Laga Putri Kusuma Wardani melawan Michelle Li kembali menegaskan satu hal penting: tunggal putri Indonesia itu mampu menjaga fokus saat pertandingan berubah sulit. Setelah sempat tertinggal, Putri bangkit dan menutup duel tiga gim dengan kemenangan 12-21, 21-18, 21-16 di Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta.
Hasil itu bukan sekadar tiket ke perempat final Polytron Indonesia Open 2026. Kemenangan tersebut juga menjadi revans atas kekalahan Putri dari pebulutangkis Kanada itu pada Piala Uber 2026, sekaligus membuatnya tetap menjadi satu-satunya tunggal putri Indonesia yang bertahan di turnamen ini.
Perubahan permainan jadi kunci
Michelle Li langsung memberi tekanan besar sejak awal. Putri mengakui gim pertama berjalan sulit karena lawannya tampil agresif, rapat dalam serangan, dan kuat saat menguasai permainan depan net.
Situasi baru berbalik ketika Putri mulai menyesuaikan pola main pada dua gim berikutnya. Ia lebih membatasi bola-bola atas dan tampil lebih percaya diri dalam duel di depan net, sehingga ritme pertandingan perlahan bergeser ke tangannya.
Menang di rumah sendiri
Putri menyebut kemenangan ini terasa istimewa karena diraih di hadapan publik sendiri. Ia juga bersyukur karena bisa menikmati permainan tanpa mengalami cedera apa pun selama pertandingan berlangsung.
Dukungan penonton di Istora Senayan ikut menjadi dorongan saat laga berjalan ketat. Dalam kondisi seperti itu, Putri berhasil menjaga ketenangan dan tidak membiarkan Michelle mengambil alih kembali momentum yang sempat dimiliki pada awal laga.
Pelajaran dari lawan berlevel tinggi
Putri menilai menghadapi pemain top selalu menuntut konsistensi penuh sejak awal. Menurut dia, lawan dengan level empat besar biasanya memiliki fokus yang sangat kuat dan tidak mudah goyah di situasi apa pun.
Karena itu, Putri menekankan pentingnya menjaga pola permainan yang sama ketika sudah mendapat poin. Ia menilai kestabilan teknik dan pilihan strategi akan sangat menentukan saat berhadapan dengan lawan-lawan papan atas.
Tantangan berikutnya sudah menunggu
Di babak perempat final, Putri akan berjumpa unggulan keempat asal China, Chen Yu Fei. Tantangan ini tergolong berat karena Putri selalu kalah dalam tiga pertemuan sebelumnya melawan peraih emas Olimpiade Tokyo 2020 tersebut.
Meski rekor pertemuan belum berpihak, Putri tetap membawa kepercayaan diri dari kemenangan dramatis atas Michelle Li. Ia ingin menjaga fokus mental dan mempertahankan konsistensi pola main agar bisa memberi perlawanan terbaik dalam laga berikutnya di Polytron Indonesia Open 2026.
Source: www.beritasatu.com




