Vonis 41 bulan penjara federal untuk Kenneth Iwamasa menandai salah satu bab paling penting dalam rangkaian perkara yang terkait kematian Matthew Perry. Pria yang pernah menjadi asisten pribadi sekaligus orang kepercayaan sang aktor itu dinilai ikut berperan langsung dalam alur ketamin yang berujung fatal.
Pengadilan California juga mewajibkan Iwamasa membayar denda $10.000 atau sekitar Rp178 juta. Hukuman itu dijatuhkan setelah ia mengaku bersalah atas satu dakwaan konspirasi pengedaran ketamin yang mengakibatkan kematian dan cedera fisik parah.
Peran yang berubah jauh dari tugas awal
Iwamasa diketahui sudah mengenal Perry sejak 1992. Ia kemudian mulai bekerja sebagai asisten pribadi yang tinggal serumah dengan Perry pada 2022 dan menerima bayaran $150.000 atau sekitar Rp2,6 miliar per tahun.
Dalam pekerjaannya, ia seharusnya mengoordinasikan perawatan medis Perry dan memastikan sang aktor meminum obat yang diresepkan dokter. Namun jaksa menilai Iwamasa justru gagal menjalankan tanggung jawab itu dan malah berubah menjadi pihak yang memfasilitasi serta memasok obat-obatan bagi Perry.
Rangkaian ketamin yang makin rapat menjelang kematian
Kasus ini tidak berdiri dari satu peristiwa tunggal. Sejak September 2023 hingga kematian Perry pada 28 Oktober 2023, Iwamasa bekerja bersama beberapa orang untuk mendapatkan ketamin bagi sang aktor.
Nama-nama yang terlibat antara lain dokter Salvador Plasencia, konselor kecanduan narkoba Erik Fleming, dan pemasok Jasveen Sangha yang dijuluki “Ketamine Queen”. Plasencia disebut memasok 20 vial ketamin, sejumlah tablet, dan jarum suntik kepada Iwamasa dan Perry, lalu mengajari Iwamasa cara menyuntikkan ketamin kepada Perry.
Pengadilan mencatat Plasencia mematok total $57.000 atau sekitar Rp1 miliar untuk jasanya. Jumlah itu jauh lebih tinggi dibanding harga pasaran ketamin yang saat itu disebut hanya sekitar $15 atau sekitar Rp267 ribu per vial.
Penyuntikan yang memperburuk kondisi Perry
Dalam salah satu kejadian, Iwamasa melihat Plasencia menyuntik Perry dengan dosis tinggi. Setelah suntikan itu, Perry dilaporkan mendadak kaku dan tidak mampu bergerak maupun berbicara.
Pada Oktober 2023, Iwamasa juga membeli 51 vial ketamin dari Fleming dalam rentang 11 hari. Fleming sendiri mendapat pasokan ketamin dari Sangha di North Hollywood.
Menjelang kematian Perry, Iwamasa berulang kali menyuntikkan ketamin milik Sangha kepada sang aktor. Selama masa itu, ia melihat ketergantungan Perry terhadap ketamin semakin parah.
Saat kondisi Perry memburuk dan jejak mulai disembunyikan
Pengadilan menyebut Iwamasa menemukan Perry tidak sadarkan diri setidaknya dalam dua kesempatan. Ia juga menyaksikan reaksi fatal langsung setelah penyuntikan, ketika Perry kembali menjadi kaku dan tidak bisa bicara atau bergerak.
Pada 28 Oktober 2023, Iwamasa menyuntik Perry dengan sedikitnya tiga dosis ketamin milik Sangha. Dosis itulah yang akhirnya menyebabkan kematian sang aktor.
Setelah Perry meninggal dan layanan darurat 911 dipanggil ke kediamannya, polisi Los Angeles menginterogasi Iwamasa. Saat ditanya obat yang dikonsumsi Perry, ia hanya menyebut daftar dokter dan obat resmi yang diresepkan, tetapi tidak memasukkan ketamin.
Dokumen pengadilan menyebut Iwamasa juga memberi urutan kejadian yang menutupi fakta bahwa ia telah menyuntik Perry, termasuk suntikan ketiga yang dilakukan hanya beberapa jam sebelum Perry dinyatakan meninggal. Ia kemudian membuang botol ketamin dan jarum suntik, lalu menghubungi Fleming untuk mengatakan bahwa ia telah “menghapus dan membersihkan semuanya.”
Putusan bagi para terdakwa lain
Vonis terhadap Iwamasa menutup rangkaian hukuman bagi para terdakwa lain dalam kasus yang sama. Sangha, Plasencia, dan Fleming juga telah menerima hukuman penjara federal setelah mengaku bersalah atas dakwaan narkotika tingkat federal.
Mantan dokter asal San Diego, Mark Chavez, turut dijatuhi hukuman delapan bulan tahanan rumah, 300 jam kerja sosial, dan tiga tahun masa percobaan setelah mengaku bersalah atas konspirasi pengedaran ketamin. Kasus ini memperlihatkan bagaimana rantai pasok obat yang melibatkan banyak orang dapat berujung pada kematian seorang aktor besar Hollywood.
Source: www.medcom.id