Ponsel Baru Samsung Ini Bikin Edit Dan Rekam Konten Lebih Ringkas, Kamera Lebih Terang Dan Stabil

Bagi kreator yang sering bekerja cepat di lokasi, Galaxy S26 Ultra menawarkan alur yang lebih ringkas dari pengambilan gambar sampai penyuntingan. Ponsel ini tidak hanya menonjol lewat kamera, tetapi juga lewat perangkat bantu AI dan fitur privasi yang membuat proses kerja terasa lebih praktis.

Samsung menempatkan perangkat ini sebagai teman kerja untuk vlogger, pembuat video pendek, hingga sineas independen. Fokusnya jelas: hasil foto dan video tetap bisa diandalkan saat dipakai berpindah tempat, menghadapi cahaya yang sulit, atau saat produksi harus dijalankan serba mobile.

Kamera utama dibuat lebih terang

Salah satu perubahan paling penting ada pada kamera utama dengan aperture f/1.4. Bukaan ini lebih lebar dibanding f/1.7 pada Galaxy S25 Ultra, dan Samsung menyebut sensor mampu menangkap 47% lebih banyak cahaya.

Kapasitas itu relevan untuk kreator yang sering merekam di ruang minim cahaya. Dalam situasi seperti itu, hasil foto dan video diklaim menjadi lebih jernih dan detail, termasuk ketika melakukan zoom in saat kondisi low light.

Samsung juga menyiapkan dua mesin pemrosesan untuk memperkuat hasil visual. AI ISP bekerja mengenali tekstur, warna, dan pencahayaan, sementara ProVisual Engine membantu mengurangi noise dan menjaga ketajaman gambar.

Pendekatan ini ditujukan agar warna kulit dan tekstur rambut tetap terlihat natural saat pencahayaan menantang. Bagi produksi konten mobile, hasil seperti ini membantu memangkas kebutuhan koreksi besar setelah pengambilan gambar.

Video tetap stabil meski ponsel bergerak

Di sisi perekaman video, fitur horizontal lock menjadi sorotan utama. Fitur ini menjaga video tetap lurus dan stabil meski ponsel dimiringkan atau diputar hingga 360 derajat.

Kemampuan tersebut memberi ruang gerak yang lebih bebas bagi pengguna yang sering membuat konten transisi atau merekam di tengah keramaian. Hasilnya, video bergaya cinematic bisa dibuat tanpa perlu gimbal tambahan.

Bagi kreator yang mengandalkan pergerakan perangkat saat shooting, stabilisasi seperti ini membuat proses kerja lebih praktis. Skenario lapangan yang dinamis jadi lebih mudah dihadapi tanpa banyak peralatan tambahan.

Penyuntingan ikut dipercepat di dalam ponsel

Samsung juga memberi perhatian besar pada tahap pascaproduksi. Photo Assist yang ditingkatkan memungkinkan pengguna mendeskripsikan perubahan yang diinginkan dengan kata-kata sendiri.

Lewat fitur itu, suasana siang bisa diubah menjadi malam. Pengguna juga dapat menambahkan atau memulihkan bagian objek yang hilang, bahkan membersihkan detail kecil seperti noda pakaian pada foto.

Bagi kreator, kemampuan tersebut mempersingkat proses edit. Alur kerja dari merekam, memilih hasil terbaik, hingga menyempurnakan materi bisa dilakukan dalam satu perangkat.

Performa dan pengisian daya disiapkan untuk kerja berat

Seluruh kemampuan kamera berbasis AI itu ditopang oleh Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy. Samsung menyebut chipset ini membawa peningkatan performa CPU hingga 19%, NPU hingga 39%, dan GPU hingga 24% dibanding generasi sebelumnya.

Kenaikan itu penting karena pemrosesan visual dan fitur AI membutuhkan komputasi yang stabil. Saat ponsel dipakai merekam lalu langsung mengedit konten, performa yang kuat membantu menjaga alur kerja tetap lancar.

Untuk pemakaian panjang, Galaxy S26 Ultra juga membawa Super-Fast Charging 3.0. Teknologi ini diklaim mampu mengisi daya hingga 75% hanya dalam 30 menit.

Bagi kreator yang sering berpindah lokasi atau bekerja dengan jadwal padat, pengisian cepat memberi nilai tambah yang terasa langsung. Waktu tunggu yang lebih singkat membantu ritme produksi tetap terjaga.

Privasi layar dan ketersediaan di Indonesia

Di luar urusan kamera, Samsung juga menyertakan Privacy Display bawaan. Perangkat ini disebut sebagai smartphone pertama di dunia yang menghadirkan teknologi layar untuk membatasi visibilitas dari sudut pandang samping saat diaktifkan, tanpa mengorbankan kualitas tampilan bagi pengguna.

Fitur tersebut berguna saat kreator meninjau hasil foto, mengedit materi, atau membuka file proyek di tempat umum. Dalam alur kerja kreatif, menjaga privasi materi sebelum dipublikasikan juga menjadi bagian penting dari pengalaman penggunaan.

Galaxy S26 Ultra tersedia di Indonesia sejak 18 Maret 2026. Harganya dimulai dari Rp 24.499.000 untuk varian 256 GB, Rp 27.499.000 untuk 512 GB, dan Rp 31.999.000 untuk 1 TB.

Samsung menjual perangkat ini melalui Samsung Store, samsung.com/id, dan toko ponsel resmi di seluruh Indonesia. Dengan kamera utama f/1.4, horizontal lock, pemrosesan AI, dan edit berbasis perintah teks, ponsel ini diposisikan untuk menjawab kebutuhan kreator konten mobile.

Source: inet.detik.com

Baca Juga

Back to top button