Di kelas Rp1 jutaan, pilihan ponsel kini tidak lagi berhenti pada layar besar dan baterai awet. Sejumlah model sudah membawa RAM 8GB, kamera yang lebih serius, hingga fitur pendukung yang biasanya baru terasa di kelas yang lebih mahal.
Perubahan itu membuat ponsel terjangkau semakin menarik untuk pengguna yang aktif membuat konten harian. Aktivitas seperti memotret makanan, merekam video singkat, berpindah antar aplikasi media sosial, sampai mengedit ringan kini bisa dijalankan dengan lebih nyaman di segmen ini.
RAM 8GB mulai jadi nilai penting
RAM besar di kelas murah memberi ruang lebih lega untuk multitasking. Saat beberapa aplikasi media sosial dibuka bersamaan, perpindahan layar terasa lebih mulus dan proses kerja harian tidak mudah tersendat.
Di sisi lain, produsen juga tidak lagi hanya mengejar angka megapiksel besar. Sensor kamera, autofokus, OIS, hingga dukungan AI mulai ikut diperhatikan karena justru berpengaruh pada hasil akhir foto dan video.
Poco M6 mengandalkan sensor 108 MP
Poco M6 menonjol lewat sensor Samsung HM6 108 MP. Kombinasi ini memberi keuntungan pada zoom lossless hingga tiga kali, sehingga detail foto tetap lebih terjaga saat pengguna ingin memperbesar hasil tangkapan.
Perangkat ini juga memakai teknologi nona-bayer. Dukungan tersebut membantu menjaga foto tetap terang dan detail ketika cahaya mulai menurun, terutama untuk pengguna yang sering memotret objek jarak dekat.
Realme 13 menonjol lewat OIS
Realme 13 hadir dengan sensor Sony LYT-600 50 MP dan OIS. Fitur ini penting bagi pengguna yang sering merekam sambil bergerak karena membantu mengurangi blur akibat guncangan tangan.
Karakter seperti itu membuat Realme 13 lebih cocok untuk dokumentasi harian. Hasil video sederhana juga berpeluang terasa lebih stabil saat dipakai membuat konten di lingkungan yang tidak selalu tenang.
Infinix Hot 60i dan Tecno Spark 30C punya karakter berbeda
Infinix Hot 60i menarik karena mampu merekam hingga 2K 30 fps. Kualitas ini melampaui standar 1080p yang masih umum di kelas serupa dan memberi ruang lebih untuk kebutuhan video singkat.
Meski belum membawa stabilisasi, perangkat ini tetap dibantu autofokus yang cepat. Dukungan itu berguna agar fokus tidak mudah meleset saat merekam momen yang bergerak.
Tecno Spark 30C memilih jalur lain lewat sensor Sony IMX 582. Sensor ini dikenal lebih dekat dengan kelas menengah dan memberi keunggulan pada performa low-light, sehingga noise dapat ditekan lebih baik saat memotret di ruangan minim cahaya atau malam hari.
Nubia V70, Redmi 15C, dan Poco C85 melengkapi daftar
Nubia V70 membawa kamera 50 MP dengan bukaan f/1.8 dan teknologi quad-pixel. Kombinasi ini membantu penangkapan cahaya lebih efektif sehingga perangkat terasa cukup andal di berbagai kondisi pencahayaan.
Redmi 15C menonjol lewat keseimbangan mode HDR dan mode malam. Karakter tersebut cocok untuk pengguna yang sering memotret makanan, selfie, atau aktivitas outdoor dan ingin hasil yang konsisten.
Poco C85 hadir dengan Xiaomi imaging engine dan AI. Kamera depannya juga bisa memancarkan cahaya seperti ring light darurat, yang membantu saat selfie atau merekam singkat di tempat yang kurang terang.
Kehadiran tujuh ponsel ini menunjukkan bahwa kelas Rp1 jutaan sudah bergerak ke arah yang lebih matang. Pilihannya kini mencakup resolusi tinggi, hasil malam yang lebih bersih, video 2K, sampai OIS untuk pengguna yang ingin konten terlihat lebih rapi.





