Prabowo Tegaskan Solusi Dua Negara Di Hadapan Macron, Sikap Indonesia Tetap Tak Berubah soal Palestina

Di tengah pembicaraan soal tatanan dunia yang makin kompleks, Presiden Prabowo Subianto menempatkan Palestina sebagai isu yang tidak bisa dinegosiasikan. Dalam pertemuannya dengan Presiden Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, Prabowo menegaskan kembali bahwa perdamaian Timur Tengah hanya dapat dibangun lewat solusi dua negara dan keadilan bagi rakyat Palestina.

Sikap itu menegaskan bahwa posisi Indonesia tidak bergeser dalam melihat konflik di kawasan tersebut. Bagi Jakarta, dukungan terhadap kemerdekaan Palestina tetap menjadi bagian penting dari diplomasi luar negeri, termasuk saat berhadapan langsung dengan pemimpin negara besar seperti Prancis.

Palestina tetap jadi titik utama pembahasan

Prabowo menyampaikan bahwa perdamaian di Timur Tengah tidak bisa dilepaskan dari penyelesaian yang adil bagi Palestina. Ia menyebut Indonesia tetap berpandangan tidak mungkin ada perdamaian tanpa solusi dua negara dan tanpa keadilan bagi rakyat Palestina.

Penegasan ini membuat isu Palestina kembali muncul sebagai salah satu fokus utama dalam pertemuan tingkat tinggi antara Indonesia dan Prancis. Di hadapan Macron, Prabowo tidak mengubah arah pandang Indonesia yang selama ini konsisten mendukung kemerdekaan Palestina.

Paris dinilai punya peran dalam mendorong dukungan internasional

Dalam pertemuan itu, Prabowo juga mengapresiasi sikap Prancis yang dinilai aktif menyuarakan hak-hak rakyat Palestina. Indonesia memandang langkah Prancis mendorong negara-negara Barat untuk mendukung solusi dua negara sebagai sesuatu yang penting.

Prabowo bahkan menyebut Prancis sebagai salah satu pelopor di Eropa yang mengajak lebih banyak negara memberi dukungan bagi kemerdekaan Palestina. Pujian itu menunjukkan bahwa Jakarta melihat ruang kerja sama yang sejalan dalam isu kemanusiaan dan perdamaian di Timur Tengah.

Stabilitas kawasan dianggap berdampak luas

Selain membahas Palestina, Prabowo dan Macron juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas Timur Tengah. Prabowo menilai konflik di kawasan itu tidak berhenti sebagai persoalan regional, karena efeknya merembet ke energi dunia dan rantai pasok global.

Ia mengatakan bahwa stabilitas Timur Tengah sangat penting dan berpengaruh langsung terhadap kondisi energi dunia serta kelancaran rantai pasok internasional. Dari sudut pandang Indonesia, persoalan di kawasan itu bukan hanya soal politik, tetapi juga menyangkut kepentingan ekonomi dan keamanan global.

Prancis dan Eropa dalam peta dunia

Prabowo juga menyinggung posisi Prancis dan Eropa dalam tatanan internasional yang lebih luas. Ia mengatakan Indonesia ingin melihat Prancis dan Eropa semakin kuat dalam dunia yang bergerak menuju pola multipolar.

Menurut Prabowo, keseimbangan dalam tatanan multipolar dibutuhkan agar kekuatan global tidak terpusat pada satu atau dua pihak saja. Pandangan itu sejalan dengan dorongan Indonesia untuk melihat kerja sama internasional yang lebih stabil dan lebih seimbang.

Sinyal hubungan bilateral tetap hangat

Di sisi lain, Prabowo menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari Macron dan pemerintah Prancis. Ia menilai pembahasan yang berlangsung akan memberi hasil positif bagi hubungan bilateral kedua negara.

Pertemuan di Paris itu memperlihatkan dua arah diplomasi yang berjalan bersamaan. Indonesia tetap membawa isu Palestina sebagai posisi prinsip, sambil menjaga hubungan yang lebih erat dengan Prancis di tengah pembicaraan tentang stabilitas kawasan dan masa depan kerja sama kedua negara.

Source: www.suara.com

Baca Juga

Back to top button