Penunjukan Katy Perry sebagai penampil utama upacara pembukaan Piala Dunia FIFA 2026 langsung memancing perdebatan luas di kalangan penggemar sepak bola. Bagi sebagian warganet, pilihan FIFA dianggap tidak selaras dengan nuansa turnamen sepak bola terbesar di dunia.
Nama Perry menjadi bahan pembicaraan setelah pengumuman itu dibagikan akun Pop Crave di platform X pada Jumat, 8 Mei 2026. Dari sana, respons publik terbelah tajam antara kritik dan dukungan yang sama-sama ramai muncul di media sosial.
Kritik soal relevansi
Sejumlah pengguna mempertanyakan alasan FIFA memilih penyanyi pop asal Amerika Serikat itu untuk membuka ajang sebesar Piala Dunia. Mereka menilai masih ada artis lain yang dianggap lebih pas untuk mengisi panggung pembukaan.
Ada juga komentar yang menyoroti jarak antara Katy Perry dan komunitas sepak bola. Salah satu pengguna bahkan menulis bahwa atas nama komunitas sepak bola, mereka tidak mengenal Katy Perry, sebagai bentuk kekecewaan terhadap keputusan tersebut.
Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah soal lagu apa yang akan dibawakan Perry di panggung pembukaan. Netizen menyinggung bahwa Perry dinilai belum punya lagu hit terbaru, sehingga pilihan repertoar untuk acara sebesar itu ikut diperdebatkan.
Pembelaan dari pendukung
Di tengah gelombang kritik, sebagian penggemar justru membela keputusan FIFA. Mereka menilai Perry punya pengalaman tampil di panggung hiburan berskala besar dan sudah terbiasa menjadi sorotan internasional.
Salah satu alasan yang sering disebut adalah penampilan Perry sebagai bintang utama pertunjukan paruh waktu Super Bowl 2015. Bagi para pendukungnya, pengalaman itu dianggap cukup untuk menunjukkan bahwa Perry mampu membawa energi besar ke acara dengan perhatian global.
Ada pula penggemar yang melihat kehadiran Perry sebagai peluang menghadirkan momen ikonik pada pembukaan turnamen nanti. Seorang penggemar menyebut Perry membawa energi luar biasa ke panggung dan membuat dirinya semakin menantikan Piala Dunia.
Jejak karier yang panjang
Katy Perry mulai dikenal luas lewat lagu I Kissed a Girl pada 2008. Popularitasnya kemudian melonjak setelah album Teenage Dream rilis pada 2010 dan melahirkan sejumlah hit seperti California Gurls, Firework, dan ET.
Album terbarunya, Smile, dirilis pada 2020. Di luar karier musiknya, Perry juga pernah menjadi sorotan karena tuduhan pelecehan seksual yang dilontarkan aktris Ruby Rose terkait insiden di sebuah klub malam di Melbourne sekitar 20 tahun lalu.
Kasus itu disebut tengah diselidiki Kepolisian Victoria di Australia. Pihak Katy Perry membantah tuduhan tersebut dan menyebut klaim Ruby Rose sebagai tuduhan palsu serta tidak berdasar.
Perdebatan soal penunjukan Perry menunjukkan bahwa keputusan FIFA untuk panggung pembukaan Piala Dunia 2026 tidak hanya dinilai dari sisi hiburan. Pilihan itu juga memicu perbincangan tentang relevansi, citra, dan kecocokan seorang artis di acara olahraga dengan perhatian sebesar Piala Dunia.
Source: www.beritasatu.com




