Pasien Indonesia Makin Mudah Berobat Ke Malaysia, SJMC Tawarkan Layanan Door To Door

Bagi pasien Indonesia, daya tarik berobat ke Malaysia tidak hanya terletak pada jarak yang dekat. Alur layanan yang dibuat lebih sederhana juga ikut mendorong minat, terutama ketika pasien bisa memulai konsultasi dari tahap awal tanpa proses yang rumit.

Subang Jaya Medical Centre atau SJMC menjadi salah satu fasilitas yang menonjol dalam arus wisata kesehatan itu. Rumah sakit di bawah jaringan Asia OneHealthcare ini menyiapkan jalur layanan yang memudahkan pasien internasional, dari pengiriman data medis sampai pendampingan selama berada di Malaysia.

Lonjakan minat setelah pandemi

Sektor wisata kesehatan Malaysia disebut mencatat pertumbuhan signifikan setelah pandemi. Regional Chief Executive Officer Asia OneHealthcare sekaligus Chief Executive Officer SJMC dan ADMC, Bryan Lin, merujuk pada data badan statistik nasional melalui Malaysia Healthcare Travel Council yang menunjukkan kenaikan sekitar 21 persen pada 2023-2024.

Menurut Bryan, peningkatan itu tidak lepas dari kesadaran masyarakat yang makin tinggi terhadap kesehatan. Banyak orang kini lebih sigap mencari layanan medis yang cepat, nyaman, dan tetap berkualitas ketika menghadapi risiko penyakit.

Perkembangan teknologi juga ikut memperkuat perubahan tersebut. Layanan seperti telemedicine dan pemantauan jarak jauh membuat konsultasi lintas negara menjadi lebih efisien dan lebih mudah dijangkau.

Malaysia punya posisi kuat di mata pasien Indonesia

Indonesia menjadi pasar yang sangat relevan bagi Malaysia dalam pengembangan wisata kesehatan. Kedekatan geografis membuat perjalanan berobat lebih praktis, sementara kedekatan budaya dan bahasa menambah rasa nyaman bagi banyak pasien.

Bryan menggambarkan hubungan kedua negara sebagai kedekatan yang akrab karena bahasa yang serupa. Kondisi itu membantu pasien Indonesia merasa lebih tenang saat menjalani pemeriksaan maupun perawatan di Malaysia.

Dari sisi biaya, Malaysia dinilai menawarkan tarif yang kompetitif tanpa mengorbankan kualitas layanan. SJMC juga mengandalkan reputasi serta pengakuan internasional untuk menjaga kepercayaan pasien dari luar negeri.

Proses awal dibuat singkat dan sederhana

SJMC merancang layanan agar pasien internasional tidak perlu melalui alur yang berbelit sejak awal. Pasien cukup menghubungi International Patient Centre lewat telepon atau pesan singkat untuk memulai konsultasi.

Setelah kontak awal, pasien diminta mengirimkan latar belakang medis, hasil tes, laporan, atau pencitraan seperti rontgen, MRI, dan CT. Tim SJMC kemudian memakai data itu untuk mencocokkan pasien dengan dokter spesialis yang sesuai.

Dalam kasus tertentu, konsultasi awal bisa selesai hanya dalam hitungan jam. Kecepatan ini menjadi salah satu alasan layanan SJMC dinilai praktis bagi pasien dari luar negeri.

Dukungan perjalanan hingga tindak lanjut

Selain urusan konsultasi dan perawatan, SJMC juga menyiapkan dukungan yang lebih luas untuk pasien Indonesia. Layanannya mencakup pengurusan visa, pemesanan hotel, penjemputan bandara, hingga pendampingan selama masa perawatan.

Bryan menyebut rumah sakit mengatur kebutuhan pasien secara door to door, termasuk logistik dan permohonan visa. Pasien juga akan ditemani petugas khusus sejak tiba sampai kembali pulang.

Komunikasi disebut tidak menjadi hambatan besar karena bahasa Indonesia dan Melayu memiliki kemiripan. Meski begitu, SJMC tetap menyediakan penerjemah bila diperlukan agar proses medis berjalan lancar.

Di sisi pembayaran, SJMC menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan asuransi di Indonesia. Kolaborasi itu memungkinkan pasien melakukan transaksi cashless sehingga tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar.

SJMC juga telah membangun kerja sama dengan rumah sakit dan dokter di Indonesia untuk menjaga tindak lanjut pasien setelah pulang ke Tanah Air. Langkah ini melengkapi kebutuhan pasien yang kini tidak hanya mencari perawatan medis, tetapi juga kenyamanan dan pengalaman berobat yang lebih terorganisasi.

Source: www.medcom.id

Baca Juga

Back to top button