Posisi Gerbong Menentukan Risiko Saat Kecelakaan, Mengapa Bagian Tengah Lebih Dilindungi

Di dalam kereta, lokasi duduk atau gerbong ternyata bukan sekadar urusan kenyamanan. Dalam pembahasan soal gerbong wanita, bagian tengah rangkaian kini ikut dilihat sebagai pilihan yang lebih menguntungkan dari sisi perlindungan ketika terjadi insiden.

Pandangan itu menguat setelah kecelakaan di Kawasan Bekasi Timur kembali membuka perdebatan tentang penempatan gerbong khusus perempuan. Selama ini, gerbong wanita kerap berada di bagian depan dan belakang rangkaian, padahal posisi ujung dinilai lebih dekat dengan sumber benturan saat tabrakan atau anjlokan.

Posisi tengah mendapat sorotan

Usulan agar gerbong wanita ditempatkan di tengah sempat disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi. Ia menyebut gerbong di ujung sebaiknya diisi penumpang laki-laki, sedangkan perempuan ditempatkan di bagian tengah rangkaian.

Pernyataan itu disampaikan saat berada di RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi. Latar belakangnya adalah laporan bahwa gerbong di bagian ujung mengalami dampak paling fatal dalam kecelakaan tersebut, sehingga susunan gerbong kembali dibaca dari sudut pandang keselamatan.

Mengapa ujung rangkaian lebih berisiko

Dalam kajian keselamatan transportasi, gerbong yang berada di tepi rangkaian memang cenderung menerima dampak lebih besar. Saat tabrakan terjadi, gerbong paling depan atau paling belakang biasanya menjadi bagian yang pertama menyerap energi benturan.

Jika benturan datang dari depan, gerbong terdepan yang menanggung risiko terbesar. Sebaliknya, bila tabrakan terjadi dari belakang, gerbong terakhir yang lebih rentan terkena dampaknya.

Kondisi serupa juga muncul saat anjlokan atau derailment. Gangguan sering bermula dari satu bagian rangkaian lalu merambat ke bagian lain, sehingga gerbong yang berada di ujung bisa mengalami kerusakan yang lebih berat.

Bagian tengah dianggap lebih terlindungi

Dari sisi logika keselamatan, posisi tengah dipandang lebih terlindungi karena berada diapit oleh gerbong lain. Artinya, ketika terjadi benturan, gerbong di ujung lebih dulu menanggung hantaman, sementara gerbong di tengah mendapat perlindungan dari struktur rangkaian di sekitarnya.

Pandangan ini sejalan dengan penjelasan Greg Placencia dari University of Southern California. Ia menilai kecelakaan yang berdampak besar pada gerbong tengah relatif lebih jarang terjadi karena posisi tersebut tidak langsung menerima hantaman awal.

Laporan keselamatan dari Federal Railroad Administration juga menunjukkan pola yang serupa. Kerusakan paling berat dalam kecelakaan kereta sering muncul pada gerbong terdepan atau terakhir, tergantung arah benturan yang terjadi.

Risiko tidak berhenti pada posisi gerbong

Meski letak gerbong penting, faktor keselamatan penumpang di dalam kereta tidak hanya ditentukan oleh posisi rangkaian. Kursi yang dipilih juga ikut memengaruhi tingkat risiko saat terjadi pengereman mendadak atau benturan.

Sejumlah penelitian yang dikutip Live Science menyebut kursi di sisi lorong cenderung lebih aman dibanding kursi dekat jendela. Alasannya, penumpang di sisi lorong memiliki peluang lebih kecil terkena benturan langsung dan pecahan kaca.

Para ahli juga menyarankan kursi yang menghadap ke belakang. Posisi ini dapat membantu mengurangi dorongan tubuh ke depan saat terjadi hentakan mendadak, sehingga potensi cedera bisa lebih rendah.

Federal Railroad Administration menambahkan bahwa kecelakaan kereta lebih sering melibatkan benturan dari samping. Karena itu, pilihan kursi tetap menjadi salah satu pertimbangan penting, meski tidak mampu menghapus risiko sepenuhnya.

Evaluasi penempatan gerbong perempuan

Usulan memindahkan gerbong wanita ke tengah akhirnya membuka ruang evaluasi yang lebih luas terhadap tata letak kereta. Penempatan gerbong tidak lagi cukup dibaca sebagai soal layanan, melainkan juga harus mempertimbangkan temuan keselamatan yang sudah tersedia.

Dalam konteks itu, posisi fisik gerbong dapat berpengaruh pada seberapa besar dampak yang diterima saat kecelakaan terjadi. Namun, tidak ada posisi yang benar-benar aman mutlak karena tingkat risiko tetap dipengaruhi oleh jenis insiden, arah benturan, kecepatan, dan kondisi infrastruktur saat kejadian.

Karena itu, diskusi soal gerbong wanita di tengah menyoroti satu hal penting: keselamatan transportasi rel tidak hanya bergantung pada fasilitas, tetapi juga pada susunan rangkaian yang bisa membantu mengurangi dampak ketika insiden tidak terhindarkan.

Source: www.beritasatu.com

Baca Juga

Back to top button