Prabowo Minta Potongan Ojol Dipangkas Di Bawah 10 Persen, Aplikator Disorot Keras

Selisih antara aturan resmi dan praktik pemotongan di lapangan kembali menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto menekan perusahaan aplikator agar memangkas potongan biaya ojek online di bawah 10 persen. Dorongan itu muncul karena pengemudi dinilai masih menanggung beban yang terlalu besar, meski mereka bekerja keras di jalan raya untuk mencari nafkah.

Prabowo menyampaikan sikap itu saat peringatan Hari Buruh di Monas, Jakarta Pusat. Di hadapan massa buruh, ia menegaskan bahwa potongan yang berlaku saat ini sudah memberatkan pengemudi dan membuat bagian pendapatan yang diterima semakin kecil.

Pemerintah melihat pengurangan fee aplikasi sebagai jalan untuk menaikkan pendapatan bersih para pengemudi. Selama ini, potongan yang dikenakan aplikator disebut berada di angka 20 persen atau lebih, sementara aspirasi dari pengemudi meminta angka yang lebih rendah.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menolak bila potongan tetap berada di 10 persen. Ia meminta nilainya dibuat di bawah 10 persen dan menyampaikan penolakan itu secara terbuka di hadapan para buruh.

Sikap tersebut sekaligus menjadi peringatan bagi perusahaan penyedia layanan seperti Gojek dan Grab. Prabowo menegaskan bahwa perusahaan tidak semestinya menjalankan usaha di Indonesia jika menolak mengikuti kebijakan yang dinilai berpihak pada pengemudi.

Di lapangan, keluhan para pengemudi sebenarnya sudah lama muncul karena angka potongan dinilai jauh dari ketentuan resmi. Ketentuan potongan aplikasi saat ini diatur dalam Kepmenhub KP nomor 1001 tahun 2022, yang menetapkan batas maksimal 20 persen.

Namun, asosiasi pengemudi seperti Garda Indonesia menyebut praktik pemotongan bisa mencapai 30 hingga 40 persen. Angka itu memicu keresahan karena dinilai menekan margin keuntungan pengemudi, apalagi biaya operasional harian terus naik.

Aspirasi untuk menurunkan potongan aplikasi juga berulang kali disuarakan melalui demonstrasi di Jakarta dan sekitarnya selama dua tahun terakhir. Para pengemudi menilai kondisi itu membuat penghasilan bersih mereka makin tipis, meski risiko kerja di jalan tetap tinggi.

Desakan Prabowo memperlihatkan bahwa pemerintah ingin mendorong perubahan yang lebih langsung terhadap kesejahteraan pengemudi ojol. Selama potongan masih dirasakan menembus 30 persen lebih, tekanan terhadap aplikator diperkirakan belum akan mereda.

Baca Juga

Back to top button