Perubahan paling besar dari Google kali ini bukan sekadar tampilan baru, melainkan cara pencarian bekerja. Google Search mulai diarahkan menjadi ruang interaksi yang lebih aktif, di mana pengguna tidak hanya mendapat jawaban, tetapi juga bantuan untuk menyelesaikan tugas dan melanjutkan konteks percakapan.
Arah itu terlihat jelas lewat Gemini 3.5 Flash yang kini menjadi mesin utama di balik Search. Dengan model ini, Google mendorong pengalaman mencari yang lebih panjang, lebih alami, dan lebih mirip berbicara dengan asisten AI ketimbang mengetik kata kunci singkat.
Search yang makin percakapan
Liz Reid, VP Head of Search di Google, menyebut Search kini bertransformasi menjadi AI Search. Dalam tampilan barunya, kotak pencarian akan dibuat lebih lebar agar mampu menampung pertanyaan yang lebih panjang sekaligus memberi saran tentang hal yang mungkin sedang dicari.
Google juga menambahkan kemampuan melanjutkan pencarian lewat banyak prompt. Artinya, sistem bisa mengingat konteks dari percakapan sebelumnya sehingga pengguna tidak perlu mengulang penjelasan dari awal setiap kali ingin bertanya lanjutan.
Perubahan ini membuat pencarian tidak lagi berhenti di hasil jawaban. Google ingin Search ikut membantu pengguna bergerak ke langkah berikutnya, termasuk saat tugas yang dicari memerlukan konteks yang berlapis.
Agen pencarian mulai disiapkan
Salah satu bagian yang paling menonjol dari perubahan ini adalah hadirnya agen pencarian. Pengguna nantinya bisa membuat dan menyesuaikan search agents dengan standing prompt untuk kebutuhan yang berulang.
Google memberi contoh seperti pelacakan harga saham, skor olahraga, penurunan harga, hingga promo belanja. Agen tersebut juga dapat memesan reservasi atau menghubungi bisnis atas nama pengguna.
Fitur agentic ini akan digulirkan pada musim panas ini untuk pelanggan Google AI Pro dan Ultra. Kehadiran fitur tersebut memperlihatkan bahwa Search sedang diarahkan menjadi alat yang bukan hanya mencari, tetapi juga bertindak.
Gemini 3.5 Flash jadi inti penggerak
Di balik banyak pengumuman itu, Google menempatkan Gemini 3.5 Flash sebagai model terbaru yang mendorong sejumlah fitur utama. Model ini sudah dipakai untuk jawaban di aplikasi Gemini dan AI Mode mulai hari ini.
Google menyebut Gemini 3.5 Flash mampu mengungguli model yang lebih besar di sejumlah benchmark, termasuk coding dan reasoning. Model ini juga diklaim sampai empat kali lebih cepat dibanding model flagship lain.
Kecepatan tersebut bukan satu-satunya alasan model ini diposisikan di pusat perubahan. Gemini 3.5 Flash juga dirancang untuk tugas multi-langkah dan tujuan jangka panjang, sehingga sistem Gemini ke depan diharapkan lebih akurat dan lebih siap dipakai untuk kebutuhan profesional.
Gemini 3.5 Pro sendiri dijadwalkan hadir dalam waktu sekitar satu bulan. Dengan susunan model seperti ini, Google tampak menyiapkan fondasi yang lebih luas untuk Search dan layanan AI lain yang terhubung dengannya.
Spark, Omni, dan perluasan ke perangkat lain
Di atas model itu, Google memperkenalkan Gemini Spark sebagai agen AI baru yang bisa hidup di aplikasi Gemini dan aplikasi Google Workspace lain. Spark bekerja di latar belakang, bahkan saat aplikasi tidak sedang dipakai, untuk mengeksekusi tugas panjang yang bergantung pada data real-time.
Google memberi contoh penggunaan yang dekat dengan kebutuhan harian. Mahasiswa bisa membuat panduan belajar yang otomatis menyesuaikan dengan tugas baru dari dosen, sementara pemilik bisnis bisa memantau inbox agar tidak melewatkan pertanyaan pelanggan.
Spark masih dalam tahap pengujian. Beta-nya akan mulai bergulir ke pengguna Google AI Ultra pekan depan, dan Spark ditenagai Gemini 3.5 Flash.
Perubahan juga muncul di sisi video melalui Gemini Omni. Berbeda dari Veo yang bekerja dari prompt teks menjadi video, Omni menambahkan penalaran, sains, konteks budaya, dan makna dalam proses pembuatan video.
Omni bisa memulai dari nol atau memakai video asli yang sudah direkam. Pengguna kemudian dapat meminta perubahan aksi, menambah orang atau objek, mengubah gaya, membayangkan ulang fisika, atau mengganti latar.
Model ini tidak bergantung pada teks saja. Omni bisa menerima gambar, video lain, audio, dan bahasa alami, lalu tersedia lebih dulu untuk pelanggan Google AI Plus, Pro, dan Ultra di Gemini App dan Google Flow, serta untuk pengguna YouTube Shorts.
AI masuk ke kacamata dan aplikasi kerja
Google juga menunjukkan dua jenis audio glasses hasil kerja sama dengan Samsung, Gentle Monster, dan Warby Parker. Kacamata itu memungkinkan pengguna berbicara dengan Gemini dan menerima jawaban langsung di telinga tanpa harus mengeluarkan ponsel.
Dalam demo langsung, Gemini membantu memberi petunjuk jalan sambil memproses permintaan tambahan seperti memesan cold brew di tengah perjalanan. Nano Banana, generator gambar berbasis Gemini, juga bisa dipakai dari kacamata itu untuk mengambil foto, mengubahnya jadi kartun, lalu menambahkan blimp I/O, dengan pratinjau muncul di Google Watch yang terhubung.
Audio glasses itu akan hadir lebih akhir musim gugur ini dan bisa dipasangkan dengan perangkat Android maupun iOS. Kehadirannya akan berhadapan langsung dengan lini Ray-Ban smartglass milik Meta.
Di sisi produktivitas, Google Docs, Gmail, dan Google Keep juga mendapat fitur Live. Docs Live bisa menyusun draf awal dari email, Drive, Chat lama, dan web, sementara Gmail dapat menjawab pertanyaan kontekstual seperti nomor gate penerbangan.
Keep akan mengubah curahan ide menjadi catatan dan daftar yang rapi, sedangkan Ask YouTube memberi cara yang lebih percakapan untuk mencari video dan menemukan bagian video yang paling relevan. Semua fitur conversational itu akan tersedia untuk pelanggan Google AI Pro dan Ultra, serta pelanggan bisnis Google Workspace, mulai musim panas ini.