Perlintasan Sebidang Masih Rawan, KAI Madiun dan Dishub Jatim Perkuat Edukasi Pengendara

Di wilayah Daop 7 Madiun, persoalan perlintasan sebidang masih menjadi titik rawan yang terus diawasi. Data insiden yang tercatat hingga kuartal I 2026 menunjukkan 20 kejadian, sehingga edukasi keselamatan kembali dipilih sebagai langkah yang dianggap paling mendesak.

Fokus utama kampanye ini bukan hanya soal keberadaan palang pintu, melainkan kebiasaan pengendara saat mendekati jalur kereta api. PT KAI Daop 7 Madiun bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur dan Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya ingin mendorong perubahan perilaku agar pengguna jalan lebih disiplin.

Edukasi digencarkan di Kediri

Kegiatan edukasi keselamatan itu digelar di Desa Jambean, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri. Sasaran utamanya adalah warga dan pengguna jalan agar lebih waspada ketika melintas di perlintasan sebidang kereta api.

Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Tohari menegaskan bahwa pengendara tidak boleh bergantung pada palang pintu sebagai perlindungan utama. Menurut dia, kunci pencegahan kecelakaan tetap ada pada kewaspadaan dan kepatuhan terhadap rambu lalu lintas.

Tohari juga mengingatkan agar masyarakat berhenti sejenak sebelum melintas. Setelah memastikan kondisi aman, perjalanan kereta api harus selalu didahulukan.

Angka insiden masih tinggi

Dorongan edukasi itu muncul di tengah catatan insiden yang belum menunjukkan penurunan berarti. Sepanjang 2025, wilayah Daop 7 Madiun mencatat 24 peristiwa dengan beragam jenis kejadian.

Dari jumlah itu, tujuh insiden terjadi di perlintasan sebidang, 16 insiden di jalur KA atau ruang manfaat jalan, dan satu insiden berada di area emplasemen. Rangkaian kejadian tersebut menimbulkan 16 korban, baik meninggal dunia maupun luka-luka.

Insiden itu juga melibatkan tujuh unit kendaraan dan satu hewan. Bagi KAI, data tersebut menjadi alasan kuat untuk terus memperluas edukasi keselamatan di lapangan.

Awal 2026 belum memberi sinyal membaik

Tren pada 2026 juga belum menunjukkan perubahan yang diharapkan. Hingga kuartal I, tercatat 20 insiden di wilayah Daop 7 Madiun.

Dari total itu, 16 kejadian terjadi di perlintasan sebidang dan empat kejadian lainnya berada di jalur KA atau ruang manfaat jalur. Di titik perlintasan sebidang, jenis insiden yang tercatat meliputi KA tertemper enam kali, palang pintu perlintasan tertabrak kendaraan dua kali, serta kendaraan mogok di perlintasan sebidang delapan kali.

Catatan tersebut memperlihatkan bahwa masalah keselamatan di perlintasan tidak hanya berkaitan dengan sarana, tetapi juga kedisiplinan pengguna jalan. Karena itu, penguatan edukasi dianggap perlu dilakukan berulang.

Sinergi lintas lembaga dan warga

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Surabaya Denny Michels Adlan menyoroti pentingnya budaya saling mengingatkan antarpengguna jalan. Menurut dia, kebiasaan itu dapat membantu menekan potensi kecelakaan di perlintasan sebidang.

Dari sisi pemerintah daerah, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri M. Nizam Subekhi menyebut kondisi unit palang pintu di wilayah Kabupaten Kediri sudah banyak yang terjaga. Ia menegaskan peningkatan keselamatan tetap menjadi komitmen pemerintah daerah.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur Khusnul Arif juga menilai keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama. Ia melihat sinergi antara pemerintah, operator perkeretaapian, dan masyarakat sebagai syarat agar keamanan perjalanan kereta api dan pengguna jalan sama-sama terjaga.

Di lapangan, persoalan perlintasan sebidang memang tidak berhenti pada urusan infrastruktur. Perilaku pengendara tetap menjadi faktor penting, sehingga edukasi keselamatan dipilih sebagai langkah yang terus diperkuat oleh KAI Daop 7 Madiun dan para pemangku kepentingan di Jawa Timur.

Source: jatim.antaranews.com

Baca Juga

Back to top button