Persib Bandung menatap laga terakhir musim dengan kondisi yang tidak sepenuhnya ideal, meski ada beberapa kabar baik yang datang hampir bersamaan. Bojan Hodak kembali ke pinggir lapangan, Federico Barba dan Luciano Guaycochea juga siap dimainkan, tetapi Marc Klok justru harus absen saat menghadapi Persijap Jepara.
Kombinasi kabar itu membuat Maung Bandung masuk ke duel di Stadion Gelora Bandung Lautan Api dengan komposisi yang berubah. Di satu sisi, tim mendapat tambahan tenaga penting untuk menutup kompetisi, namun di sisi lain mereka kehilangan sosok kapten yang selama ini menjadi pengatur ritme permainan.
Hodak kembali memimpin langsung
Kembalinya Bojan Hodak menjadi poin yang sangat berarti bagi Persib menjelang laga pamungkas BRI Super League 2025/2026. Kehadiran pelatih kepala di sisi lapangan memberi keuntungan dalam koordinasi taktik yang bisa berlangsung lebih cepat dan lebih langsung selama pertandingan.
Situasi ini juga memberi Persib pegangan yang lebih jelas dalam pertandingan penutup musim. Hodak kembali bisa memimpin dari bangku cadangan setelah sebelumnya tim tidak selalu didampingi langsung olehnya.
Barba dan Guaycochea menambah opsi
Selain kehadiran Hodak, Persib juga mendapat kabar positif dari Federico Barba dan Luciano Guaycochea. Keduanya kembali tersedia dan membuka lebih banyak pilihan bagi tim dalam menyusun strategi melawan Persijap.
Tambahan dua pemain asing itu penting karena laga ini menjadi penentu penutupan kompetisi. Dengan opsi yang lebih lengkap, Hodak memiliki ruang lebih besar untuk memilih susunan pemain yang paling sesuai dengan kebutuhan pertandingan.
Klok harus menepi di momen penting
Di tengah kabar baik tersebut, Persib justru kehilangan Marc Klok. Gelandang sekaligus kapten tim itu absen karena akumulasi kartu kuning setelah menerima kartu dalam laga melawan PSM Makassar di Stadion Gelora BJ Habibie.
Kartu kuning itu menjadi yang ketujuh bagi Klok sepanjang musim. Akibatnya, ia tidak bisa tampil saat Persib menutup kompetisi, padahal perannya sangat penting dalam menjaga keseimbangan permainan tim.
Klok selama ini dikenal sebagai pengatur tempo dan penghubung antarlini. Kehilangannya membuat Persib perlu mencari cara lain untuk menjaga aliran bola dan stabilitas di lini tengah.
Insiden yang berujung sanksi
Kartu kuning yang diterima Klok muncul dari situasi panas di dekat bangku cadangan ketika melawan PSM. Ia mendapat peringatan setelah bersitegang dengan pelatih sementara PSM, Ahmad Amiruddin.
Klok menjelaskan bahwa insiden berawal saat dirinya hendak mengambil bola untuk lemparan ke dalam. Ia merasa ada ucapan yang tidak pantas dari kubu lawan sebelum situasi berkembang menjadi adu mulut dan saling dorong.
“Saya sedih. Saya akan banding kartu kuning itu. Karena saya hanya mau mengambil bola dan mereka mulai berkata-kata yang kurang baik. Semoga banding ini berhasil,” kata Klok.
Persib tetap harus beradaptasi
Masalah Persib tidak berhenti pada absennya Klok. Dua asisten pelatih, Igor Tolic dan Miro Petric, juga ikut menerima kartu kuning pada laga yang sama.
Tolic memastikan dirinya tidak akan mendampingi tim dari sisi lapangan karena menjalani sanksi larangan tampil. Ia menyebut kali ini giliran Hodak yang kembali memimpin langsung dari bangku cadangan, sementara dirinya harus memantau pertandingan dari tribun.
Dengan kondisi itu, Persib tetap memiliki figur utama di area teknis, tetapi belum dalam komposisi staf yang sepenuhnya lengkap. Meski begitu, kembalinya Hodak, Barba, dan Guaycochea memberi warna positif di tengah hilangnya Klok pada laga terakhir musim ini.
Source: www.beritasatu.com