Peluang Veda Ega Pratama di Moto3 seri Catalunya masih terbuka meski ia harus memulai balapan dari posisi ke-20 di Sirkuit Barcelona. Pace yang ia tunjukkan sepanjang akhir pekan memberi alasan kuat bahwa posisinya di grid tidak sepenuhnya menggambarkan potensi di lintasan.
Di atas kertas, start dari baris ketujuh memang bukan situasi ideal untuk mengejar hasil bagus di Moto3. Namun, catatan waktu Veda di sesi-sesi latihan menunjukkan bahwa ia justru terus bergerak ke arah yang lebih menjanjikan, terutama saat ritme balap mulai terbentuk.
Perkembangan itu terlihat jelas dari FP1 ke Q1. Veda memang masih tertahan di P20, tetapi waktunya membaik 2,606 detik dari awal akhir pekan dan lalu turun lagi menjadi 1 menit 47,636 detik pada Q1, atau 2,506 detik lebih cepat dibandingkan putaran FP1.
Meski peningkatannya signifikan, perubahan itu belum cukup untuk menembus barisan depan. Banyak pebalap lain juga ikut berkembang, sehingga selisih waktu tetap rapat dan posisi Veda tidak banyak bergeser di klasemen kualifikasi.
Tantangan Trek Barcelona
Barcelona menyulitkan para pebalap sejak hari pertama karena daya cengkeram lintasan sangat terbatas. Suhu trek juga tetap dingin hampir sepanjang hari pada Jumat, lalu bahkan terasa lebih dingin lagi pada Sabtu pagi.
Kondisi seperti itu membuat risiko meningkat, terutama di tikungan kiri saat ban sisi kiri belum cukup panas. Menikung terlalu agresif dengan sudut kemiringan besar bisa langsung membuat ban kehilangan grip.
Situasi tersebut ikut memengaruhi para pebalap Honda Team Asia lainnya. Zen Mitani juga harus mengawali balapan dari posisi ke-23, menandakan bahwa persoalan di Barcelona bukan hanya milik Veda seorang.
Pace Lebih Menjanjikan daripada Grid
Di balik hasil kualifikasi yang belum memuaskan, Veda melihat ada sisi positif dari performanya. Ia menilai ritmenya membaik dari satu sesi ke sesi berikutnya, dan pada pagi hari kecepatannya terasa lebih solid.
Pada akhir FP2, Veda mencatat empat putaran beruntun dengan rata-rata pace 1 menit 48,340 detik. Dalam perbandingan dengan para pebalap lain di sesi itu, ritme tersebut dinilai cukup kompetitif untuk berada di kisaran enam besar.
Masalahnya, kecepatan itu hanya akan bernilai besar jika start berjalan rapi. Jika sejak awal tertahan di belakang, peluang untuk finis di enam atau tujuh besar akan semakin kecil karena ruang untuk mengejar menjadi sempit.
Fokusnya: Menyerang Sejak Lap Awal
Karena itu, Veda menatap balapan dengan target yang cukup jelas. Ia ingin langsung maju, memperbaiki posisi secepat mungkin, lalu ikut berada di rombongan depan agar bisa memanfaatkan pace yang sudah ia tunjukkan.
Ia juga merasa cukup percaya diri dan nyaman saat bertarung dengan pebalap lain di Q1. Hal itu menjadi modal penting ketika balapan nanti menuntut keputusan cepat sejak tikungan awal.
Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, menilai tim dan para pebalap memang menghadapi tantangan besar pada akhir pekan ini. Menurut dia, informasi yang dikumpulkan pada sesi pagi sangat penting untuk membantu peningkatan performa saat kualifikasi sore.
Aoyama juga menekankan betapa ketatnya selisih waktu di Barcelona. Detail kecil bisa langsung mengubah hasil akhir, sehingga start dari P20 dan P23 jelas bukan posisi yang ideal untuk balapan Moto3.
Balapan Moto3 seri Catalunya akan digelar Minggu mulai pukul 16.00 WIB dengan 18 putaran. Dari posisi yang sulit itu, Veda perlu segera mencari celah untuk naik jika ingin mengubah pace menjanjikan menjadi hasil balapan yang lebih baik.
Source: www.kompas.id




