Pasar tengah membaca sinyal kehati-hatian dari pemerintah ketika rumor pembentukan badan ekspor terus beredar. Di saat kabar itu memancing kekhawatiran soal arah baru tata kelola komoditas strategis, Rosan Roeslani dan Bahlil Lahadalia justru memilih menahan komentar.
Sikap keduanya membuat ruang spekulasi belum tertutup rapat. Investor pun masih menunggu kepastian apakah isu tersebut hanya rumor atau akan berujung pada kebijakan resmi yang mengubah alur ekspor nasional.
Usai menghadiri rapat di Kementerian ESDM, Rosan tidak memberikan penjelasan rinci kepada wartawan. Ia hanya meminta publik bersabar dan menunggu pengumuman pemerintah, dengan mengatakan, “Ya, sudah tunggu besok. Entar ada penjelasan besok semua.”
Bahlil juga memberi jawaban singkat saat dimintai tanggapan soal isu yang sama. Menteri ESDM itu hanya berkata, “Tunggu saja, ya,” lalu tidak menambah keterangan lain.
Rumor yang beredar menyebut pemerintah akan membentuk badan ekspor khusus untuk mengelola komoditas Indonesia. Lembaga itu dikabarkan akan memegang kendali atas ekspor komoditas strategis, termasuk batu bara, minyak kelapa sawit, dan barang tambang.
Dalam kabar yang sama, seluruh perusahaan terkait disebut nantinya harus menjual produk mereka ke badan ekspor tersebut. Namun, belum ada kepastian apakah lembaga itu akan berada di bawah Danantara atau tidak.
Isu ini langsung menarik perhatian karena berkaitan dengan kekhawatiran pasar terhadap potensi monopoli. Di sisi lain, rumor tersebut juga dikaitkan dengan upaya menekan praktik under invoicing dalam aktivitas ekspor nasional.
Dua sisi itu membuat kabar pembentukan badan ekspor dibaca bukan sekadar sebagai perubahan kelembagaan. Pasar melihatnya sebagai kemungkinan pergeseran besar dalam cara negara mengatur arus komoditas strategis.
Reaksi investor ikut merembet ke pergerakan pasar saham. Isu ini disebut turut menekan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG dalam dua hari terakhir karena pasar menangkap adanya potensi konsentrasi kekuasaan yang besar.
Hingga kini, belum ada konfirmasi terbuka dari pihak terkait mengenai detail pembentukan badan tersebut. Rosan dan Bahlil masih memilih menunggu penjelasan resmi yang disebut akan segera disampaikan pemerintah, sementara pelaku pasar terus memantau apakah rumor ini akan berubah menjadi kebijakan konkret.
Source: www.suara.com