Pertalite Tetap Rp10.000 Di Jakarta, Kabar Pembatasan Dibantah Pertamina

Kabar soal pembatasan pembelian Pertalite sempat ramai di media sosial, tetapi informasi itu dibantah Pertamina Patra Niaga. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan belum ada rencana maupun arahan dari pemerintah terkait pembatasan Pertalite berdasarkan merek kendaraan atau kapasitas mesin.

Di saat isu itu beredar, harga BBM Pertamina di Jakarta justru tetap bertahan. Konsumen masih menjumpai harga yang sama di SPBU, sehingga biaya pengisian bahan bakar belum menunjukkan perubahan sepanjang pekan ini.

Harga BBM Pertamina masih bertahan

Di Jakarta, Pertalite masih dijual Rp10.000 per liter. Solar subsidi juga belum berubah dan tetap berada di level Rp6.800 per liter.

Untuk produk bensin nonsubsidi, Pertamax tercatat Rp12.300 per liter. Harga ini disebut masih berlaku sejak 4 Mei 2026 dan belum mengalami penyesuaian di seluruh SPBU Pertamina di ibu kota.

Stabilitas itu juga terlihat pada produk lain. Pertamax Turbo masih dibanderol Rp19.900 per liter, Pertamax Green Rp12.900 per liter, Dexlite Rp26.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp27.900 per liter.

Kabar pembatasan dibantah

Isu yang beredar menyebut ada larangan mulai 1 Juni 2026 untuk jenama kendaraan tertentu dan kendaraan dengan kapasitas mesin tertentu agar tidak membeli Pertalite. Namun, Pertamina Patra Niaga menegaskan kabar itu tidak benar.

Perusahaan juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya dan tidak langsung menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Jika nantinya ada aturan baru, Pertamina Patra Niaga menyatakan akan mengikuti kebijakan resmi pemerintah.

Karena itu, publik diminta memeriksa informasi melalui kanal resmi pemerintah, regulator, atau Pertamina. Langkah ini dinilai penting agar ruang digital tidak dipenuhi kabar yang belum jelas kebenarannya.

Pasar BBM Jakarta cenderung tenang

Pergerakan harga BBM di Jakarta dalam sepekan terakhir terlihat relatif stabil, bukan hanya pada produk Pertamina. Kondisi ini membuat pasar BBM di ibu kota terkesan tenang dan belum menunjukkan perubahan besar.

Di SPBU BP, BP Ultimate dijual Rp12.930 per liter dan BP 92 Rp12.390 per liter. BP Ultimate Diesel tercatat Rp29.890 per liter setelah sebelumnya turun dari Rp30.890 per liter.

Harga di SPBU Vivo juga relatif tetap. Revvo 92 dijual Rp12.390 per liter, Revvo 95 Rp12.930 per liter, dan Diesel Primus Rp30.890 per liter.

Shell pun mencatat harga yang tidak banyak bergerak. V-Power Diesel berada di level Rp30.890 per liter sejak 9 Mei 2026, sementara produk bensinnya belum dipasarkan.

Kebijakan subsidi belum berubah

Dari sisi kebijakan, pemerintah sebelumnya juga menyampaikan belum ada kenaikan harga BBM subsidi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah tidak menaikkan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar.

Pernyataan itu muncul meski harga minyak mentah Indonesia naik dan nilai tukar rupiah melemah. Bagi pengguna kendaraan harian, sikap tersebut memberi sinyal bahwa harga Pertalite dan Solar subsidi masih dipertahankan untuk saat ini.

Dengan situasi itu, masyarakat Jakarta yang mengisi BBM di SPBU Pertamina masih menghadapi tarif lama untuk produk utama. Pertalite tetap Rp10.000 per liter, Solar subsidi Rp6.800 per liter, dan Pertamax Rp12.300 per liter tanpa perubahan sepanjang pekan ini.

Source: otodriver.com

Baca Juga

Back to top button