Renan Selamatkan Barito Di Penghujung Laga, Persiba Gagal Pertahankan Keunggulan 3-3 Dalam 115 Menit

Laga Persiba Balikpapan melawan Barito Putera menghadirkan salah satu pertandingan paling dramatis di pekan ke-25 Liga 2. Skor akhir 3-3 bukan hanya mencerminkan ketatnya duel, tetapi juga bagaimana sebuah pertandingan bisa berubah total di menit-menit terakhir setelah berjalan sampai 115 menit.

Di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Persiba pulang dengan satu poin setelah sempat berada di ambang kemenangan. Barito Putera baru bisa menyelamatkan hasil pada masa tambahan waktu yang panjang, sementara persaingan di Grup B tetap terjaga rapat karena kedua tim masih berada di jalur perebutan posisi penting.

Pertandingan terbuka sejak awal

Sejak peluit awal, kedua tim langsung memainkan laga dengan tempo tinggi. Barito Putera memang bertindak sebagai tuan rumah, tetapi Persiba tidak memilih bertahan rapat dan justru ikut membuka permainan untuk meladeni tekanan lawan.

Enam gol yang tercipta memperlihatkan bahwa pertandingan berjalan agresif dari kedua sisi. Di saat serangan sama-sama hidup, lini belakang kedua tim juga beberapa kali terlihat goyah ketika tekanan meningkat.

Persiba mampu membuat laga tetap kompetitif meski bermain di kandang lawan. Barito Putera pun beberapa kali berada dalam posisi yang lebih nyaman karena dukungan suporter, namun keunggulan itu tidak cukup untuk membuat mereka aman lebih cepat.

Momen penentu datang sangat larut

Drama terbesar hadir ketika pertandingan memasuki menit ke-90+10. Renan menjadi penyelamat Barito Putera lewat gol penyeimbang yang membuat tim tuan rumah terhindar dari kekalahan di depan pendukung sendiri.

Sebelum gol itu lahir, Persiba sempat berada selangkah lagi menuju kemenangan setelah Takumu Nishihara membawa mereka unggul pada menit ke-79. Situasi itu membuat hasil akhir terasa pahit bagi Persiba, karena keunggulan yang sudah dijaga hampir sampai akhir akhirnya hilang begitu saja.

Tambahan waktu babak kedua yang mencapai 14 menit ikut memperpanjang tensi laga. Dengan total pertandingan berlangsung selama 115 menit, setiap serangan terasa sangat menentukan dan peluang kecil pun bisa langsung mengubah arah hasil akhir.

Leonard Tupamahu melihat sisi positif dan kekurangan tim

Pelatih Persiba Balikpapan, Leonard Tupamahu, menilai para pemainnya sudah menunjukkan keberanian untuk bermain terbuka. Ia memberikan apresiasi atas cara timnya merespons pertandingan yang sejak awal berjalan dalam tempo tinggi.

“Saya sangat bersyukur karena kami mampu mencetak tiga gol, di mana sebelumnya masalah tim ini adalah tentang produktivitas,” ujar Leonard. Pernyataan itu menunjukkan bahwa dari sisi serangan, Persiba memang memperlihatkan perkembangan yang patut dicatat.

Meski begitu, Leonard juga mengakui masih ada celah di pertahanan yang belum tertutup rapat. Ia menilai beberapa kelengahan membuat Barito Putera leluasa menciptakan situasi berbahaya dan terus menekan sampai akhir laga.

Ancaman bola mati ikut menentukan jalannya laga

Leonard juga menyoroti kekuatan Barito Putera dalam skema bola mati. Menurutnya, hal itu sudah masuk dalam analisis Persiba sejak sebelum pertandingan, terutama ancaman dari tendangan pojok dan tendangan bebas.

“Seperti yang sudah kami analisa, Barito Putera memang kuat di bola mati, baik tendangan pojok maupun tendangan bebas,” kata Leonard. Situasi tersebut membuat Persiba harus menjaga fokus lebih lama, karena satu momen kecil saja bisa berujung pada gol.

Barito Putera memang mampu memaksimalkan tekanan hingga menit akhir. Ketika laga tampak akan dimenangkan Persiba, satu kesempatan di penghujung pertandingan justru mengubah seluruh cerita dan membuat skor kembali sama kuat.

Dampak pada klasemen Grup B

Hasil imbang ini menambah satu poin bagi Persiba Balikpapan, yang kini mengoleksi 18 poin dan berada di posisi ke-9. Meski tetap tertahan di papan bawah, poin dari laga ini terasa bernilai karena didapat melawan tim papan atas.

Barito Putera belum bergeser dari persaingan terdekat di puncak klasemen Grup B. Mereka kini mengumpulkan 49 poin, jumlah yang sama dengan PSS Sleman di posisi ketiga, sementara Persipura Jayapura masih memimpin dengan 50 poin.

Karena itu, hasil 3-3 di Stadion 17 Mei Banjarmasin tidak hanya menyajikan drama panjang, tetapi juga menjaga persaingan tetap terbuka. Bagi Persiba, laga ini memberi sinyal bahwa tim bisa mencetak gol lebih banyak, sedangkan Barito Putera kembali diingatkan bahwa satu momen di menit akhir cukup untuk mengubah hasil pertandingan secara drastis.

Exit mobile version