Panas Masih Mengintai Surabaya, Pesisir Jatim Waspadai Angin Kencang Hari Ini

Peringatan utama hari ini justru datang dari kawasan pesisir Jawa Timur, bukan dari pusat kota. BMKG menyoroti potensi angin kencang sesaat di perairan selatan dan kawasan selat, bersamaan dengan peluang peningkatan tinggi gelombang Laut Jawa.

Kondisi itu membuat nelayan dan operator transportasi laut perlu lebih hati-hati sebelum berlayar. Pemantauan cuaca berbasis radar tetap diaktifkan agar perubahan awan konvektif yang muncul mendadak bisa terdeteksi lebih cepat.

Di daratan, sebagian besar wilayah Jawa Timur masih berada dalam pola cuaca yang relatif bersahabat. BMKG merilis prakiraan untuk Rabu 27 Mei 2026 dengan gambaran umum cerah hingga berawan di banyak kabupaten dan kota.

Surabaya menjadi salah satu wilayah yang paling stabil pada hari ini. Kota ini diprakirakan cerah berawan dari pagi sampai malam, dengan suhu 25 hingga 33 derajat Celsius dan kelembapan yang relatif kering.

Kualitas udara Surabaya juga tercatat berada dalam kategori sedang. Karena itu, aktivitas luar ruang masih dinilai aman selama warga tetap memakai perlindungan standar dari paparan sinar matahari.

Pola serupa terlihat di kawasan penyangga seperti Sidoarjo dan Gresik. Situasi ini menunjukkan bahwa wilayah metropolitan Jawa Timur masih cenderung tenang dari sisi cuaca harian.

Meski begitu, BMKG Juanda mengingatkan adanya dampak dari minimnya tutupan awan pada siang hari. Kondisi tersebut dapat memicu kenaikan indeks ultraviolet di beberapa kawasan perkotaan.

Warga yang banyak beraktivitas di luar ruangan disarankan menjaga asupan air mineral secara teratur. Langkah sederhana ini penting untuk mengurangi risiko dehidrasi saat cuaca terasa lebih terik.

Di wilayah lain, karakter cuaca juga bervariasi sesuai kontur daerah. Malang Raya diprakirakan berawan dengan suhu 20 hingga 28 derajat Celsius dan kelembapan 65 hingga 95 persen.

Kawasan pesisir utara diperkirakan cerah dengan suhu 26 hingga 34 derajat Celsius dan kelembapan 55 hingga 85 persen. Sementara itu, kawasan lereng gunung berpotensi mengalami hujan ringan lokal dengan suhu 18 hingga 25 derajat Celsius dan kelembapan 70 hingga 98 persen.

Data berkala juga menunjukkan penurunan intensitas hujan yang drastis di sebagian besar zona administratif Jawa Timur. Karena itu, perhatian utama kini bergeser ke dua hal, yaitu paparan panas di wilayah tertentu dan angin kencang di kawasan pesisir.

BMKG mengimbau masyarakat terus memantau pembaruan cuaca melalui saluran komunikasi resmi stasiun meteorologi setempat. Informasi dari sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan diminta untuk diabaikan agar warga mendapat acuan yang lebih akurat.

Source: www.pdiperjuanganbali.id

Baca Juga

Back to top button