Bagi pembeli yang sedang melirik ponsel lipat buku, pilihan yang menantang Motorola Razr Fold ternyata tidak sesempit yang terlihat. Di pasar yang masih terbatas, ada perangkat dari Samsung, Google, dan Honor yang menawarkan kombinasi layar, baterai, harga, dan karakter pemakaian yang membuat persaingan terasa lebih hidup.
Perbandingan itu juga menunjukkan bahwa Razr Fold tidak berdiri sendirian sebagai opsi menarik. Sebagian rival unggul di sisi pengalaman software, sebagian lain menekan harga atau membawa spesifikasi yang lebih agresif, sehingga keputusan membeli jadi jauh lebih bergantung pada prioritas masing-masing pengguna.
Samsung masih jadi tolok ukur utama
Samsung tetap menjadi nama yang paling lekat dengan ponsel lipat buku. Sejak memulai tren lewat Galaxy Z Fold pada 2019, perusahaan ini terus merapikan desainnya sampai Galaxy Z Fold 7 terasa lebih tipis dan lebih mudah dibawa.
Daya tarik utamanya ada pada kenyamanan saat dilipat dan lipatan tengah layar bagian dalam yang lebih samar. Ponsel ini juga memakai prosesor yang lebih cepat daripada Razr Fold, tetapi baterainya hanya 4.400mAh dengan pengisian 25 watt.
Harga menjadi hambatan yang sulit diabaikan. Varian dasar 256GB dibanderol nyaris $2.000, sehingga posisinya lebih cocok untuk pembeli yang mengejar pengalaman premium daripada efisiensi biaya.
Google mengandalkan software dan dukungan panjang
Google memilih jalur berbeda lewat Pixel 10 Pro Fold. Perangkat ini menonjol berkat keunggulan perangkat lunak buatan Google dan dukungan Android terbaru yang biasanya hadir lebih cepat daripada ponsel lipat lain.
Nilai jual lain datang dari janji dukungan selama 7 tahun. Di bagian belakang, Google juga menambahkan magnet PixelSnap yang mirip konsep MagSafe.
Namun ada batasan yang jelas pada multitasking. Antarmuka Pixel di model ini hanya mendukung dua aplikasi berdampingan, lebih terbatas dibanding beberapa pesaing yang bisa menampilkan tiga aplikasi atau lebih, termasuk Razr Fold.
Motorola tetap punya kartu kuat di sisi desain
Bagi pengguna yang menyukai arah desain Motorola tetapi tidak ingin berpindah ke foldable buku, Razr Ultra tetap relevan. Model ini lebih kompak dan lebih praktis dipakai harian dibanding perangkat yang menyerupai tablet lipat.
Motorola membekali model ini dengan Snapdragon 8 Elite, dan chip tersebut masih tergolong sangat kencang. Meski begitu, keputusan mempertahankan prosesor yang sama seperti tahun lalu membuat peningkatannya terasa lebih datar, apalagi harga naik sekitar $200.
Keunggulan justru datang dari karakter khas Motorola. Varian finishing seperti Alcantara dan wood memberi tampilan berbeda, sementara gesture untuk senter atau kamera, mode camcorder, dan dukungan hampir semua aplikasi di cover screen membuat pengalaman pakainya lebih fleksibel.
Samsung juga kuat di format flip
Untuk pengguna yang lebih suka model lipat clamshell, Galaxy Z Flip 7 menjadi lawan dekat bagi Razr Ultra. Seri Z Flip punya peran besar dalam mempopulerkan format ini, dan Samsung masih mempertahankan posisinya di segmen tersebut.
Model ini memakai prosesor Exynos, bukan chip Snapdragon kelas atas seperti di Z Fold 7. Layar luarnya juga lebih dibatasi karena Samsung memperlakukannya seperti smartwatch saku dan meminta pengguna memasang Good Lock serta MultiStar jika ingin menjalankan banyak aplikasi.
Meski begitu, respons dari The Verge, Android Authority, dan CNET tetap positif. Dengan kemungkinan diskon setelah penerusnya hadir, Z Flip 7 bisa menjadi pintu masuk yang masuk akal bagi pengguna yang ingin mencoba foldable tanpa langsung mengejar model paling mahal.
Honor menawarkan paket spesifikasi paling agresif
Honor Magic V6 muncul sebagai opsi paling berani di daftar ini. Perangkat ini tidak dijual resmi di pasar AS, tetapi masih bisa dibeli lewat jalur impor dan tetap mendukung band nirkabel yang dibutuhkan untuk operator di sana.
Di atas kertas, spesifikasinya sangat kompetitif. Honor memakai Snapdragon 8 Elite, baterai silicon-carbon 6.660mAh, dan rating IP68/IP69 yang memberi perlindungan debu serta air jauh lebih kuat dibanding Razr Fold dengan IP48/IP49.
Soal harga, Magic V6 mulai sekitar $1.500 lewat impor, sehingga dalam beberapa kasus justru bisa lebih murah dari opsi lain. Honor juga menyediakan material belakang yang unik, termasuk opsi vegan leather, untuk pengguna yang ingin tampilan yang terasa lebih premium dan berbeda.
Di tengah pasar yang masih belum terlalu padat, kelima perangkat ini memperlihatkan alasan yang berbeda untuk melirik selain Razr Fold. Samsung dan Google menawarkan jalur yang lebih familiar di AS, Motorola tetap kuat lewat desain dan fleksibilitas, sementara Honor hadir sebagai paket spesifikasi yang paling agresif meski akses belinya lebih rumit.





