Yang paling menekan dari akhir The Scarecrow bukan sekadar jumlah korban atau rumitnya kasus yang dihadapi Kang Tae Joo. Justru, yang membuat ending terasa begitu berat adalah momen ketika ia sadar bahwa terlalu banyak hal sudah hilang sebelum ia benar-benar mampu bertindak.
Sebagai polisi, Tae Joo tampil sebagai sosok yang setia pada tugas. Namun di penutup cerita, kesetiaan itu tidak berakhir dengan kemenangan, melainkan dengan tumpukan penyesalan yang membuatnya terlihat paling hancur di antara semua tokoh.
Kasus yang dibiarkan terlalu lama
Tae Joo akhirnya menyadari bahwa kasus pembunuhan berantai di Kangseong sudah berlangsung terlalu lama. Dalam waktu sepanjang itu, banyak keputusan keliru terlanjur diambil dan tidak mungkin ditarik kembali.
Dari titik itu, beban yang ia pikul tidak lagi terasa seperti kegagalan kerja biasa. Semua berubah menjadi luka moral yang terus membesar dan ikut merusak hidup pribadinya.
Korban yang paling dekat justru paling menyakitkan
Rasa bersalah Tae Joo menjadi jauh lebih berat karena dampak kesalahannya menyentuh orang-orang di lingkar terdekat. Bagi dirinya, itu berarti kesalahan investigasi tidak berhenti di ruang penyelidikan.
Setiap langkah yang terlalu cepat atau salah baca situasi berujung pada penderitaan yang sangat personal. Ending The Scarecrow menegaskan bahwa bagi Tae Joo, harga dari sebuah kekeliruan tidak pernah kecil.
Min Ji dan Hye Jin jadi luka yang sulit ditelan
Di antara banyak penyesalan itu, kegagalan menyelamatkan Min Ji dan Hye Jin paling membekas. Min Ji adalah siswi yang sempat meminta tolong kepadanya, sementara Hye Jin adalah seorang anak kecil.
Kondisi itu membuat peran Tae Joo sebagai polisi terasa sangat pahit. Ia seharusnya menjadi orang yang melindungi, tetapi dalam kasus ini ia tetap datang terlambat bagi mereka yang membutuhkan bantuan.
Kampung halaman yang tak berhasil ia jaga
Ada ironi lain yang terus membayangi Tae Joo, yaitu kegagalannya menjaga kampung halamannya sendiri. Ia memang punya kuasa sebagai petugas kepolisian, tetapi kekerasan tetap terjadi di wilayah yang paling ia kenal.
Situasi itu membuat posisinya sebagai penegak hukum terasa makin getir. Ia berdiri di sisi keadilan, tetapi tidak mampu mencegah tragedi di tempat yang seharusnya paling bisa ia lindungi.
Salah tangkap yang menghancurkan hidup orang lain
Penyesalan Tae Joo juga datang dari keputusan besar saat ia menangkap orang yang salah. Akibatnya, Seok Man harus mendekam di penjara selama puluhan tahun secara tidak adil.
Kesalahan itu menjadi beban moral yang sulit dihapus. Satu tindakan investigasi mengubah hidup seorang manusia dalam waktu sangat panjang, sementara Tae Joo harus hidup dengan rasa bersalah karena ikut membiarkan ketidakadilan terjadi.
Seluruh hidup habis untuk penyelidikan
Selama menyelidiki kasus di desa Kangseong, Tae Joo merasa hidupnya habis untuk pekerjaan itu. Ia menjalani semuanya sendirian, tanpa ada orang yang benar-benar menemaninya.
Kesepian itu membuat sisi tragis karakternya semakin terasa. Dedikasi pada kebenaran ternyata datang bersama ruang kosong yang besar dalam hidupnya, karena yang ia bawa pulang justru lebih banyak penyesalan.
Dikecewakan oleh orang yang tak mau mengakui salah
Ada pula kekecewaan Tae Joo terhadap Cha Si Young dan rekan-rekannya. Ia menyesali pernah bekerja sama dengan mereka karena sampai akhir, mereka tetap menolak mengakui kesalahan.
Bagi Tae Joo, sikap itu membuat perjuangannya terasa semakin sia-sia. Di saat ia berusaha mengejar kebenaran, ia justru harus berhadapan dengan orang-orang yang memilih bertahan pada kesalahan mereka sendiri.
Source: www.idntimes.com




