Pengakuan Kreator 19 Juta Pengikut Mengubah Sorotan Video iPhone Ho Guom, Ada Konten yang Direncanakan

Sorotan atas video iPhone di kawasan Danau Ho Guom, Hanoi, kini tidak lagi berhenti pada adegan yang terlihat mengejutkan. Kontroversi itu justru menyeret pertanyaan yang lebih luas tentang bagaimana sebuah konten bisa tampak spontan, padahal di baliknya ada perencanaan dan kerja sama dengan orang yang tampil di layar.

Master Sanker, kreator TikTok dengan lebih dari 19,4 juta pengikut di Instagram, akhirnya memberi penjelasan mengenai gelombang kritik yang mengarah kepadanya. Ia mengakui bahwa sebagian kontennya memang direncanakan, namun tetap menolak tuduhan bahwa video yang viral itu sepenuhnya hasil manipulasi.

Adegan yang memicu perdebatan

Video yang ramai dibicarakan memperlihatkan Master Sanker memberikan iPhone kepada seorang gadis di jalanan Vietnam. Setelah kamera berpindah, gadis itu terlihat mengembalikan ponsel tersebut kepada pria lain dan menerima pembayaran karena ikut terlibat dalam pembuatan film.

Momen singkat itu membuat banyak penonton mempertanyakan keaslian rangkaian video hadiah yang selama ini dikenal luas di akun-akunnya. Bagi sebagian warganet, masalah utamanya bukan sekadar ada atau tidaknya naskah, melainkan kesan natural yang dibangun agar penonton percaya bahwa kejadian itu benar-benar spontan.

Klarifikasi soal perempuan yang muncul dalam video

Dalam unggahan di Instagram pribadinya, Master Sanker menyebut perempuan yang muncul dalam video di Vietnam bukan korban rekayasa. Ia mengatakan perempuan tersebut lebih dulu menghubunginya untuk ikut syuting dan menerima bayaran 100.000 VND.

Ia juga meminta publik menanyakan langsung kepada perempuan itu bila ingin memverifikasi keterangannya. Menurutnya, selama pengambilan gambar di Vietnam, timnya merekam sekitar 10 orang berbeda di area yang sama dan terus mengajak orang lain bergabung setelah ada peserta yang ikut syuting.

Pembelaan soal cara konten dibuat

Master Sanker menegaskan bahwa orang-orang yang tampil di videonya memang dibayar untuk berpartisipasi. Ia mengatakan, “Kami membayar mereka untuk berpartisipasi dalam video tersebut. Tidak ada yang dieksploitasi; semua orang menerima uang.”

Pernyataan itu muncul di tengah kecurigaan publik bahwa konten pemberian hadiah selama ini disusun agar terlihat seperti peristiwa mendadak. Kritik mengarah pada cara video dibangun untuk memancing emosi penonton, bukan semata pada fakta adanya pembayaran di belakang layar.

Reaksi publik yang terbelah

Setelah klip tersebut menyebar luas, sebagian pengguna media sosial mengaku kecewa dan berhenti mengikuti akunnya. Mereka merasa tertipu karena video yang terlihat natural ternyata melibatkan perencanaan.

Namun, ada juga pandangan lain yang menilai konten orang membagikan uang atau hadiah di jalanan bukanlah hal baru di media sosial. Meski begitu, keraguan terhadap video iPhone di Vietnam tetap kuat karena publik merasa narasi spontan yang ditampilkan tidak sepenuhnya menggambarkan proses di balik pembuatan konten.

Pernyataan lanjutan dari sang kreator

Sebelum klarifikasi terbaru itu, pada 20 Mei Master Sanker juga sempat menjawab pertanyaan dari akun media sosial lain soal keaslian video-videonya. Saat itu ia mengatakan sebagian besar tindakan bermanfaat dalam videonya memang asli, tetapi beberapa konten telah direncanakan.

Ia kemudian membatasi komentar di TikTok di tengah perdebatan yang belum mereda. Di saat yang sama, ia menilai banyak orang hanya fokus pada video iPhone dan mengabaikan kegiatan amal lain yang ia lakukan saat siaran langsung di Vietnam, Thailand, Filipina, Kamboja, dan Laos.

Master Sanker juga mengatakan bahwa dirinya pernah membeli makanan, minuman, pakaian, dan membantu banyak orang saat live, lalu kegiatan itu direkam dan diunggah ke media sosial. Ia mengingatkan publik agar tidak langsung percaya pada semua yang terlihat di internet, karena banyak konten dibuat untuk menarik perhatian dan tidak selalu mencerminkan kenyataan sepenuhnya.

Master Sanker sendiri adalah kreator asal Israel bernama asli Eidan Sanker, lahir pada 1995. Saat ini ia memiliki 19,4 juta pengikut di Instagram, 9,1 juta pelanggan di YouTube, dan 9,2 juta pengikut di TikTok, dengan pendapatan utama dari iklan, konten media sosial, dan bisnis produknya sendiri.

Exit mobile version