Arema FC tampak bergerak dengan cara yang lebih berani dalam membentuk ulang tim. Di saat beberapa pemain lama mulai berpisah dan nama striker penting ikut masuk pembicaraan klub luar negeri, Singo Edan juga mengincar wajah baru dari luar negeri untuk memperkuat skuad.
Perubahan itu membuat aktivitas transfer Arema terasa padat dan saling terhubung. Bukan hanya soal menutup kepergian pemain, tetapi juga menyiapkan komposisi baru yang lebih sesuai untuk musim mendatang.
Radar mengarah ke gelandang timnas Jepang
Salah satu nama yang paling mencuri perhatian adalah Gakuto Notsuda. Gelandang tengah milik BG Pathum United itu masuk daftar incaran Arema FC dan menjadi sorotan karena pernah membela tim nasional Jepang.
Notsuda tercatat memiliki dua penampilan bersama Samurai Biru. Pengalaman tersebut membuatnya dipandang punya nilai tambah untuk lini tengah Arema yang sedang disusun ulang.
Peluang mendatangkan pemain berusia 31 tahun itu juga dinilai cukup terbuka. Kontraknya bersama BG Pathum United dikabarkan berakhir pada 30 Juni 2026, sehingga opsi bebas transfer menjadi skema yang menarik bagi Arema.
Nama Brasil lain ikut muncul
Selain Notsuda, Arema juga dikaitkan dengan Mateusinho. Winger asal Brasil itu disebut masuk radar untuk menambah daya gedor di sektor serang.
Mateusinho memiliki nama lengkap Mateus Gustavo Sales de Jesus. Ia pernah memperkuat Sukhothai FC di kasta tertinggi Liga Thailand dan dikenal sebagai pemain sayap yang lincah serta fleksibel mengisi beberapa posisi menyerang.
Pada musim 2025-2026, pemain berusia 27 tahun itu tampil dalam 27 pertandingan. Ia mencetak satu gol dan empat assist, dengan nilai pasar yang disebut berada di kisaran Rp5,21 miliar.
Rifat resmi berpisah setelah tiga musim
Di tengah perburuan pemain baru, Arema juga telah memastikan satu perpisahan. Rifat Marasabessy resmi dilepas setelah tiga musim membela Singo Edan.
Keputusan itu terasa emosional karena Rifat datang saat klub berada dalam situasi sulit pasca tragedi Kanjuruhan. Ia ikut membantu tim bertahan dan keluar dari ancaman degradasi.
Selama berseragam Arema, pemain asal Tulehu itu mencatat 35 penampilan. Perannya cukup penting di lini belakang, terutama saat tim membutuhkan kestabilan pertahanan.
Namun, menit bermainnya menurun pada musim terakhir. Sepanjang kompetisi 2025-2026, pemain bernomor punggung 12 itu hanya tampil dalam delapan pertandingan dengan total 433 menit bermain.
Dalberto juga ikut menjadi sorotan
Perombakan skuad Arema belum berhenti di situ karena masa depan Dalberto juga ikut dipantau. Striker asal Brasil itu dikabarkan dibidik Brunei DPMM FC, klub yang tampil di Liga Super Malaysia.
Rumor kepindahan Dalberto menguat setelah namanya disebut dalam informasi yang dirilis klub Malaysia tersebut. Situasi ini muncul di tengah catatan produktifnya bersama Arema pada musim lalu.
Pada musim 2025-2026, Dalberto mencetak 19 gol dan delapan assist. Raihan itu membuatnya masuk jajaran lima besar top skor Super League.
Produktivitasnya sebenarnya sudah terlihat sejak bermain di Indonesia bersama Madura United pada 2023. Secara total, Dalberto membukukan 42 gol dan 16 assist dari 83 pertandingan.
Jika benar bergabung ke Brunei DPMM FC, Dalberto berpeluang bereuni dengan Muhammad Toha yang sudah lebih dulu merapat ke klub tersebut. Kondisi ini membuat pergerakan Arema di bursa transfer semakin menarik untuk dipantau karena klub harus menyiapkan pengganti di beberapa sektor sekaligus.