Pasar SUV elektrifikasi di Indonesia kembali kedatangan pemain baru yang langsung menarik perhatian lewat pendekatan yang tidak biasa. Wuling Eksion hadir bukan hanya sebagai SUV keluarga 7-seater, tetapi juga membawa dua pilihan elektrifikasi dalam satu model, yaitu listrik murni dan plug-in hybrid.
Strategi itu membuat Eksion tampil berbeda di tengah persaingan yang semakin padat. Bagi konsumen yang ingin mobil ramah lingkungan namun tetap butuh fleksibilitas untuk perjalanan jauh, model ini menawarkan dua jalur penggunaan yang sama-sama relevan.
Dua opsi penggerak dalam satu model
Wuling menyiapkan Eksion dalam versi full electric dan PHEV. Varian listrik murni ditujukan untuk pengguna yang ingin berkendara tanpa emisi, sedangkan varian plug-in hybrid disiapkan bagi mereka yang masih membutuhkan dukungan mesin bensin.
Pada versi listrik, Eksion dibekali baterai sekitar 69,2 kWh. Berdasarkan data yang tersedia, jarak tempuhnya dapat mencapai hingga 530 km dalam satu kali pengisian penuh.
Sementara itu, varian PHEV mengombinasikan mesin bensin 1.500 cc, motor listrik, dan baterai 20,5 kWh. Dengan kondisi penuh, kombinasi ini diklaim mampu membawa mobil melaju hingga 1.000 km.
Fokus pada kebutuhan keluarga
Eksion diposisikan sebagai SUV keluarga dengan konfigurasi tujuh penumpang. Karakter ini diperkuat oleh dimensi bodi yang disebut memiliki panjang sekitar 4,7 meter dan wheelbase 2,8 meter.
Ukuran tersebut mendukung ruang kabin yang diklaim lega untuk kebutuhan keluarga. Wuling juga menempatkan kenyamanan dan kepraktisan sebagai nilai utama, sehingga mobil ini tetap relevan untuk aktivitas harian maupun perjalanan antarkota.
Di segmennya, perpaduan kabin luas dan teknologi elektrifikasi memberi Eksion pembeda yang cukup jelas. Model ini masuk ke ceruk yang belum terlalu ramai diisi SUV dengan pendekatan serupa.
Kabin modern dengan sentuhan premium
Bagian interior Eksion dibuat dengan nuansa modern dan kesan premium. Material soft touch menjadi salah satu elemen yang menonjol, dipadukan dengan desain dasbor futuristik.
Untuk pusat kendali, Wuling memasang head unit layar 12,8 inci. Panel instrumen digital juga digunakan agar tampilan kabin terasa lebih canggih dan selaras dengan karakter elektrifikasi.
Kelengkapan kenyamanan lain turut disematkan, mulai dari panoramic roof, jok elektrik dengan ventilasi, hingga wireless charging. Susunan fitur ini menunjukkan bahwa Eksion tidak hanya menonjolkan efisiensi energi, tetapi juga kenyamanan bagi penumpang.
Perangkat keselamatan ikut diperhatikan
Dari sisi keamanan, Eksion dibekali 6 airbag, ABS, dan ESC. Wuling juga melengkapinya dengan ADAS level 2 untuk membantu pengemudi dalam berbagai kondisi berkendara.
Beberapa fitur yang disebut antara lain adaptive cruise control, lane departure warning, dan automatic emergency braking. Paket bantuan seperti ini penting untuk SUV keluarga, terutama saat mobil dipakai menempuh perjalanan jauh atau melintasi lalu lintas padat.
Keberadaan fitur keselamatan dan bantuan berkendara tersebut menambah nilai jual Eksion di pasar. Model ini tidak hanya mengejar efisiensi, tetapi juga membawa lapisan proteksi yang lebih lengkap untuk penggunaan harian.
Masuk pasar lewat panggung pameran otomotif
Sebelum dipasarkan lebih luas, Eksion lebih dulu diperkenalkan ke publik dalam ajang Indonesia International Motor Show atau IIMS 2026. Kehadiran di panggung itu menjadi langkah awal sebelum model ini masuk ke pasar secara resmi.
Untuk harga, artikel referensi menyebut angka resminya belum diumumkan secara luas pada awal peluncuran. Namun, ada indikasi kisaran pasar di level Rp350 juta hingga Rp400 jutaan, tergantung varian dan fitur yang dipilih.
Jika kisaran tersebut benar terealisasi, Eksion berpotensi menjadi salah satu SUV elektrifikasi yang kompetitif di Indonesia. Kombinasi opsi EV dan PHEV, konfigurasi 7-seater, serta klaim jarak tempuh hingga 1.000 km pada varian hybrid membuat model ini punya daya tarik yang sulit diabaikan.





