Andika Pratomo tetap memberi penghargaan kepada para pemainnya meskipun kalah jauh. Ia menilai skuadnya masih berusaha bermain dan sempat mencoba menguasai jalannya pertandingan.

Andika menyebut timnya memang sudah pasti terdegradasi, tetapi para pemain tetap menunjukkan kerja keras sampai laga berakhir. Dari sisi itu, Persipal tetap terlihat berupaya bermain terbuka meski tekanan dari Persela sejak awal membuat situasi semakin berat.

Persela sendiri memanfaatkan setiap celah yang muncul dengan sangat efektif. Riku Ichimura sempat mencetak satu gol balasan untuk Persipal, tetapi itu tidak cukup untuk mengubah arah pertandingan yang sudah dikuasai penuh oleh tuan rumah.

Dampak di Klasemen dan Sisa Laga

Meski menang besar, posisi Persela di klasemen sementara tidak berubah. Tim asuhan Bima Sakti tetap berada di peringkat kelima dengan koleksi 40 poin.

Persela masih menyisakan dua pertandingan untuk menutup musim, yakni menghadapi Barito Putra pada 25 April dan kemudian bertemu Tornado FC pada laga terakhir. Hasil besar atas Persipal setidaknya memberi dorongan moral yang penting untuk menatap dua laga penutup itu dengan kepercayaan diri yang lebih tinggi.

Di Surajaya, malam ulang tahun Persela berubah menjadi panggung yang dipenuhi gol dan tepuk tangan. Kemenangan 7-1 itu meninggalkan kesan kuat karena menyatukan hasil pertandingan, kebanggaan klub, dan dukungan suporter dalam satu perayaan yang sulit dilupakan.

Baca Juga

Back to top button