Xiaomi Auto tampaknya sedang memanen hasil dari strategi agresifnya di pasar mobil listrik. Dalam 48 hari, SU7 versi terbaru sudah mengantongi lebih dari 80.000 pesanan pasti, dan seluruhnya disertai pembayaran uang muka dari konsumen.
Daya tarik utama sedan listrik ini tidak hanya datang dari desain atau performa, tetapi juga dari paket fitur standarnya. Xiaomi membekali SU7 dengan perlengkapan yang pada banyak model lain biasanya baru muncul di kelas harga lebih tinggi.
Harga agresif dari awal
SU7 terbaru dipasarkan dalam tiga varian dengan banderol yang masih kompetitif di kelasnya. Harga jualnya berada di kisaran 219.900 yuan hingga 303.900 yuan, atau sekitar Rp560 jutaan sampai Rp774 jutaan.
Untuk menarik pembeli lebih cepat, Xiaomi juga membuka paket pembelian dan pembiayaan khusus selama 6 hingga 31 Mei. Varian Standard dan Pro mendapat keuntungan senilai 42.000 yuan atau sekitar Rp106 juta, sedangkan varian Max mendapat insentif lebih besar sebesar 61.000 yuan atau sekitar Rp155 juta.
Paket tersebut mencakup kursi zero-gravity dengan fungsi pijat, ruang penyimpanan ekstra, dan sistem bantuan mengemudi Xiaomi HAD. Di sisi pembiayaan, Xiaomi menawarkan skema bunga rendah hingga lima tahun dengan uang muka minimum 49.900 yuan atau sekitar Rp127 juta.
Konfigurasi ikut dirapikan
Sejak 6 Mei, Xiaomi juga mengubah sejumlah konfigurasi pada SU7. Beberapa warna bodi, termasuk magenta dan hitam untuk varian bawah, tidak lagi tersedia.
Perubahan lain menyentuh paket styling edisi khusus pada trim Max yang sebelumnya ikut ditawarkan. Selain itu, opsi roda serta kombinasi warna interior dan eksterior juga ikut disesuaikan.
Pelek 20 inci kini hanya tersedia untuk varian dan warna tertentu. Sejumlah kombinasi kabin dan eksterior pun resmi dihentikan pemesanannya.
Fitur standar yang menekan kelas harga
Di dalam kabin, SU7 dibekali layar tengah 16,1 inci, panel instrumen putar 7,1 inci, dan head-up display. Xiaomi juga menjadikan LiDAR serta sistem bantuan berkendara HAD sebagai fitur standar di seluruh lini.
Bekal itu membuat posisi SU7 terlihat serius di tengah persaingan sedan listrik. Dengan dimensi panjang 4.997 mm dan jarak sumbu roda 3.000 mm, mobil ini menggabungkan ukuran besar dengan perlengkapan yang biasanya tidak selalu hadir sebagai bawaan dasar.
Performa tiap varian tetap berbeda
Seluruh varian SU7 masih memakai motor listrik V6S Plus racikan Xiaomi. Standard dan Pro sama-sama menghasilkan tenaga 235 kW, sementara versi Max menggunakan konfigurasi dual-motor dengan output 508 kW.
Perbedaan juga terlihat pada kapasitas baterai dan jarak tempuh. Standard membawa baterai 73 kWh dengan jarak tempuh CLTC 720 km, Pro memakai baterai 96,3 kWh dengan jarak tempuh 902 km, dan Max dibekali baterai 101,7 kWh dengan jarak tempuh 835 km.
| Varian | Tenaga | Baterai | Jarak tempuh CLTC |
|---|---|---|---|
| Standard | 235 kW | 73 kWh | 720 km |
| Pro | 235 kW | 96,3 kWh | 902 km |
| Max | 508 kW | 101,7 kWh | 835 km |
Penjualan Xiaomi Auto masih bergerak naik turun
Di pasar domestik, Xiaomi Auto sempat mencatat penjualan 21.440 unit pada Maret 2026. Angka itu turun 26,7 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun, perusahaan juga disebut berhasil mengirimkan lebih dari 30.000 unit kendaraan sepanjang April 2026. Sebelumnya, penjualan Januari tercatat 39.002 unit, sedangkan Februari berada di angka 20.414 unit.
Pencapaian bulanan tertinggi muncul pada Desember 2025 dengan 50.212 unit. Pada periode itu, pangsa pasar Xiaomi Auto berada di kisaran 1,3 hingga 2,5 persen.
Di tengah sorotan pada SU7, Xiaomi juga menyiapkan model baru bernama Xiaomi YU7 GT yang dijadwalkan meluncur resmi pada akhir Mei 2026. Langkah tersebut menunjukkan ekspansi lini kendaraan listrik Xiaomi masih berlanjut, sementara SU7 terbaru tetap menjadi pusat perhatian utama pasar.
Source: voi.id




