Hujan disertai petir yang turun di tengah aktivitas panen padi di Kabupaten Agam berujung pada insiden fatal di sebuah tenda di sawah. Sebanyak lima orang petani saat itu berada di dalam tenda untuk berlindung, namun sambaran petir justru menghantam lokasi tersebut dan mengenai tiga orang secara langsung.
Peristiwa itu terjadi di Dusun Lurah, Kecamatan Tilatang Kamang, ketika para petani baru selesai memanen padi. Saat cuaca mendadak memburuk, mereka memilih berteduh di tenda sederhana yang berdiri di tengah area persawahan.
Dari lima orang yang berada di dalam tenda, dua orang tidak menjadi korban. Tiga lainnya terkena sambaran, dan akibatnya satu orang meninggal dunia di tempat kejadian, sementara dua petani lain mengalami luka serius.
Korban tewas diketahui bernama Syafrinaldi (51), warga Balai Panjang Jorong III Kampung Nagari Gadut. Wali Jorong Tiga Kampung Nagari Gadut, Nevrigon, menyebut korban mengalami luka bakar di bagian dada dan tidak tertolong saat kejadian berlangsung.
Dua korban selamat masing-masing adalah Debi Andika Saputra (30), warga Mata Air, dan Erizal M (62), warga Balai Panjang. Keduanya langsung dibawa untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit karena kondisi luka yang dialami cukup berat.
Nevrigon menjelaskan, para petani sebelumnya memang sedang bekerja memanen padi di lahan sawah. Ketika hujan turun bersama petir, tenda yang semula dipakai sebagai tempat berlindung justru menjadi titik bahaya saat sambaran listrik dari alam menghantam tanpa memberi waktu banyak untuk menghindar.
Setelah kejadian, evakuasi dilakukan cepat menggunakan ambulans Nagari Gadut dan ambulans Masjid Baiturahman Balai Panjang. Langkah itu diambil agar penanganan medis bisa segera diberikan kepada dua korban yang masih hidup.
Insiden ini memperlihatkan bahwa ruang terbuka seperti sawah tetap memiliki risiko besar saat cuaca buruk datang tiba-tiba. Tenda sederhana yang tampak aman belum tentu mampu melindungi para pekerja lapangan ketika hujan disertai petir turun bersamaan di area terbuka.
Source: www.viva.co.id