Pesanan Wuling Binguo Pro Tembus 30 Ribu Sebelum Meluncur, Rival Murah Mulai Terjepit

Harga, jarak tempuh, dan waktu isi daya menjadi tiga kartu utama Wuling Binguo Pro saat masuk ke pasar mobil listrik kecil di China. Kombinasi itu membuat model ini langsung menarik perhatian, bahkan sebelum peluncuran resminya dilakukan.

Respons awal pasar juga terlihat kuat. Wuling Binguo Pro disebut sudah mengantongi 30 ribu pesanan, sementara pengiriman ke konsumen telah menembus lebih dari 10 ribu unit.

Strategi desain yang dibuat berbeda

Binguo Pro tampil dengan pendekatan retro modern yang cukup berani. Bodinya dibuat membulat dan dimensinya diperbesar agar kabin terasa lebih lapang dibanding mobil listrik murah pada umumnya.

Di bagian luar, Wuling memasang lampu depan LED berbentuk lingkaran, lampu belakang persegi, dan pelek bermotif bunga. Kombinasi itu memberi identitas visual yang kuat sekaligus menjaga nuansa klasik yang jadi daya tarik utama model ini.

Ukuran mobil ini juga dibuat cukup proporsional untuk segmen kecil. Panjangnya 4.050 mm, lebarnya 1.758 mm, tingginya 1.580 mm, dan jarak sumbu rodanya 2.560 mm.

Kabin klasik dengan sentuhan teknologi

Masuk ke bagian interior, nuansa retro tetap dipertahankan lewat penggunaan warna krem dan beige. Aksen krom juga disematkan untuk mempertegas karakter klasik tersebut.

Namun Wuling tidak berhenti di tampilan. Pada dashboard, tersedia layar head unit infotainment 12,8 inci yang menjalankan Ling OS milik Wuling.

Sistem itu mendukung perintah suara berbasis AI, konektivitas ponsel pintar, dan pengoperasian aplikasi kendaraan jarak jauh. Dengan begitu, Binguo Pro tetap terasa modern untuk kebutuhan pengguna urban.

Dua pilihan baterai, dua karakter jarak tempuh

Di sektor penggerak, seluruh varian Binguo Pro memakai motor listrik roda depan dengan tenaga maksimum 65 kW atau setara 87 HP. Kecepatan puncaknya diklaim mencapai 130 km per jam.

Pilihan baterainya terbagi menjadi dua. Varian standar menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate 31,9 kWh dengan jarak tempuh hingga 330 km dan sistem pendingin udara.

Sementara itu, varian yang lebih tinggi memakai baterai Gotion 37,9 kWh yang didukung Volkswagen. Jarak tempuhnya diklaim mencapai 403 km, dengan pendingin cairan yang mendukung pengisian cepat 3C.

Waktu pengisian jadi pembeda penting

Di varian standar, pengisian DC fast charging dari 30 persen ke 80 persen membutuhkan sekitar 35 menit. Pada varian atas, durasinya dipangkas menjadi 15 menit untuk level pengisian yang sama.

Perbedaan juga muncul pada pengisian AC. Kapasitas di varian tertinggi naik dari 3,3 kW menjadi 6,6 kW, sehingga waktu pengisian penuh turun menjadi sekitar enam jam dari sebelumnya sembilan jam.

Kombinasi inilah yang membuat Binguo Pro diposisikan sebagai senjata baru Wuling di segmen kendaraan listrik terjangkau. Di China, model ini dibanderol mulai 58.800 yuan hingga 72.800 yuan, atau sekitar Rp152 jutaan sampai Rp188 jutaan.

Pemesanan baru dibuka pada 14 April 2026, sedangkan peluncuran resminya dijadwalkan pada 22 Mei di China. Dengan modal pesanan yang sudah tinggi sebelum resmi dipasarkan, Binguo Pro kini menjadi salah satu mobil listrik kecil yang paling diperhatikan, sekaligus calon penantang serius bagi Geely EX2, BYD Atto 1, dan GWM Ora 5.

Baca Juga

Back to top button