Skuad Timnas Amerika Serikat untuk Piala Dunia 2026 akhirnya diumumkan, dan perhatian langsung tertuju pada dua nama yang tidak masuk daftar akhir: Diego Luna dan Tanner Tessmann. Keputusan itu memunculkan banyak sorotan karena Luna sebelumnya tampil menonjol selama masa persiapan tim.
Mauricio Pochettino menegaskan bahwa penentuan skuad tidak hanya bergantung pada kualitas individu. Baginya, keseimbangan tim menjadi pertimbangan yang lebih penting ketika sebuah turnamen besar sudah di depan mata.
Pelatih asal Argentina itu juga menunjukkan sisi emosional dari keputusan tersebut. Dalam pengumuman skuad di New York, ia menyadari bahwa pencoretan selalu meninggalkan kekecewaan besar bagi pemain yang gagal terpilih.
Pochettino tidak menutup mata terhadap beban psikologis yang ikut menyertai proses seleksi. Ia mengaku pernah mengalami situasi serupa saat masih bermain dan gagal masuk skuad Piala Dunia.
“Saya pernah merasakan rasa sakit itu,” ujar Pochettino dilansir dari LA Times. Ia menambahkan bahwa rasa frustrasi dan kecewa dari pemain yang tidak terpilih sangat ia pahami.
Meski begitu, Pochettino tidak menjelaskan secara rinci alasan teknis di balik dicoretnya Luna dan Tessmann. Sikap itu memperlihatkan bahwa ia ingin menjaga fokus tim menjelang turnamen yang semakin dekat.
Di tengah dua pencoretan yang ramai dibahas, Amerika Serikat tetap bertumpu pada sejumlah pemain inti. Christian Pulisic, Weston McKennie, Tyler Adams, dan Tim Ream masuk dalam daftar dan diproyeksikan menjadi tulang punggung tim.
Pulisic menyambut momen ini dengan antusias karena Amerika Serikat akan tampil di Piala Dunia yang digelar di kandang sendiri. Pemain AC Milan itu menilai kesempatan tersebut punya arti besar bagi tim dan publik sepak bola Amerika Serikat.
“Kami sangat menginginkan ini. Kami tahu apa artinya bermain di Piala Dunia di rumah sendiri,” kata Pulisic. Pernyataan itu menegaskan besarnya harapan yang menempel pada skuad tuan rumah.
Tim Ream juga menggambarkan suasana dalam tim sebagai campuran emosi yang kuat. Bek veteran berusia 38 tahun itu menyebut ada rasa emosional, lega, dan bangga yang hadir bersamaan bagi para pemain yang terpilih.
Komposisi skuad kali ini menunjukkan perpaduan yang cukup jelas antara pengalaman dan wajah baru. Sebanyak 13 pemain merupakan bagian dari skuad Piala Dunia Qatar 2022, sementara 13 lainnya akan menjalani debut di panggung dunia.
Kombinasi itu memberi gambaran tentang arah pilihan Pochettino. Ia tampak ingin menjaga keseimbangan antara jam terbang di turnamen besar dan energi pemain muda yang sedang naik.
Luna sendiri menjadi nama yang paling banyak dibicarakan karena statusnya sebagai pemain muda yang berkembang pesat selama pemusatan persiapan. Namun keputusan akhir menunjukkan bahwa performa menonjol di kamp pelatihan belum tentu cukup untuk mengamankan tempat.
Amerika Serikat akan memulai perjalanan di Piala Dunia 2026 melawan Paraguay pada 12 Juni di SoFi Stadium, Los Angeles. Laga itu akan menjadi ujian awal bagi skuad racikan Pochettino di tengah ekspektasi besar dari publik tuan rumah.
Sebelum pertandingan pembuka tersebut, Amerika Serikat juga dijadwalkan menghadapi Senegal dan Jerman dalam laga uji coba. Dua pertandingan itu akan menjadi kesempatan penting untuk menguji kekompakan tim dan melihat apakah susunan yang dipilih Pochettino bisa berjalan sesuai rencana.
Source: www.suara.com