Tanda tanya soal masa depan Bojan Hodak di Persib Bandung muncul justru ketika namanya sedang berada di puncak sorotan. Pelatih asal Kroasia itu baru saja mengantar Maung Bandung mencatatkan tiga gelar juara Liga Indonesia secara beruntun, sebuah pencapaian yang membuat posisinya kembali dibicarakan di level sepak bola nasional.
Di Bandung, Hodak sudah lebih dulu dianggap sebagai sosok yang mengubah arah permainan tim. Ia datang dengan pendekatan yang tertib dan disiplin, lalu membuat Persib tampil lebih stabil serta sulit dikalahkan dalam waktu relatif singkat.
Pengaruh cepat sejak tiba di Persib
Bojan Hodak resmi ditunjuk pada 26 Juli 2023 untuk menggantikan Luis Milla. Sejak awal memimpin, ia langsung membawa warna permainan yang berbeda lewat formasi andalannya, 4-3-3 defending.
Perubahan itu berjalan cepat dan terasa pada hasil akhir. Persib kemudian menjelma menjadi tim yang konsisten meraih hasil positif, sampai akhirnya mampu menjaga dominasi di kompetisi domestik.
Tiga gelar beruntun yang mengubah peta persaingan
Hodak membawa Persib menjuarai Liga Indonesia atau Super League dalam tiga musim beruntun. Gelar itu diraih pada 2023/24, 2024/25, dan 2025/26.
Rangkaian trofi tersebut membuat Persib menjadi tim pertama yang mencetak hattrick gelar di era modern kompetisi nasional. Capaian itu juga menegaskan bahwa keberhasilan Persib bukan hanya soal momentum sesaat, melainkan hasil dari struktur permainan yang terbangun rapi.
Rekam jejak juara sebelum datang ke Indonesia
Nama Hodak sebenarnya sudah lama dikenal di Asia Tenggara sebelum menangani Persib. Ia pernah membawa sukses Johor Darul Ta’zim, Kelantan FA, Kuala Lumpur City FC, Malaysia U-19, dan Phnom Penh Crown.
Pelatih kelahiran Zagreb, 4 Mei 1971, itu juga memegang lisensi UEFA Pro. Dengan pengalaman di berbagai level tim dan sejumlah negara, ia datang ke Indonesia dengan reputasi sebagai pelatih yang terbiasa bekerja dalam tekanan dan terbiasa memburu gelar.
Di Malaysia, rekam jejaknya cukup kuat bersama JDT dan Kelantan FA. Ia juga mengantar Kuala Lumpur City FC meraih Piala Malaysia, membantu Malaysia U-19 menjuarai AFF U-19 Championship, serta membawa Phnom Penh Crown menjuarai liga Kamboja.
Statistik yang memperkuat posisinya
Kinerja Hodak di Persib tidak hanya terlihat dari koleksi trofi. Dalam 116 pertandingan, ia meraih 67 kemenangan, angka yang menunjukkan konsistensi tinggi selama memimpin tim.
Catatan itu membuat namanya masuk jajaran pelatih paling berpengaruh dalam sejarah klub asal Bandung tersebut. Berikut ringkasan pencapaiannya sejauh ini: total 116 laga, 67 kemenangan, 3 gelar juara Liga Indonesia, dan kontrak yang disebut berlaku hingga 31 Mei 2026.
Rumor pergi, masa depan tetap jadi perhatian
Meski kontraknya masih tercatat hingga 31 Mei 2026, kabar soal kemungkinan kepergian Hodak dari Persib tetap menguat. Situasi itu membuat masa depannya di Bandung menjadi bahan pembicaraan, terlebih klub-klub besar di Asia disebut dapat tertarik pada pelatih dengan reputasi seperti dirinya.
Bagi Bobotoh, isu tersebut tentu bukan kabar ringan. Hodak sudah memberi stabilitas dan prestasi dalam periode yang cukup panjang, sementara manajemen Persib Bandung hingga kini belum menyampaikan pernyataan resmi terkait rumor itu.
Jika perpisahan benar terjadi, Hodak akan meninggalkan Bandung dengan status pelatih yang mengantar Persib ke salah satu fase paling sukses dalam sejarah klub. Reputasinya sebagai kolektor gelar dan pemegang lisensi UEFA Pro tetap membuat namanya relevan untuk dibicarakan di sepak bola Asia.
Source: mediaindonesia.com




