Warga Jawa Barat masih perlu menaruh perhatian pada pergerakan awan hujan yang berpotensi bertahan dari sore hingga mendekati malam. BMKG menyampaikan bahwa dalam periode tersebut cuaca bisa berubah cepat, dengan hujan sedang hingga lebat yang juga dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang.
Peringatan dini terbaru yang dirilis pukul 16:15 WIB menyebut potensi awal hujan muncul sekitar pukul 16:25 WIB dan dapat berlangsung sampai pukul 19.30 WIB. Artinya, mobilitas warga pada jam pulang kerja maupun aktivitas luar ruangan menjelang malam perlu menyesuaikan kondisi cuaca yang masih dinamis.
Wilayah yang sudah terpantau hujan
BMKG mencatat hujan telah terjadi di sejumlah titik di Jawa Barat, dan sebarannya tidak hanya berada di satu wilayah. Kondisi ini terlihat di Kabupaten Sukabumi pada Cicurug, lalu di beberapa daerah lain seperti Kabupaten Bandung, Garut, Kuningan, Cirebon, Majalengka, Sumedang, Indramayu, Subang, Purwakarta, Kota Bandung, dan Kota Cimahi.
Di Kabupaten Bandung, daerah yang lebih dulu tercatat terdampak meliputi Cimenyan, Margaasih, Pameungpeuk, Pangalengan, dan Baleendah. Sementara di Kabupaten Garut, hujan terpantau di Cisurupan dan Talegong, sedangkan di Kabupaten Kuningan, wilayah yang masuk catatan awal ialah Jalaksana, Cilimus, Mandirancan, Pasawahan, Japara, dan Cigandamekar.
Potensi hujan meluas ke daerah lain
Selain titik yang sudah terdampak, BMKG juga menyampaikan kemungkinan hujan menjangkau wilayah yang lebih luas di Jawa Barat. Daerah yang berpeluang mengalami hujan mencakup sebagian Kabupaten Purwakarta, Sukabumi, Cianjur, Bandung, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Kuningan, Cirebon, Majalengka, Sumedang, Indramayu, Subang, Karawang, Bandung Barat, Kota Bandung, Kota Cirebon, Kota Cimahi, dan Kota Tasikmalaya.
Di Kabupaten Bandung, perluasan hujan dapat menyentuh Cileunyi, Bojongsoang, Dayeuhkolot, Banjaran, Soreang, Ciwidey, hingga Kutawaringin. Untuk Kota Bandung, wilayah yang perlu dicermati antara lain Sukasari, Cidadap, Astana Anyar, Bojongloa Kidul, Bandung Kidul, Rancasari, Cibiru, Gedebage, Panyileukan, dan Cinambo.
Daerah yang diminta tetap siaga
BMKG juga menyoroti beberapa kecamatan di Kabupaten Cirebon yang perlu diwaspadai, yaitu Waled, Ciledug, Losari, Pabedilan, Babakan, Palimanan, Plumbon, Weru, Arjawinangun, Gunung Jati, dan Jamblang. Di Kabupaten Subang, wilayah yang masuk daftar antara lain Cisalak, Subang, Kalijati, Jalancagak, Cibogo, dan Dawuan.
Untuk Kabupaten Kuningan, potensi hujan meluas ke Kadugede, Ciniru, Subang, Ciwaru, Luragung, Kuningan, Ciawigebang, Cidahu, Cigugur, dan Maleber. Kabupaten Bandung Barat juga disebut berpotensi terdampak, dengan kecamatan seperti Lembang, Parongpong, Cisarua, Ngamprah, Padalarang, Batujajar, Cililin, Cipongkor, Sindangkerta, dan Waduk Saguling.
Aktivitas warga perlu menyesuaikan cuaca
Pola hujan yang masih kuat pada sore hingga petang menunjukkan perlunya kewaspadaan ekstra di banyak titik Jawa Barat. Keberadaan kilat, petir, dan angin kencang membuat kondisi di lapangan bisa berubah dalam waktu singkat, terutama bagi warga yang sedang berkendara atau beraktivitas di luar ruangan.
Kawasan perkotaan seperti Kota Cirebon dan Kota Tasikmalaya juga masuk dalam daftar area yang berpotensi terdampak. Karena itu, pembaruan cuaca perlu terus dipantau agar aktivitas menjelang malam dapat disesuaikan dengan kondisi hujan yang masih mungkin berlangsung hingga lewat waktu magrib.
Source: berita.murianews.com