Warga Blora yang lama menghadapi jalan rusak berat akan segera melihat penanganan di ruas Randublatung-Cepu. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan anggaran Rp5,276 miliar untuk memperbaiki titik kerusakan paling parah di Desa Kediren, Kecamatan Randublatung.
Proyek itu sudah masuk tahap pelelangan dan menjadi langkah awal untuk mempercepat pemulihan akses di jalur tersebut. Pemprov Jateng juga tidak berhenti pada perbaikan yang ada di desain awal, karena evaluasi teknis sedang dilakukan agar panjang jalan yang ditangani bisa ditambah.
Fokus pada titik paling rusak
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menyampaikan bahwa anggaran tersebut memang diarahkan ke bagian jalan yang paling parah kondisinya. Dengan pola seperti ini, penanganan diharapkan lebih tepat sasaran dan manfaatnya lebih cepat dirasakan warga.
Evaluasi desain teknis menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Melalui evaluasi itu, pemerintah ingin melihat apakah cakupan penanganan bisa diperluas sehingga hasil pekerjaannya tidak hanya berhenti pada titik tertentu.
Arahan gubernur soal mutu pekerjaan
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta seluruh jajaran pemerintah daerah bergerak cepat menanggapi keluhan masyarakat tentang jalan rusak. Ia menilai laporan warga yang ramai di media sosial perlu dijadikan bahan evaluasi agar pemerintah lebih sigap merespons kebutuhan publik.
Meski begitu, Luthfi tidak hanya menekankan kecepatan. Ia menegaskan bahwa mutu pekerjaan harus dijaga dan perbaikan jalan tidak boleh dikerjakan asal-asalan, melainkan secara profesional.
Ia juga meminta balai dan dinas memberi perhatian khusus pada ruas yang mengalami kerusakan berat. Menurut dia, jalan berlubang dan rusak parah harus langsung masuk daftar prioritas penanganan.
Kelanjutan pekerjaan di Blora
Perbaikan Randublatung-Cepu melanjutkan sejumlah pekerjaan infrastruktur jalan yang sebelumnya sudah dilakukan Pemprov Jateng di Blora. Pada tahun 2025, ruas Singget-Doplang-Cepu sepanjang 2,611 kilometer yang melintasi Desa Petak, Desa Dinding, dan Desa Betekan telah ditangani dengan anggaran Rp19,92 miliar.
Selain mengandalkan APBD Provinsi Jawa Tengah, pemerintah juga mengusulkan penanganan beberapa ruas jalan di Blora melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah atau IJD. Skema ini diharapkan bisa mempercepat perbaikan infrastruktur di wilayah tersebut.
Dengan rangkaian penanganan itu, Pemprov Jateng berharap konektivitas antarwilayah di Blora makin kuat. Aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan setempat juga diharapkan ikut terdorong seiring membaiknya akses jalan.
Source: indoraya.news




