Pembaruan April Bikin ROG Xbox Ally Makin Nyaman Di TV, Ally X Kian Unggul

Bagi pengguna yang sering berpindah dari layar genggam ke layar besar, pembaruan April untuk ROG Xbox Ally terasa seperti perubahan yang paling relevan. Microsoft tampaknya ingin membuat perangkat ini lebih nyaman dipakai di ruang keluarga, dengan pengalaman saat disambungkan ke TV atau monitor yang jauh lebih otomatis dan praktis.

Arah itu membuat ROG Xbox Ally dan ROG Xbox Ally X semakin mendekati sensasi perangkat hibrida seperti Nintendo Switch. Bedanya, fokus pembaruan kali ini bukan pada penggunaan di tangan, melainkan pada momen ketika perangkat sudah masuk mode docked.

Saat ROG Xbox Ally dihubungkan ke monitor, layar bawaan perangkat kini akan mati otomatis. Video langsung dialihkan ke layar eksternal, sehingga pengguna tidak perlu lagi mengatur perpindahan tampilan secara manual setiap kali ingin bermain di TV.

Perubahan sederhana ini justru memberi dampak besar pada kenyamanan harian. Proses bermain jadi lebih ringkas, karena perangkat lebih siap dipakai sebagai pusat permainan di ruang tamu tanpa langkah tambahan yang merepotkan.

Microsoft juga mengubah cara input bekerja ketika perangkat berada dalam kondisi docked. Jika kontroler Xbox dipasangkan ke Ally yang tersambung ke dock, kontrol bawaan pada handheld akan otomatis nonaktif dan kontroler eksternal langsung diprioritaskan.

Meski begitu, ada satu langkah manual yang masih tersisa untuk kembali memakai kontrol bawaan handheld. Pengguna tetap perlu memutus koneksi gamepad nirkabel lebih dulu sebelum kontrol internal bisa aktif lagi.

Ally X dapat peningkatan visual tambahan

ROG Xbox Ally X memperoleh fitur yang lebih menonjol dalam pembaruan ini. Perangkat tersebut kini mendukung pratinjau Automatic Super Resolution untuk anggota Xbox Insiders.

Teknologi ini merupakan solusi upscaling berbasis AI dari Microsoft yang bekerja mirip dengan pendekatan DLSS. Dalam mode docked, fitur itu ditujukan untuk membantu meningkatkan resolusi dan frame rate agar tampilan game di layar besar terlihat lebih baik.

Dukungan ini belum diberikan ke model dasar. Akibatnya, perbedaan kemampuan antara Ally dan Ally X mulai terasa lebih jelas justru saat perangkat dipakai di TV atau monitor.

Integrasi ke TV dan dock ikut dirapikan

Pembaruan April juga membawa pengaturan yang lebih cerdas untuk smart TV tertentu. ROG Xbox Ally kini bisa mengaktifkan fitur gaming secara otomatis pada TV kompatibel dari Samsung, LG, dan Vizio.

Salah satu pengaturan yang bisa berjalan otomatis adalah auto low-latency mode. Fitur ini membantu TV masuk ke respons yang lebih cepat saat game dijalankan, tanpa banyak langkah manual dari pengguna.

Dukungan aksesori pun ikut diperluas lewat dua dock buatan ASUS. ROG Bulwark Dock dan ROG 100W Charger Dock kini mendukung output HDR10.

Khusus ROG Bulwark Dock, ASUS juga menambahkan dukungan variable refresh rate pada monitor yang kompatibel. Fitur ini membantu gerakan terlihat lebih halus saat frame rate permainan berubah-ubah.

Microsoft menyebut kemampuan itu akan hadir di lebih banyak dock Ally berlabel Designed for Xbox pada masa mendatang. Hal ini menunjukkan bahwa mode docked mulai diperlakukan sebagai bagian penting dari pengalaman perangkat, bukan sekadar tambahan.

Dengan rangkaian perubahan tersebut, ROG Xbox Ally semakin terasa seperti perangkat yang memang dirancang untuk berpindah peran dari handheld ke layar besar secara alami. Detail seperti layar yang mati otomatis, kontroler eksternal yang diprioritaskan, setelan TV yang berjalan sendiri, dan peningkatan visual pada Ally X membuat pengalaman bermain di rumah terasa lebih rapi dan langsung siap pakai.

Source: www.androidauthority.com
Exit mobile version