Proyek komputer mini sering kali menarik justru karena memaksa banyak komponen masuk ke ruang yang hampir mustahil. Kali ini, sebuah kaleng Altoids yang biasanya hanya dipakai untuk menyimpan permen berubah menjadi cyberdeck saku yang tetap fungsional untuk komputasi ringan dan prototyping.
Yang membuat proyek dari Exercising Ingenuity ini menonjol bukan sekadar bentuknya yang nyentrik. Di dalam bodi logam mungil itu, Raspberry Pi Zero, layar, keyboard mekanis, dan rangka pendukung dipadukan dengan susunan yang sangat rapat namun tetap bisa digunakan.
Otak kecil di dalam kaleng
Inti perangkat ini adalah Raspberry Pi Zero yang menjalankan Raspberry Pi OS. Papan tunggal tersebut berperan sebagai pusat kendali bagi seluruh periferal yang dipasang di dalam kaleng.
Untuk tampilannya, perangkat ini memakai layar LCD 2 inci yang tersambung lewat antarmuka SPI. Ukuran layar yang kecil dipilih agar tetap sesuai dengan batas ruang internal yang sangat sempit.
Bagian input juga tidak dibuat sembarangan. Exercising Ingenuity memasang keyboard mekanis mini dengan matriks dioda dan firmware KMK, sehingga sensasi mengetik tetap terasa taktil meski formatnya jauh dari keyboard biasa.
Dipikirkan agar tetap bisa dibawa ke mana-mana
Karena perangkat ini ditujukan untuk penggunaan mandiri, manajemen daya menjadi bagian penting dari desainnya. Cyberdeck ini dibekali UPS Hat untuk menjaga suplai daya tetap stabil saat dipakai tanpa bergantung penuh pada sumber listrik tetap.
Perhatian pada daya juga berkaitan dengan kondisi ruang internal yang rapat. Saat banyak komponen dipaksa bekerja di wadah kecil, kestabilan sistem jadi lebih mudah terganggu jika pengaturannya tidak rapi.
Aspek termal pun tidak diabaikan. Raspberry Pi Zero dipasangi thermal pad untuk membantu membuang panas dan menjaga perangkat tetap lebih andal di ruang tertutup.
Susunan komponen yang sangat presisi
Memasukkan komputer, layar, dan keyboard ke dalam kaleng Altoids menuntut perakitan yang teliti. Setiap bagian harus disolder dan diposisikan dengan cermat agar muat sekaligus aman saat penutup ditutup kembali.
Agar susunan hardware tidak bergeser, Exercising Ingenuity menambahkan rangka cetak 3D khusus. Rangka ini membantu menjaga posisi komponen dan memberi dukungan tambahan saat perangkat dibawa.
Kaleng logamnya sendiri juga tidak dibiarkan utuh begitu saja. Engsel kaleng diperpanjang supaya penutup bisa menutup dengan benar tanpa menekan atau merusak komponen di bagian dalam.
Bukan hanya pajangan meja
Walau ukurannya kecil, cyberdeck ini tetap disiapkan untuk fungsi yang lebih luas dari sekadar komputasi dasar. Perangkat tersebut memiliki breakout pin GPIO yang membuka ruang untuk eksperimen dan prototyping dengan perangkat keras eksternal.
Fleksibilitasnya bertambah lewat USB hub ringkas yang disematkan di dalam bodi. Komponen itu memungkinkan koneksi perangkat tambahan seperti mouse, keyboard lain, atau media penyimpanan eksternal.
Ada juga perhatian pada sisi penggunaan harian. Label ukir dipasang untuk menandai port dan pin GPIO, sementara faceplate-nya dicat agar tampil dengan nuansa retro yang selaras dengan karakter cyberdeck.
Hasil akhirnya adalah perangkat komputasi mini yang memadukan estetika vintage dengan pendekatan DIY yang sangat teknis. Dari wadah permen yang sederhana, proyek ini menunjukkan bahwa ruang kecil masih bisa diubah menjadi alat kerja elektronik yang berguna.
Source: www.geeky-gadgets.com




