Istora Senayan akan menjadi panggung yang penuh tekanan bagi Indonesia karena banyak wakil Merah Putih harus menjalani laga penting di babak 16 besar. Dari sekian pertandingan itu, duel Jonatan Christie melawan Alwi Farhan menjadi sorotan terbesar karena satu tiket perempat final pasti aman untuk Indonesia.
Pertemuan sesama wakil Indonesia itu langsung mengubah peta persaingan di tunggal putra. Setelah laga tersebut selesai, Indonesia hanya akan memiliki satu pemain yang tetap bertahan di sektor paling bergengsi itu pada Indonesia Open 2026.
Situasi ini jarang terjadi di turnamen level BWF Super 1000, terutama ketika dua pemain sama-sama sudah melewati babak awal dan bertemu di fase 16 besar. Bagi Indonesia, hasil laga ini bukan hanya soal lanjut atau tidak, tetapi juga soal siapa yang paling siap memikul harapan tuan rumah di tunggal putra.
Di sektor tunggal putri, Putri Kusuma Wardani menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang masih bertahan. Ia akan berhadapan dengan Michelle Li dari Kanada dalam pertandingan yang menjaga peluang Indonesia tetap hidup di nomor tersebut.
Tugas Putri juga tidak ringan karena lawannya bukan sosok baru di level ini. Duel itu diperkirakan berjalan ketat sejak gim pertama karena keduanya sama-sama punya pengalaman yang cukup untuk saling menguji.
Ganda putra langsung bertemu ujian berat
Indonesia masih menempatkan dua pasangan di ganda putra, tetapi keduanya langsung mendapat lawan kuat. Raymond Indra/Nikolaus Joaquin akan menantang unggulan kedua asal Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik.
Pasangan lainnya, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, harus menghadapi Huang Di/Liu Yang dari China. Komposisi lawan ini menunjukkan beratnya jalan yang harus ditempuh wakil Indonesia di babak 16 besar.
Meski begitu, peluang tetap terbuka jika para pemain tuan rumah mampu menjaga tempo permainan. Kunci lain ada pada kemampuan mengurangi kesalahan sendiri saat menghadapi pasangan yang lebih berpengalaman.
Ganda putri masih menyebar peluang
Kabar yang lebih baik datang dari sektor ganda putri karena Indonesia masih punya tiga pasangan. Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum dijadwalkan melawan Francesca Corbett/Jennie Gai dari Amerika Serikat.
Dua pasangan lain juga sudah masuk agenda pertandingan hari ini. Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti akan menantang Yeung Nga Ting/Yeung Pui Lam dari Hong Kong, sedangkan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari menghadapi Hsieh Pei-shan/Hung En-tzu dari Chinese Taipei.
Dengan tiga wakil yang masih bertahan, sektor ini memberi sebaran peluang yang cukup luas bagi Indonesia. Setiap pasangan membawa tantangan berbeda, tetapi semuanya masih punya kesempatan menjaga langkah Merah Putih tetap hidup.
Tiga pasangan campuran ikut tampil
Sektor ganda campuran juga belum kehilangan warna karena Indonesia masih punya tiga wakil di babak ini. Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, serta Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah sama-sama masuk jadwal di Istora.
Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil akan bertemu Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping dari China. Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dijadwalkan melawan Goh Soon Huat/Shevon Jemie Lai dari Malaysia, sementara Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah akan menghadapi Guo Xin Wa/Chen Fang Hui dari China.
Dengan banyaknya wakil yang turun di tiga lapangan, Indonesia masih memegang peluang di beberapa nomor utama. Namun perhatian terbesar tetap tertuju pada bentrokan Jonatan Christie dan Alwi Farhan, karena dari laga itulah satu wakil Merah Putih pasti melangkah ke perempat final di tunggal putra.
Source: bola.bisnis.com




