Kemenangan 5-0 atas Australia tidak hanya memberi poin penuh bagi tim putri Indonesia, tetapi juga menunjukkan bahwa kekuatan Merah Putih berjalan merata di semua sektor. Dalam laga matchday kedua Grup C Piala Uber 2026 di Horsens, Indonesia menutup pertandingan dengan dominasi yang membuat lawan kesulitan mengembangkan permainan.
Salah satu sorotan terbesar datang dari debut Rachel Allessya Rose, yang langsung ikut menyumbang poin penutup bersama Febriana Dwipuji Kusuma. Pasangan ini menundukkan Jesslyn Carrisia/Victoria Tjonadi dengan skor 21-7, 21-12, sekaligus mengunci kemenangan bersih Indonesia atas Australia.
Awal pertandingan langsung dikuasai Indonesia
Indonesia membuka laga dengan tempo tinggi melalui Putri Kusuma Wardani. Ia tampil percaya diri saat menghadapi Tiffany Ho dan tidak memberi banyak ruang bagi lawan untuk berkembang.
Putri menyelesaikan pertandingan dalam dua gim langsung dengan skor 21-5, 21-10. Hasil itu menjadi fondasi awal bagi Indonesia untuk menjaga ritme permainan sejak partai pembuka.
Setelah itu, Thalita Ramadhani Wiryawan menjaga kestabilan laju tim. Ia juga menang meyakinkan atas Faye Huo dengan skor 21-11, 21-14, sehingga keunggulan Indonesia terus melebar.
Ester dan pasangan ganda menjaga tekanan
Keunggulan Indonesia makin jauh ketika Ester Nurumi Tri Wardoyo turun di partai berikutnya. Ia tampil sangat dominan saat meladeni Jesslyn Carrisia dan menutup laga dengan skor 21-14, 21-5.
Kemenangan Ester membuat Indonesia unggul 3-0 sebelum sektor ganda kembali tampil. Situasi itu menunjukkan bahwa tim tidak bergantung pada satu nama saja, karena kontribusi datang bergantian dari sektor tunggal putri.
Ganda putri kemudian kembali mempertegas kualitas kedalaman skuad Merah Putih. Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti sempat mendapat perlawanan lebih ketat dari Gronya Somerville/Angela Yu.
Pasangan Indonesia bahkan lebih dulu kehilangan gim pembuka dengan skor 19-21. Namun, mereka segera bangkit dan membalikkan keadaan lewat dua gim berikutnya yang dimenangi 21-8 dan 21-11.
Debut Rachel terasa spesial
Bagi Rachel Allessya Rose, pertandingan ini punya makna lebih dari sekadar kemenangan tim. Ia menjalani debut di Piala Uber tahun ini dan langsung menuntaskannya dengan hasil positif di partai penutup.
Rachel mengaku bersyukur bisa ikut menyempurnakan kemenangan Indonesia. Ia juga menyebut rasa terhormat karena mendapat kesempatan berpartner dengan Febriana Dwipuji Kusuma dalam laga resmi.
“Bersyukur bisa selesai, bisa menyumbang poin kelima. Saya merasa terhormat dan senang bisa berpartner dengan mbak Ana di pertandingan resmi,” kata Rachel.
Rachel juga menyinggung pentingnya penyesuaian diri saat turun bersama pasangan berbeda. Ia berusaha cepat beradaptasi agar permainan tetap berjalan efektif sejak awal dan ritme tidak hilang di tengah pertandingan.
Fokus tim tetap terjaga meski unggul jauh
Febriana Dwipuji Kusuma menilai seluruh pemain tetap bermain serius meski tim sudah berada dalam posisi sangat aman. Menurutnya, Indonesia tetap berusaha menyerang sambil memanfaatkan laga untuk menyesuaikan diri dengan karakter bola yang berjalan cepat.
Sikap itu penting karena pertandingan di fase grup masih terus berlanjut. Febriana menekankan bahwa tim tidak boleh lengah meski hasil melawan Australia sudah terlihat meyakinkan sejak awal laga.
Kemenangan bersih ini memberi dorongan besar bagi Indonesia untuk menjaga momentum di Piala Uber 2026. Hasil 5-0 tersebut juga memperlihatkan kedalaman skuad Merah Putih, dengan kontribusi yang mengalir dari tunggal hingga ganda dalam satu pertandingan yang berjalan mulus.
Source: bola.bisnis.com




